Tuesday, May 21, 2019

[Product Review]: Luxcent Luminous Caps - Whitening Anti Aging Plus

Hi semua, apakabar kalian?
karena hari ini mendadak kantor diliburkan (gara-gara ada 'spark' di Tanah Abang), akhirnya aku jadi keingetan aku mau posting satu produk yang menurut aku helpful banget. Produk ini bukan skincare, melainkan daily vitamin intake. Nama vitaminnya adalah Luxcent Luminous Caps.
Luxcent Luminous Caps ini mirip-mirip fungsinya dengan Ishigaki. Aku pernah review beberapa waktu yang lalu, tentang Ishigaki ini. Linknya ada di sini. Namun, dulu waktu aku makan Ishigaki, kulitku sedang baik-baik saja. Jadi, yang aku rasakan manfaatnya lebih ke skin brightening. Sedangkan waktu aku menggunakan Luxcent ini, kulitku sedang hancur-hancurnya setelah pulang dari Jepang april kemarin. Kebetulan waktu aku ke Jepang, saat ini sedang peralihan menuju musim semi. Positifnya, aku sempat melihat sakura blooming. Negatifnya, cuaca waktu itu masih dingin banget, dan kelihatannya aku alergi dengan serbuk sari (gak tau serbuk sari apa). Jadi akhirnya waktu itu , setelah 3-4 hari disana, Tiba-tiba hari ke-lima, dalam waktu setengah hari, di kulitku muncul benjol-benjol seperti jerawat, jumlahnya 15 sekali jadi. Mau nanggiss rasanya. V_V  Yang bikin aku kesal sebenernya bukan benjol-benjolnya, tapi menghilangkan bekasnya. Karena, sepengalamanku, bekas alergi lebih susah hilang daripada bekas jerawat. Tapi, karena sudah muncul, mau gimana lagi. Mau gak mau, aku harus sabar untuk memudarkan bekasnya. Kurang lebih seperti ini tampilan kulitku saat sedang merah-merah kemarin.


Rasanya kesalll banget, lagi di Jepang, uda kepikiran mau jalan sana-sini, ehh tiba-tiba malah dapet alergi. Berhubung alerginya agak parah dan cukup banyak, aku yakin, kalau hanya mengandalkan skincare pasti lama treatmentnya. Jadi aku memutuskan untuk menambah asupan vitamin yang mempercepat penyembuhan luka, yang juga mampu membantu memudarkan bekas merah-merahnya. Atas dasar itulah, akhirnya aku menggunakan Luxcent ini. Yuk, kita bahas lebih jauh tentang Luxcent.

Luxcent Luminous Caps 


Luxcent Luminous Caps merupakan vitamin intake yang diformulasikan di Jepang. Produk ini mengandung L-Glutathione sebagai kandungan utamanya, dan juga Marine Collagen. Dua kandungan utama inilah yang kemudian berperan sebagai whitening, sekaligus mempercepat penyembuhan luka. 
  • L-Glutathione berperan sebagai anti oxidant, yang mampu memerangi radikal bebas.Di samping perannya sebagai anti oxidant, L-Glutathione ini juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses detoks, Yang lebih menarik lagi, mungkin juga teman-teman sudah tahu bahwa, Glutathione apabila diasup bersama-sama dengan vitamin C, mampu mencerahkan warna kulit kita. Philipine dan US merupakan negara yang banyak menggunakan Glutathione ini sebagai skin whitening agent. Cara kerjanya adalah dengan meng-convert melanin menjadi warna yang lebih cerah, dan men-deactivate enzim tyrosinase yang berperan sebagai enzim pemberi warna yang memperoduksi pigment.  
  • Collagen, berfungsi untuk mengurangi wrinkle, disamping juga berfungsi untuk sendi-sendi, tulang, kulit, rambut, kuku, dan masih banyak lagi. Untuk menghilangkan bekas luka, collagen berperan sebagai 'bantalan' kulit, sehingga trauma kulit cepat hilang. 
Baik Glutathione maupun collagen, dua-duanya diproduksi secara alami oleh tubuh kita. Namun sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia kita, produksi glutathione maupun collagen menurun. Oleh karena itu, saat ini banyak produk vitamin di pasar yang menjual glutathione dan collagen sebagai kandungan utamanya. Produk-produk ini sangat bervariatif, baik dari jumlah kandungannya sampai dengan harganya. Dulu kita sering dengar Ivory caps, lalu Ishigaki. Nah salah satu yang sangat populer adalah Luxcent ini. 

Disamping kedua kandungan utama tersebut, produk ini juga mengandung Alpha Lipoic Acid, Vitamin C, N-Acetyl Cysteine (untuk menurunkan stress level), Niacin, Co-enzyme Q10 (anti aging), Vitamin A, dll. Semua kandungan tersebut didesain memang untuk kulit, tidak hanya memutihkan, tapi juga anti aging, mengurangi jerawat, dan juga noda di kulit. 


My Honest Review

Seperti yang sempat aku ceritakan di atas, aku minum Luxcent karena desperate ingin mempercepat hilangkan bekas-bekas alergi di kulit.

Mau tau hasilnya ?



Untuk skincare harian aku ga ada perubahan, mostly benton snail dan The Ordinary Niacinamide Zinc. So, aku yakin banget yang mempercepat perbaikan kulitku adalah Luxcent ini. Dari nomor 1 - 8 kurang lebih 30 hari. Menurut aku sih ini gilaaaa banget.. Dengan kondisi kulit yang agak parah, aku melihat perubahan yang significant hanya dalam 30 hari saja, ** happpppyyyyy **

Gimana menurut kamu ?

Luxcent saat ini banyak di jual di pasaran, namun , seperti hal nya membeli skincare, aku lebih prefer membeli vitamin dan skincare di seller-seller yang aku kenal, dan aku yakin produknya asli.

Untuk Luxcent ini aku beli di Monik ( 081904888787 ) . Mbak Monik juga punya lapak di Tokopedia ( M4k3 Up -  klik di sini ) dan juga ada di shopee ( moniqu3lov3us klik di sini ) .

Makasihh Mon !! Really trusted seller !

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit ya ..


Monday, March 25, 2019

[Review] Some by Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow Serum : Serum Vitamin C Dosis Rendah untuk Kulit Sensitif

Hi semua ! :)
balik lagi dengan Adit di sini..

So, beberapa waktu yang lalu Adit 'berpetualang', pingin cari vitamin C serum, tapi yang gak bikin kulit sensitifku jadi iritasi. Well, gak gampang memang. Terutama, karena sebagian besar serum yang dijual saat ini, semuanya memiliki konsentrasi vitamin C dosis tinggi. Mungkin ini karena efek booming vitamin C serum Wishtrend, yang akhirnya banyak produsen skincare berpikir, untuk boost up penjualan serumnya, mereka memilih menjual serum dengan konsentrasi super tinggi, Padahal, untuk kulit yang cenderung sensitif, konsentrasi vitamin C super tinggi sangat mungkin menyebabkan iritasi. Mungkin dari antara kamu ada yang pernah merasakan, setelah pakai serum vitamin C, koq kulit jadi agak perih-perih, kadang merah, dipegang sakit, mulai agak kayak beruntusan, tapi gak ada isinya? Kalau iya, itu artinya, kulitmu gak bisa pakai vitamin C serum dosis tinggi. Kamu harus mulai tahan godaan, dan mulai memilih serum vitamin C yang dosisnya rendah aja.
Sehubungan dengan efektifitas serum vitamin C, dosis rendah atau tinggi itu sebenernya gak jadi patokan koq. Yang jadi patokan adalah, kulit kamu sendiri. Kalau memang kulitmu gak tahan vitamin C dosis tinggi, jangan dipaksakan. Pada intinya, mengenali kulitmu itu adalah hal yang paling penting saat kita memilih skincare.

Balik lagi ke serum vitamin C dosis rendah, akhirnya setelah Adit berpetualang mencari rekomendasi sana sini, akhirnya aku menemukan beberapa produk yang memiliki konsentrasi vitamin C yang gak terlalu tinggi. Produk-produk tersebut adalah :

  • Klairs Freshly Juiced Vitamin Drops 
  • Some by Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow Serum 
Berhubung Klair Freshly Juiced Vitamin Drops aku sudah pernah pakai, akhirnya aku mulai pelajari lebih jauh Some by Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow serum ini. Mau tau lebih jauh?

Some by Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow Serum

Some By Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow Serum
Some by Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow Serum
Seperti yang sudah-sudah, setiap kali aku tertarik pada suatu produk, biasanya aku gak langsung beli produk tersebut, melainkan aku pelajari secara lebih detail kira-kira ingredient apa saja yang ada di dalam produk tersebut. 
Walaupun gak ada defaultnya, yang pasti, biasanya ada beberapa hal yang aku perhatikan yang mungkin juga bisa kamu contek, antara lain:
  • Produk tersebut tidak menggunakan alkohol sebagai pelarutnya. (no-alcohol). Ini wajib, terutama untuk kulitku yang sensitif. Kadang-kadang, kalau aku miss memperhatikan kandungan alkoholnya, waktu kemudian aku pakai di kulit selama beberapa hari, tiba-tiba kulitku dehidrasi, pori-pori menganga, dan mulai merah-merah dan muncul dry patches. So, wajib banget, ga ada alkoholnya. 
  • Produk tersebut gak memiliki kandungan ingredient yang terlalu banyak, terlalu panjang, atau zat-zat yang aku gak terlalu familiar. Walaupun aku bukan chemist, bukan juga dokter kulit, tapi sedikit banyak aku hafal zat-zat yang aman buat kulitku. Nah, biasanya kalau produk tersebut sudah mulai banyak ingredient yang gak aku kenal, daripada kulitku shock, aku lebih baik tidak menggunakan produk tersebut. 
  • Aku cek di cosdna, produk tersebut tidak mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan jerawat atau iritasi. Ini wajib. Nyembuhin jerawat itu susah, tapi menghilangkan bekasnya, lebih PR lagi. Jadi sebelum aku coba suatu produk, aku lebih baik hati-hati jangan sampai malah bikin masalah kulitku jadi runyam. 
  • Jelas siapa produsennya. Ini juga wajib banget. 

Nah, lalu apa saja kelebihan dari Some by Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow Serum ini?

Jujur, aku surprised dengan kandungan ingredient yang ada di dalam produk ini lowh. Produk ini mengandung :
  • Galactomyces Ferment Filtrate ( sesuai namanya, ingredient aktif yang berfungsi untuk mencerahkan kulit)
  • Ascorbic Acid (Vitamin C)
  • Niacinamide (Vitamin B3, pencerah kulit, penghilang noda)
  • Allantoin (anti inflamasi, antioxidant)
  • Sodium Hyaluronate (Hyaluronic Acid, anti-dehidrasi)
  • Propolis (anti bacterial agent)
Gila gak ? Aku kaget banget, karena sepengetahuanku, belum pernah ada produk skincare yang menggabungkan produk fermentasi, dengan vitamin c, dengan niacinamide, dan propolis, sekaligus hyaluronic acid. Wew! 

Di samping itu, produk ini juga tidak menggunakan alkohol maupun air untuk pelarutnya, melainkan filtrate dari fermentasi itu sendiri. Detailnya dapat kamu lihat di link berikut ini : klik di sini
Menariknya lagi, produk ini juga gak mengandung zat-zat yang berpotensi menyebabkan acne atau iritasi. So, dari sini aku akhirnya benar-benar tertarik menggunakan produk ini. 

Results so Far 

Beberapa waktu yang lalu, ada salah satu reader blog ini yang nanya, koq mas Adit kalau review positif terus ? Well, sebenernya gak selalu positif terus, tapi memang sebagian besar positif results. Kenapa ? karena setiap kali aku ingin coba produk, sebelum aku mencoba produk tersebut, aku melakukan observasi yang cukup panjang, mulai dari baca blog, pelajari ingredientnya, sampai menimbang-nimbang kira-kira ingredient tersebut cocok gak buat kulitku, sebelum akhirnya aku memutuskan mencoba produk itu. 
So, akhirnya, produk yang benar-benar aku coba, memang ternyata produk yang cocok di kulitku. 
Ada satu dua kali aku coba produk yang ternyata ga cocok. Tapi, biasanya kalau sudah gak cocok, aku gak lanjutkan. 

Seperti Some by Mi serum ini, 
i looooovee the resultsss... 

Aku pernah cerita di postingan aku sebelumnya, bahwa kulitku kemarin sempat alergi parah , sampai memerah, kering, dehidrasi, pori-pori kebuka semua, dan kulitku somehow jadi tanned. entah kenapa. 

lalu aku menggunakan vitamin c serum ini kurang lebih hampir 3 mingguan. selama 3 minggu itu, aku melihat kulitku jauh lebih plumped, merah-merahnya almost completely gone, bekas-bekas alergi yang bentuknya kayak pulau-pulau juga almost completely gone ( kalau di foto sudah ga keliatan ), lalu juga pori-pori balik lagi ke kondisi semula, dan warna kulitnya uda balik lagi putih. wew ! 

memang selain aku menggunakan vitamin C serum ini , aku juga menggunakan Klairs toner dan Hada Labo hyaluronic yang aku review di postingan sebelumnya. Semua produk yang aku gunakan khusus menargetkan hydrating. Tapi, terkait bekas yang memudar, aku almost 100% sure bahwa vitamin C serum ini yang membantu memudarkan bekas alergiku. 
Some by Mi Galactomyces Pure Vitamin C Glow Serum 3 weeks result

So, buat aku konsentrasi vitamin C rendah cukupp banget buat mengatasi complexity kulitku tanpa bikin iritasi berlebih . :) Bagaimana dengan kamu ?

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit :) 



Friday, March 15, 2019

[Review] Anti Dehidrasi: Hada Labo Gokujyun Premium Hyaluronic Acid Lotion

Hi all, beberapa waktu yang lalu, ada reader blog aku masuk ke IG , mengingatkan aku bahwa aku uda lama gak posting. hahaha .. terharuuuu…. iya, sejak aku pindah kantor, kerjaan naujubile banyaknya, jadi waktu untuk ngetik blog koq rasa-rasanya gak ada sama skali. huks ..

Anyway, hari ini aku ingin share tentang salah satu produk yang sudah aku gunakan selama kurang lebih 4 minggu. Produk ini dari Hada Labo, yaitu Gokujyun Premium Hyaluronic Acid Lotion. Produk ini secara gak sengaja aku coba karena beberapa waktu terakhir ini kulitku lagi up and down banget bergejolak, mulai dari redness, sampai extremely dry soalnya aku lagi sering kerja di lapangan.

Buat kamu yang mungkin gak ada waktu banyak untuk baca detailnya, singkatnya, produk ini juara banget! Recommended buat kamu yang saat ini lagi mengalami extreme dryness, atau lagi over exfoliated.  Kalau kamu mau tau detailnya, yuk kita bahas lebih jauh mengenai produk ini.

Hada Labo Gokujyun Premium Hyaluronic Acid Lotion

Hada Labo GokuJyun Premium Hyaluronic Acid Lotion
Hada Labo adalah salah satu beauty brand dari Jepang yang cukup popular di dunia, termasuk di Indonesia. Mungkin gak banyak yang tahu bahwa, Hada Labo diproduksi oleh Rohto, yang juga memproduksi Skin Aqua. Kita lebih tahu Rohto sebagai obat tetes mata. Hada Labo pertama kali launching di 2004 dan mendapat response yang sangat positif sehingga akhirnya marketnya berkembang sampai saat ini. Nah, salah satu produk yang paling banyak digunakan, dapat dikatakan, iconic, adalah Super Hyaluronic Acid Hydrating Lotion, yang terjual dengan angka super fantastis , 30 million bottles di Jepang saja.

Setelah sukses dengan produk tersebut, Hada Labo akhirnya mengeluarkan versi "premium" dari produk tersebut. Kenapa premium? Jawabannya, karena produk ini mengandung 5 jenis hyaluronic acid, sehingga mampu menghidrasi kulit kita mulai dari permukaan paling atas sampai jauh ke dalam kulit. Hasilnya, kulit kita akan semakin lembut, halus dan supple. Kelima jenis hyaluronic tersebut adalah :
  • sodium hyaluronate
  • sodium acetylated hyaluronate
  • hydrolyzed hyaluronic acid
  • aphanothece sacrum exopolysaccharides
  • hydroxupropyltrimonium hyaluronate
  • sodium hyaluronate crosspolymer
Wew … bacanya aja susah. hahah .. pokoknya, aminin aja deh. Hehe. Nah, selanjutnya, apa saja sih yang di claim dari produk ini ?

Product Claims

Beberapa manfaat yang digadang-gadang dari produk Hada Labo Gokujyun Premium Hyaluronic Acid Lotion adalah: 
  • bahwa produk ini mampu menghidrasi kulit sepanjang hari, seakan-akan kita sedang menggunakan masker anti dehidrasi, sehingga kulit kita zero-dryness. 
  • dengan formula 5 hyaluronic acidnya, produk ini mampu secara intensif menghidrasi kulit kita sampai ke bagian paling dalam, karena perbedaan ukuran dari molekul HA itu sendiri, mulai dari high molecular weight, mid-molecular weight, sampai low molecular weight. 

Kalau kamu tertarik lebih jauh untuk mendedah seperti apa sih ingredient produk ini, dan bagaimana COSDNA observation terkait produk ini, kamu dapat klik di sini

Tabelnya agak terlalu besar, jadi gak Adit posting. Tapi in general, COSDNA menyatakan produk ini aman untuk kulit berjerawat maupun untuk kulit sensitive.

Terlepas dari semua kelebihan tersebut, ada satu hal yang mungkin dapat di-improve, yaitu bahwa produk ini masih mengandung paraben. Well, mungkin kamu juga perhatikan bahwa produk Jepang rata-rata mengandung paraben, tidak seperti produk Korea yang memang sudah paraben free. Sepertinya, produsen skincare Jepang tidak menganggap paraben sebagai kandungan yang berbahaya bagi kita. So, kalua kamu tipe yang memang ingin menghindari paraben, mungkin produk ini gak cocok buat kamu. Tapi, in general, aku puasss banget dengan hasilnya. Mau tau?

Result

Foto di bawah ini adalah foto saat aku menggunakan produk Hada Labo Gokujyun Premium Hyaluronic Acid Lotion week 3rd. Aku gak foto muka aku hari ini, karena kemarin aku alergi parah. jadi muka aku bengeebb kayak abis ditonjokin satu RT. hahaha 
Aku foto setengah muka, soalnya aku fotonya tiduran di ranjang. Foto sambal tiduran gitu bikin muka aku chuubbby banget karena semua lemak bleggg ngumpul di pipi. hahaha .. jadi aku foto setengah doank. 

In general, produk ini bener-bener bikin kulit jadi cling, glass skin, reduce fineline, dan dry patchesku berkurang banget. Oh iya, dan produk ini gak bikin kulit jadi breakout. Pakainya sedikit aja, karena produk ini perlu waktu untuk terserap ke dalam kulit. Tapi, hasilnya : Ruaarrr biasaahh. 

Produk ini recommended untuk kamu yang: 
  • kulitnya extremely dry 
  • kulitmu berjerawat tapi karena sedang menggunakan produk anti-acne, akhirnya jadi kering-kering. Kamu tau kan, kulit yang dehidrasi akan memicu kulit untuk memproduksi sebum lebih lagi?
  • kulitmu over exfoliated
  • kulitmu dehidrasi karena menggunakan produk yang mengandung alcohol
  • ada finelines ( tapi yang belum terlalu dalam)
  • pori-porimu besar, yang disebabkan oleh dehidrasi. 
  • ada bekas merah-merah di wajah yang susah hilang karena kulitmu kurang terhidrasi dengan baik
  • kamu tinggal di daerah yang ekstrim cuacanya, panas menyengat, tapi suhu udaranya dingin misalnya. 

will I repurchase ? YES YES YES ! 

hada labo gokujyun premium hyaluronic acid lotion result
Hada Labo Gokujyun Premium Hyaluronic Acid Lotion Result

Friday, December 21, 2018

[Spotlight] SunBlock Battle : Which team are you on : SkinAqua or BIORE ? - Rohto Skin Aqua UV Moisture Gel 30++ vs Biore UV Aqua Rich Watery Essence Review

Hi semua,
berhubung beberapa waktu yang lalu banyak yang minta rekomendasi sunblock dan banyak reader yang bingung untuk mententukan apakah Biore atau Skin Aqua yang lebih recommended, akhirnya untuk postingan kali ini Adit akan share sedikit review Adit terkait 2 produk tersebut. Well, sebenernya gak dua-duanya aku bahas secara detail sih. postingan kali ini aku akan lebih fokuskan ke Biore, karena memang untuk yang Skin Aqua aku sudah pernah bahas secara detail di postingan sebelumnya. kalau kamu mau baca kamu dapat klik di sini : Skin Aqua UV Moist Gel SPF 30 review.

Memang, kedua produk ini digadang-gadang recommended. Terlepas dari banyaknya produk UV block di pasaran yang harganya selangit, ujung-ujungnya banyak skincare lover yang akhirnya pilihannya jatuh di antara kedua produk ini. Tapi kemudian pertanyaan lanjutannya adalah : mana yang lebih bagus om ? ya kann ?

Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai dua produk ini, Adit ingin tanya, menurut kamu, sunblock yang kamu suka itu seperti apa sih ? Ini pertanyaan tricky lowh. Karena, kalau dari fungsinya, sunblock itu wajib mampu menahan efek buruk dari sinar matahari. Tapi, Adit yakin pasti kamu punya kriteria lain yang jadi factor tambahan saat kamu memilih sunblock buat kamu. Mau tau kriteria sunblock yang recommended menurut Adit ?

Kriteria Sunblock versi G.I.L.A 

Nah, ini dia nih kriteria sunblock versi GILA nya Joshua Aditya (Gila = Groom It Like Adit , bukan gak waras yaa .. hahaha)
  1. Sunblock harus mampu menahan efek sinar matahari - ya iyalah. namanya juga sunblock. tapi  ini memang agak susah di test. So, untuk yang satu ini, aku biasanya memilih paling tidak produk-produk yang dikeluarkan oleh brand yang punya nama baik di pasar, bukan brand baru. Kenapa? Karena brand yang sudah punya nama baik di pasar, pasti punya standar tertentu dari segi kualitas dan pasti sudah lolos audit sebelum akhirnya beredar di pasaran. 
  2. Sunblock gak boleh berasa tebal dan lengket saat digunakan - ini juga wajib. Karena, sunblock yang berasa lengket digunakan bikin kita jadi gak nyaman sendiri, rasa-rasa muka koq kusam amat. ya kan ?
  3. Sunblock tidak meninggalkan white cast saat digunakan - are you with me on this ? yuph! walaupun kulit aku tergolong putih, aku suka kesel sendiri kalau muka aku langsung jadi kayak kertas karena ada lapisan sunblock yang meninggalkan warna putih di kulit. Dikate kita mau maen pelem pocin ( read : pocong cina ) kali yee ?
  4. Sunblock tidak memicu jerawat atau whitehead - ini wajib banget. Pernah gak dari antara kamu yang pake produk sunblock terus gak lama kemudian langsung muncul-muncul jerawat? 
  5. Sunblock tidak susah dibersihkan - Beberapa kali aku coba produk sunblock, pas aku lagi bersihin muka, aduh susah amat. Rasa-rasanya si sunblock nempel terus di wajah, padahal sudah double cleansing. 
  6. Sunblock aman untuk kulit oily, acne prone dan juga sensitive - ini wajib. Kulitku super sensitive. So, buat aku pribadi, penting untuk memilih produk sunblock yang tidak mengandung ingredient yang harsh untuk kulit sensitive. 
  7. Sunblock dapat blend in dengan semua produk yang digunakan sebelumnya - Well, karena sunblock digunakan di step terakhir, penting banget memilih sunblock yang dapat blend in dengan produk yang digunakan sebelumnya. Gak tiba-tiba kayak misah sendiri kayak lagi musuhan. (#ehh.. lol)
Nah dari semua kriteria di atas, sebenernya ada beberapa sunblock yang aku suka.

Kalau kamu ingin tahu langsung hasil akhirnya, versi Adit, jawabannya adalah Skin Aqua. haha.. Itu contekan dari aku. Tapi gak seru donk kalau main telen hasil contekan tanpa tau kenapa, ya kan?

Yuk, kita lanjut diskusi kita tentang dua produk ini.

Biore UV Aqua Rich Watery Essence

Dari segi packagingnya, Biore UV Aqua Rich Watery Essence ini menurut aku cukup aman. Aman di sini artinya, packagingnya terbuat dari plastic, gak gampang pecah, gak gampang patah, aman untuk dibawa ke mana-mana terutama untuk kamu yang aktif bekerja terpapar matahari dimana kamu wajib mengaplikasikan sunblock ini tiap 4 jam sekali. Selain itu, pilihan warna packagingnya juga unisex. walaupun buat aku pribadi, pilihan warna packaging sama sekali gak ngaruh, mau warna pink juga kalau khasiatnya bagus, aku akan pakai. Tapi untuk beberapa orang, pilihan warna lumayan mempengaruhi. Ada beberapa cowok yang agak malu ngeluarin produk skincarenya di tempat gym karena warnanya salem, misalnya.

Dari segi harga, kalau kamu lihat di tokopedia, harganya berkisar antara IDR 90.000 - IDR 130.000-an. Variasi harga, menurut Adit pribadi, lebih kepada seberapa besar keuntungan yang di-set oleh penjual. Walaupun memang, ada seller tertentu yang menjual dengan harga murah karena masa kadaluarsanya sudah dekat. So, penting untuk kamu bertanya kepada penjual, kira-kira kapan masa kadaluarsanya. Tapi, kelihatannya, produk ini gak ada kw atau palsunya. Packagingnya yang dibungkus rapat plus background kardus, dan warnanya yang agak glittery, bikin pr banget kalau mau nge-palsuin produk ini.

Dari segi kualitasnya, memang produk ini cukup menarik, karena digadang-gadang lebih tahan keringat dan air. Sekilas, itu artinya, walaupun kita berada di tengah cuaca terik dan berkeringat, sunblock yang kita gunakan gak gampang terhapus oleh keringat. Tapi, itu juga artinya, produk ini gak gampang hilang saat kita membasuh wajah kita / mencuci wajah. Tapi, spf nya sudah 50, which is, lumayan mampu menahan panas matahari dibandingkan produk sejenis yang spf nya lebih rendah.
Upsidenya adalah, bahwa produk ini mengandung tidak hanya sunblock agent, tapi juga ingredient tambahan yang memberikan benefit tersendiri untuk wajah, seperti : hyaluronic acid, royal jelly extract dan citrus mix. Semuanya ditujukan untuk anti aging agent.

Namun demikian, ada satu hal yang bikin aku sedih waktu aku baca ingredient list dari produk ini, yaitu bahwa produk ini mengandung etanol a.k.a alcohol sebagai solventnya. Yang artinya, untuk kita-kita yang kulitnya sensitive, kita mesti aware bahwa produk ini berpotensi membuat kulit kita iritasi, dan makin dehidrasi. Detailnya kamu dapat lihat di sini .  Aku juga foto di bawah ini, agak gak jelas sih, tapi kalau kamu klik fotonya, urutan kedua dari ingredientnya adalah alcohol, and this really breaks my heart.


UV Sunblock Battle : Rohto Skin Aqua UV Moisture Gel 30++ vs Biore UV Aqua Rich Watery Essence Review



Membandingkan kedua produk ini sebenarnya akan menjadi sangat sulit apabila Biore UV tidak mengandung alcohol. Kenapa, karena dari segi spf nya Biore UV spf 50 sedangkan skinaqua gel spfnya hanya 30, tapi ingredient tambahannya lebih banyak skin aqua seperti collagen, vitamin E , dll. Dua-duanya juga dedicated untuk oily acne prone skin, ringan di kulit, gak meninggalkan white cast, gak terasa berat dan lengkat.
Namun demikian, karena Biore UV mengandung alcohol, yang sangat berpotensi membuat kulitku irritated di samping juga kandungan alcohol tersebut akan membuat kulitku dehydrated, buat aku pribadi, aku pilih SkinAqua .

Bagaimana dengan kamu? kalau ada dari antara kamu yang menggunakan salah satu produk di atas, yuk share di comment , biar semua reader blog ini juga lebih well informed. :)

Friday, December 14, 2018

[Spotlight] Wait! Fresh Herb Origin Serum dari Natural Pacific: 10 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Membeli

Hi semua,
selamat datang di blog Adit. Kali ini Adit mau membahas sedikit mengenai Natural Pacific. so, benerapa waktu yg lalu, ada reader blog yang ingin aku mengupas tentang Natural Pacific, in particular, Fresh Herb Origin serum-nya. Well, menarik memang. Karena ada banyak blog maupun video youtube yang membahas produk ini dan memberikan komentar yang positif. Namun, karena produk ini maupun brandnya tergolong baru, aku gak langsung coba produk tersebut. Yang aku orelakukan adalah mencari info sebanyak-banyaknya, sebelum akhirnya mengambil keputusan apakah produk tersebut cocok untuk aku atau tidak. Nah, hasil obsevasi tersebutlah yang kemudian akan aku share di postinganku kali ini. 
Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai produk Natural Pacific, yuk kita kenalan dulu dengan brand tersebut.

Natural Pacific (Nacific) 

Natural Pacific merupakan brand korea yang berdiri tahun 2014. Produk-produknya dikenal sebagai produk yang menggunakan bahan alami sebagai main ingredientnya. Philosophy-nya adalah : NATURE-BASIC-ESSENTIAL, yang menggambarkan bahwa mereka percaya bahwa alam telah menyediakan semua kebutuhan fundamental yang penting dan berarti untuk kita, termasuk kulit. 
Dua tahun berselang sejak awal launching, tahun 2016, brand ini kemudian mulai memasarkan produk-produknya ke luar negri, seperti Asia Tenggara dan US. Pada tahun 2017, mereka mulai membuat hair and body products, sampai saat ini.
Seperti produk korea lainnya, produk-produknya cukup bervariasi, mulai dari cleanser, toner, serum, cream, mask. Yang menarik dari brand ini adalah, bahwa harganya cukup affordable di kantong apabila dibandingkan dengan produk dari brand lain. 
Well, memang sudah beberapa lama ini, Adit percaya bahwa merawat kulit itu gak mesti mahal dengan produk yang sampai bikin kita mesti puasa sebulan. 😁. Karena, terbukti dengan menggunakan produk yg ramah di kantong pun, kulit bisa terawat, asalkan kita gak salah pilih produk. Bagaimana caranya agar kita ga salah pilih produk? Yaitu dengan: 
  • memahami benar apa isi ingredient produk tersebut
  • bagaimana cara kerja ingredient tersebut
  • seberapa sering kita boleh menggunakan produk tersebut 
  • memastikan bahwa produk tersebut memang didedikasikan untuk jenis kulit kita 
  • dll
Lalu, bagaimana dengan Fresh Herb Origin Serum dari NACIFIC ini? Yuk, kita bahas. 


Fresh Herb Origin Serum (NACIFIC) 


Fresh Herb Origin Serum ini memang sudah beberapa lama ini cukup hype, mungkin sekitar 1 tahunan lah. Kenapa Adit baru bahas sekarang? karena aku gak mau termakan hype.😅. Setiap kali ada produk baru, biasanya aku tunggu dulu beberapa waktu sampai, ada banyak review dari luar atau di forum yang mulai membahas produk ini. Biasanya review-review awal semuanya bagus-bagus karena endorsement. Nah, baru kemudian review-review yang datang setelahnya, yang merupakan honest review. So, tips untuk kamu, kalau ada produk baru dan semua reviewnya bagus, tahan dulu keinginan kamu untuk membeli produk tersebut. Karena, biasanya brand-brand mengirim produk baru tersebut untuk endorsement ke banyak beauty blogger, sebagai first blow, yang tidak jarang kemudian seakan-akan jadi terlihat seperti hype. 
Balik lagi ke serum ini, ada 10 hal yang harus kamu ketahui, sebelum kamu memutuskan apakah produk ini tepat untuk kamu, atau tidak. Mau tau ? 

10 Hal yang Wajib Kamu Ketahui tentang Fresh Herb Origin Serum NACIFIC 

  1. Dari konsistensinya, produk ini memiliki konsistensi air dan minyak. Oleh karena itu, sebelum menggunakan produk ini, selalu cocok produk ini beberapa saat terlebih dahulu. 
  2. Serum ini mengandung beberapa ingredient yang mungkin gak cocok untuk kamu-kamu yang memiliki kulit sensitif, yaitu : orange extract, citrus limon (lemon) fruit extract, dan citric acid. 
  3. Yang ketiga adalah, bahwa produk ini mengandung jojoba oil, yang memiliki comedogenic rating 2. So, untuk kamu yang kulitnya oily dan gampang muncul komedo, apabila kau ingin memenggunakan produk ini, hindari area-area yang sering muncul komedo ya. 
  4. Hal positif yang dimiliki oleh produk ini adalah, bahwa produk ini memiliki paling tidak 3 jenis anti aging , yaitu adenosine, tocopheryl acetate (vitamin E), dan citric acid. 
  5. Hal lainnya adalah bahwa produk ini mengandung glycerin, sehingga membantu kulit kita untuk gak kering, terutama untuk kamu yang tinggal di daerah dingin. 
  6. Mengacu pada claimnya bahwa produk ini dapat membantu mengatasi masalah : pori besar, fine wrinkles, dan kulit kasar, well, kalua melihat ingredient listnya, sebagian besar dari ingredient listnya memang didedikasikan untuk mengangkat sel kulit mati, dan anti aging. tapi, untuk enlarged pores, I think we need something more than some exfo agents. Karena, pori-pori besar dapat disebabkan oleh banyak factor, mulai dari genetic, dehidrasi, sampai saggy skin. 
  7. Walaupun demikian, dari sekian banyak produk yang beredar di pasaran, serum ini merupakan salah satu serum yang memiliki kandungan pomegranate yang kita tahu memiliki khasiat anti oxidant. 
  8. Karena kandungannya banyak oil dan exfo agent yang mungkin dapat membuat kulitmu kaget, sebaiknya start dari 2-3 hari sekali dulu selama paling tidak 2-3 minggu. Dan selalu melakukan test patch di daerah-daerah yang tidak kelihatan, seperti belakang telinga misalnya. 
  9. Ada beberapa review yang mengatakan bahwa kulit mereka beruntusan dan berjerawat setelah menggunakan serum ini. Setelah aku pelajari, kemungkinannya adalah : mereka menggunakannya terlalu sering, padahal produk ini mengandung exfo agent. Mereka memiliki jenis kulit yang acne prone , dan gampang timbul komedo, padahal produk ini mengandung jojoba oil. 
  10. Sedangkan beberapa review lainnya yang mengatakan mereka cocok menggunakan produk ini, setelah aku pelajari, mereka rata-rata memiliki kulit yang kering, ada noda di wajah, sedikit problem dengan aging, kulit kusam, tapi mereka semua tidak sedang dalam kondisi kulit dengan jerawat aktif. 
So, .. 

My Final Thought

After blog walking, scanning though all the ingredient on the list, I decided that this serum is NOT for me. I know it works great on other people with dry skin type, yang memang kebetulan ada noda seperti freckles, tapi gak memiliki jerawat aktif dan tidak gampang berkomedo. 
Tapi, untuk orang-orang seperti aku yang kulitnya sensitive, mudah muncul komedo dan lemak putih, this product may not suitable for our skin. 

So, apabila kulitmu tipenya gak berjerawat, you can try this product. Tapi, apabila kulitmu berjerawat, mudah keluar komedo, better not. Walaupun mungkin kamu ingin cepat menghilangkan bekas jerawat, tetap gunakan produk-produk yang gak memancing jerawat baru, sebisa mungkin. Karena, apalah artinya bekas jerawat lama hilang, tapi jerawat baru muncul. 

Ada dari antara kamu yang menggunakan produk ini ? Please comment ya :) 

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit. 



Tuesday, December 4, 2018

[REVIEW] Ishigaki Amino Premium White Worth the Hype?

Hi semua,
Beberapa waktu yang lalu, ada reader blogku yang nanya apakah aku makan vitamin untuk kulit. Jawabannya iya, aku makan vitamin kulit. Ada beberapa vitamin yang aku makan, yaitu vitamin-vitamin yang mengandung vitamin c, zinc, selenium, omega 3, vitamin D3 dan glutathione. Rata-rata vitamin yang aku makan, untuk mengontrol acne dan sebum production, kecuali glutatione yang berfungsi untuk mencerahkan kulit dan membantu mempercepat hilangnya bekas jerawat.
So, sehubungan dengan pertanyaan tersebut, kalau biasanya aku review skincare, kali ini aku mau mereview oral vitamin untuk kulit yaitu ISHIGAKI AMINO PREMIUM WHITE. ISHIGAKI PREMIUM ini adalah salah satu produk glutathione dari sekian banyak produk lain yang beredar di pasaran. Mungkin kamu pernah dengar Ivory Caps, Glutamax, dan masih banyak produk lainnya. Tapi terus kemudian, aku memutuskan untuk mencoba Ishigaki Premium. Mau tau kenapa? Sebelum kita bahas lebih jauh, aku akan jelaskan sedikit mengenai glutathione ini.

Glutathione

Glutathione adalah sejenis antioksidan, yang digadang-gadang sebagai mother of anti-oxidant dikarenakan kemampuannya dalam damage prevention, yang diakibatkan oleh radikal bebas, peroksida, logam berat, dll. Untuk kulit, glutathione ini berfungsi sebagai pelindung kulit dari oxidative damage, dan kemampuannya untuk mencerahkan kulit. Kemampuan glutathione sebagai skin lightening ini secara tidak sengaja ditemukan, sebagai side effect dari penggunaan glutathione dosis tinggi. Cara kerjanya adalah sebagai melanine inhibitor, yaitu mengurangi pembentukan melanin di kulit kita, sehingga kulit kita lebih cerah. Karena fungsinya sebagai melanin inhibitor itu juga, sehingga bekas jerawat di kulit ataupun hyperpigmentation lainnya di kulit kita jadi cepat hilang. Karena, hyperpigmentation terjadi sebagai akibat penumpukan melanin pada area tersebut. Disamping hyperpigmentation, glutathione juga dapat mencerahkan daerah-daerah yang terdapat penumpukan melanin lebih banyak seperti area lipatan.
Lebih jauh lagi, glutathione banyak digunakan sebagai supplement untuk orang-orang dengan kasus alkoholism, asthma, cancer, penyakit jantung (ateroklerosis, dan kolesterol tinggi), hepatitis, liver, penyakit yang berhubungan dengan antibodi seperti AIDS, Alzheimer, Parkinson, drug poisoning, dan masih banyak lagi.
Penggunaan glutathione tidak hanya secara oral, tapi juga ada yang menggunakan inhaler, injeksi intra muscular, maupun injeksi intra vena, tergantung dari kebutuhannya. Untuk kulit sebagai anti aging, dan beberapa penyakit lain seperti memory loss, Alzheimer, Parkinson, glutathione biasanya disupply ke dalam tubuh melalui mulut (oral: supplemen minum).

Lalu apakah ada side effectnya? Sebelum Adit menggunakan supplement ini, aku baca banyak supporting documentation tentang glutatione. In general, pada sebagian besar kasus orang dewasa, glutathione aman untuk dikonsumsi, kecuali untuk wanita hamil dan menyusui, walaupun tidak ada laporan side effect, disarankan untuk tidak menggunakan supplement glutathione. Orang dengan sakit asthma disarankan untuk menghindari glutathione hidup, karena akan memperparah asthmanya.
Pada saat aku blogwalking, ada blog yang mengatakan bahwa, dia merasa menggendut saat makan glutathione, tapi aku tidak. So, karena penyebab naiknya berat badan itu ada banyak, dan in most cases karena lagi banyak makan, i guess, menggendut karena glutathione itu gak conclusive.

Ishigaki Amino Premium White


Sebenarnya ada 2 jenis varian Ishigaki, selain premium white, ada classic white. Namun, karena yang classic white cenderung buat kulit putih agak kuning, jadi premium white lebih recommended.
Dari packagingnya, produk ini hadir dengan botol yg kecil, which is a plus for me, karena aku seringkali beli suplemen yang botolnya besar ehh tau-taunya isinya sedikit. Botol kecil untuk aku pribadi lebih ringkas, gak space consume.
Dari segi kandungannya, Ishigaki Premium mengandung 850 mg amino blend, yang terdiri dari :
  • L-Glutamic Acid 200 mg
  • L-Cysteine 200 mg 
  • Glycine 200 mg
  • N-Acetyl-L-Cysteine 100 mg
  • L-Proline 50 mg 
  • L-Methionine 50 mg
  • L-Threonine 50 mg 
Rekomendasi penggunaan adalah 1 kapsul amino blend perhari, direkomendasikan bersamaan dengan vitamin C, karena vitamin C meningkatkan efektifitas dari glutathione tersebut.

My Review About this Product

Jadi, sebelum aku makan Ishigaki Premium ini, aku vakum cukup lama minum glutathione suplemen karena agak susah cari produk suplemen asli yang beredar di pasaran. Dulu aku sempat coba glutamax, tapi gak terlalu sukses. Aku coba Ivory Caps, awal-awal bagus, tapi entah kenapa produk yg terakhir-terakhir zonk. So, aku memutuskan untuk stop.
Sudah lama memang aku mendengar tentang Ishigaki, tapi aku masih gak berani coba produk tersbut, sampai ada salah satu seller di Tokopedia : pretty M4k3 Up (nama sellernya Monik) yang menjual produk Ishigaki yang aku yakin asli. Salah satunya adalah dari sealer capnya yang bertulisan Ishigaki warna biru. Di samping itu, ada nomor lot dan expired date nya yang jelas. Produk yang aku coba search dari seller lain ada yang sealer capnya hanya bertuliskan "seal for your protection", atau bahkan ada yang gak ada sealer capnya.

Singkat kata, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba Ishigaki Premium ini. Dari 2 botol, aku baru habis full 1 botol (30 kapsul), jadi kurang lebih pemakaian 1 bulan. Hasilnya?


Seperti yang kamu lihat di atas, hanya penggunaan 1 bulan saja, skin tone aku naik. Yang semula agak kuning, jadi lebih light. Maaf sebelumnya karena fotonya beda pencahayaan. Aku gak sengaja-sengaja foto before after juga sebelumnya. Tapi kamu bisa lihat bahwa, pada kondisi "before", kulitku tonenya agak kuning. Sedangkan pada kondisi "after", kulitku lebih light, dan tone kuningnya lebih tipis. Ini baru 1 bulan, and i'm soooo happy. 😁. Buat aku produk ini a great success.  Aku akan terus menggunakan produk ini berbulan-bulan ke depan sambil lihat, seperti apa progresnya. Aku juga notice beberapa bekas luka di kakiku memudar.

Is it Recommended?

YES!
Banget!!
Terutama untuk kamu-kamu yang punya problem kulit gak rata warnanya, atau kamu yg punya hyperpigmentation problem, atau kamu yg ingin lebih cerah kulitnya.
Pastikan kamu beli produk yang asli ya. Kadang-kadang harga lebih murah 20.000-30.000 tapi kalau produknya palsu, tidak hanya zonk tapi juga bahaya ke tubuh kita karena kita gak tahu isinya apa.
Untuk kamu yang mau tau contact person seller supplier aku, ini dia contact personnya. (Mon, ijin share cp mu ya .. 😉)

Nantikan review lainnya hanya di Groom It Like Adit yaaa 😉

Saturday, December 1, 2018

[Review] Oh Gosh, I Loveee COSRX Centella Blemish Cream

Hi Semua,
Sesuai janji Adit, setelah beberapa lama aku agak jarang nulis di blog, setelah beberapa waktu yang lalu ada beberapa reader yang DM aku di IG untuk mengingatkan aku nulis lagi, mulai sekarang aku akan lebih rajin nulis di blog.

Sesuai judulnya, hari ini aku ingin memberikan review mengenai Centella Blemish Cream dari COSRX. Well, kalau kamu blog reader yg suka dengan produk korea, aku rasa kamu sudah gak asing lagi dengan COSRX. Yuph, sejak awal kemunculannya, COSRX langsung dapat banyak fans setia, karena produk-produk COSRX rata-rata memiliki khasiat yg bagus, dan gak neko-neko. Gak neko-neko di sini artinya, bahwa produk dari COSRX mengeliminasi banyak ingredient tambahan yang sebenernya gak penting seperti : pewarna, pengawet yang keras, pewangi buatan, paraben, dll. Walhasil, kulit kita terhindar dari zat-zat yang sebenernya gak penting buat kulit kita.
Dari kesekian banyak produk COSRX yang beredar di pasaran, yang paling sering dan paling banyak diminati adalah produk-produk yg berkhasiat anti-acne dan anti-dehydration.
Memang kalau dipikir-pikir, doi gak punya produk yang khusus anti aging / anti wrinkle deh seingatku. So, mungkin memang target market mereka start dari remaja sampai usia 30an, atau orang-orang dengan problem khusus jerawat dan dehidrasi.

Beberapa produk COSRX yang bersifat anti acne antara lain:
  • BHA A SOL (spot treatment, main ingredientbta adalah propolis dan BHA)
  • CLEAR PAD (BHA konsentrasi rendah. I loovvee this pad)
  • ACNE CLEAR PATCH (untuk menutup jerawat yang sedang infeksi agar  cepat kempes)
  • Low pH GOOD MORNING GEL CELANSER (sabun wajah pagi hari yang mengandung BHA dan tea tree)
  • COSRX BLACKHEAD POWER LIQUID (BHA consentrasi tinggi, exfo agent)
  • AHA/BHA TONER (exfo toner)
  • LOW pH BHA OVERNIGHT MASK (overnight mask dengan kandungan 0.9% BHA dan centella asiatica)
Disamping semua produk di atas, ada beberapa produk lainnya yang sifatnya tidak langsung combat acne, tapi mendukung proses penyembuhan kulit bermasalah, yaitu: 
  • CENTELLA AMPOULE (isinya centella asiatica untuk mempercepat proses penyembuhan kulit yang luka)
  • HYDRA POWER ESSENCE (isinya hyaluronic acid, untuk meningkatkan tingkat hidrasi kulit sehingga membantu proses penyembuhan jerawat)
  • ALOE VERA OIL FREE MOISTURE CREAM (gel yang mengandung segala khasiat aloevera yang membantu calming and soothing the skin) 
  • CENTELLA BLEMISH CREAM (cream yang diformulasikan untuk mempercepat hilangnya bekas jerawat dan spot serta kemerahan pada kulit)
Selain semua produk di atas, masih ada banyak produk COSRX yang diformulasikan untuk anti acne maupun untuk mendukung proses penyembuhan kulit berjerawat yang gak mungkin aku sebutkan satu persatu. Banyaakk banget! Asli, banyaakk bangett!
So, memang gak mungkin untuk membahas semuanya dalam satu posting 😀. Untuk postingan kali ini, aku akan bahas item nomor terakhir di list di atas yaitu CENTELLA BLEMISH CREAM.

The Reason Why I Start Using the Product

Untuk kamu reader blog Adit, mungkin kamu sudah tahu bahwa problem terbesar kulitku adalah alergi, yang seringkali membuat kulitku luka, dan bekasnya susah hilang. Nah, beberapa waktu yang lalu, aku sempat mengalami reaksi alergi super-super parah. Kulitku memerah, bengkak, sampai agak seperti luka bakar. Dan, ada beberapa spot yang agak dalam lukanya, yang kebetulan banget lokasinya pas di sudut mulut (di bawah bibir) dan di smiling line.  aku sudah coba ke dokter, karena memang kasusnya yang agak gak wajar. terutama untuk yang di sudut mulut. Daerah tersebut karena sering meregang, dan sering kena makanan, atau pasta gigi, akhirnya jadi susah banget hilang.

Selang 2 bulan ke dokter, in general, di bagian wajah yang lain susah sangat membaik. tapi somehow yang di dekat bibir gak sembuh-sembuh. akhirnya, aku coba balik lagi ke skincare korea untuk mengatasi masalah aku. mau tau hasilnya, kurang lebih 2 minggu aku menggunakan Centella Blemish Cream, hasilnya dapat kamu lihat di bawah ini :


Memang belum 100 persen hilang sih, tapi improvementnya hanya dalam 2 minggu, itu buat aku luarrrrr biasa banget, padahal pakai krim dari dokter saja, 2 bulan gak hilang-hilang. Oleh karena itu, pada postingan aku kali ini, aku akan bahas, mengenai Centella Blemish Cream, semoga kamu memperoleh manfaat dari postingan aku kali ini.
check this out.

COSRX Centella Blemish Cream 


Centella Blemish cream, merupakan cream yang didedikasikan untuk acne prone skin, yang memiliki beberapa benefit seperti, calming, soothing, dan spot treatment. Benefit itu didapat dari kandungan Utama produk ini , yaitu centella asiatica. Centella asiatica merupakan tanaman herbal, kalua di Indonesia namanya antanan / pegagan, tanaman liar yang banyak banget dan murah harganya. Nah, siapa sangka, tanaman yang murah meriah dan liar di Indonesia ini, di luar jadi tanaman berharga karena khasiatnya yang banyak seperti misalnya, mempercepat penyembuhan luka, sampai dengan anti lupa (mirip ginkgo biloba). 
Hal lain yang menarik dari produk ini adalah, bahwa produk ini non-oily, jadi gak bikin kulit kita kayak dilapisi minyak. which is good, terutama untuk kita-kita yang kulitnya berminyak dan mudah berjerawat. 
Dibandingkan dengan clear pad, aloe gel, dll, centella blemish cream gak terlalu heboh gimana di internet. oleh karena itu, aku gak terlalu interested untuk menggunakan produk ini, sampai akhirnya datanglah tuh masalah luka yang gak kunjung sembuh. Setelah capek keluar uang lumayan banyak, akhirnya aku coba produk ini dan berhasil. Karena penasaran, akhirnya aku coba cari tahu lebih jauh, bagaimana cara kerja produk ini.
Centella asiatica, bekerja dengan cara mempercepat penyembuhan luka, tapi di samping itu, di dalam produk ini, terdapat hydrating agent yang juga bersifat sebagai barrier dan moisturizer yaitu, glycering, butylene glycol, dan  Huang Qin root yang juga bersifat sebagai anti-inflammatory. jadi, di saat centella asiatica mempercepat penyembuhan luka, anti-inflammatory agent juga bekerja sehingga meminimalkan infeksi yang mungkin timbul, dan hydrating agent bekerja untuk menjaga kulit tetap moist, sehingga saat luka mulai mengering, gak kemudian membuat luka baru. menarik bukann ? 

Well, singkatnya, I lovee this product. probably this is one of the best product from COSRX that I've tried. 
namun penting untuk diingat, bahwa produk ini bukan untuk jerawat aktif. jerawat aktif gak akan kempes dengan menggunakan produk ini, karena gak ada anti bacterial agentnya. Blemish cream ini, untuk kulit irritated, kulit luka, bekas luka, bekas jerawat. sehingga proses penyembuhannya lebih cepat. jadi lebih kepada post-acne problem. apabila kamu masih ada jerawat aktifnya, kamu harus combat acne dengan produk-produk yang mengandung anti bacterial agentnya. ok ?

sekian dari Adit. untuk kamu yang ingin share pengalaman menggunakan produk ini, atau mungkin bertanya lebih jauh mengenai produk ini, silahkan comment di bawah ya :) 
nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit. 



Friday, November 23, 2018

[Review] The Reason Why I Don't Like Some By Mi 30 Days Miracle Toner (Indonesia)

Hi semua,
hari ini aku ingin update review-ku mengenai salah satu produk yang lagi hype banget, yaitu Some by Mi Miracle Toner. Mungkin dibanding skincare blogger lain, aku termasuk yang agak 'terlambat' review produk ini. Alasannya, karena, aku tipe yang gak langsung coba produk. Aku baca dulu kesana-kemari, di forum-forum, di blog-blog luar, mencari reference, baru kemudian mencoba produk. Alasannya, karena aku gak mau kemakan hype. :) Sedikit info saja, bahwa, disaat ada satu produk baru yang entah gimana caranya langsung banyak yang review dan reviewnya positif semua, kemungkinan besar, blog-blog tersebut diendorse, atau dibayar untuk me-review. Nama kerennya, pay per post. Oleh karena itu, aku lebih percaya diskusi-diskusi di forum, apabila itu terkait dengan review produk baru.
Balik lagi ke Some by Mi ini, ada alasan kenapa toner ini di claim sebagai miracle toner. Kalau dari yang aku perhatikan, baru produk ini yang memiliki ingredient 3 jenis acid secara bersamaan sekaligus tea tree. 3 jenis acid tersebut adalah : AHA, BHA dan PHA. Untuk AHA dan BHA mungkin kamu sudah familiar, karena banyak produk menggunakan 2 jenis acid ini, ada yang terpisah, ada yang menggunakannya bersamaan seperti cosrx AHA/BHA toner. Tapi untuk PHA, mungkin agak jarang terdengar. Oleh karena itu, pada postingan kali ini, aku akan membahas PHA terlebih dahulu dengan agak detail, lalu kemudian sedikit membahas mengenai AHA dan BHA, baru kemudian terakhir kita membahas mengenai tonernya.

PHA (Poly Hidroxy Acid)

Sedikit berbeda dengan 2 jenis acid lainnya, dimana kulit sensitif cenderung reaktif terhadap AHA dan BHA terutama yang konsentrasi tinggi, PHA merupakan jenis acid yang cenderung lebih aman. Alasannya, karena PHA memiliki struktur molekul yang agak lebih besar, yang kemudian mencegah acid tersebut untuk penetrate terlalu dalam. So, untuk kamu yang cenderung memiliki kulit sensitif, PHA mungkin dapat menjadi opsi buat kamu dalam proses exfoliating.
Hal yang menarik dari PHA ini adalah, bahwa ternyata, walaupun molekulnya tidak penetrate deeper, beberapa review mengatakan bahwa hal tersebut tidak mengurangi efektifitas dari acid tersebut. Sehingga, benefitnya tetap dapat kita rasakan, dengan resiko iritasi yang rendah.

AHA dan BHA (Alpha dan Beta Hydroxy Acid)

Singkat saja, AHA merupakan salah satu jenis acid yang mengefoliate the upper most skin layer. Yang, apabila digunakan terus menerus, dapat menjaga kulit kita tetap sehat, dan young-looking. Problemnya dengan AHA adalah, AHA sebenernya lebih cocok untuk orang yang kulitnya kering dan non-acne prone. Jadi, untuk beberapa kasus, AHA malah membuat kulit kita seakan-akan purging gak kelar-kelar.
Sedangkan BHA, merupakan salah satu jenis acid yang oil-soluble disamping juga penetrate deeper sehingga mampu mengurangi sebum build up apabila digunakan secara rutin, disamping juga karena dia exfo agent, dia mampu mengangkat sel kulit mati sehingga produk yang kita gunakan dapat terserap dengan lebih baik. BHA, cocok untuk kulit oily acne prone. Tapi, tetap kita mesti siap-siap bahwa mungkin akan ada proses purging di awal-awal penggunaan. 
Nah, setelah membahas mengenai ketiga acid tersebut, selanjutnya adalah diskusi produk.

Some by Mi Miracle Toner

Melihat beberapa claim pada produk ini, miracle toner ini digadang-gadang :
  • Mampu membuat kulit kita lebih radiant
  • Memiliki exfoliating ingredient yang ampuh dan efektif sehingga kulit lebih bersih
  • Punya efek mencerahkan dan memutihkan kulit 
  • Sebagai skin moisturizing
  • Mengandung tea tree sehingga ampuh membasmi jerawat 
  • Pore care
  •  Dan masih banyak lagi. 
Terlepas dari pelarutnya yang adalah air (water), apabila melihat ingredient listnya, toner ini memang mengandung banyak potent ingredients, seperti :
  • Whitening agent : niacinamide, dan papaya fruit extract 
  • Anti acne agent : salicylic acid dan tea tree extract 
  • Anti aging agent : niacinamide, lactobionic acid, adenosine dan citric acid 
  • Wound healing agent : sodium hyaluronate
Detailnya dapat kamu lihat di list COSDNA pada link berikut ini.
Melihat ingredient list tersebut, akhirnya setelah beberapa waktu, aku memutuskan untuk mencoba produk ini. So far aku menggunakan produk ini hampir 1 bulan, seperti yang digadang-gadang, bahwa kulit kita akan jauh lebih baik dalam waktu 30 hari.  Lalu hasilnya?



My Review about Some by Mi Toner 

Selama minggu pertama, yang aku rasakan adalah, noda di wajahku mulai memudar, which is good. Namun kemudian, masuk minggu kedua masalah lain muncul : whitehead. Penggunaan toner ini secara continuous selama kurang lebih 8 hari mulai memicu whitehead lebih banyak, sangat banyak bahkan, di daerah-daerah yang selama ini aku gak terlalu concern seperti  di jidat, atau di antara alis. 
Karena penasaran, aku coba terus, akhir dua minggu penggunaan, masalah lain muncul, jerawat besar. 1-2 biji sih, gak banyak, tapi kesel. Di tambah lagi, setelah 3 minggu berjalan, aku gak melihat perubahan yang berarti pada pori-pori ku. Well, pori-pori ku memang gak besar gimana, tapi karena claim produk ini adalah membuat pori-pori kita jauh lebih kecil, ekspektasiku seharusnya pori-poriku mengecil donk, tapi ini enggak juga. 
Untuk mencerahkan wajah, well, aku melihat tone kulitku sedikit lebih putih, tapi karena kulitku memang sudah putih pucat, jadi aku gak terlalu melihat improvement yang gimana banget juga. Tapi, kandungan niacinamide di dalam produk ini, ditambah dengan papaya extract, merupakan paduan yang cantik untuk mencerahkan wajah. So, dari segi mencerahkan, aku rasa toner ini cukup sukses. 
Menjelang akhir 30 hari, yang aku rasakan .. gak ada improvement yang berarti selain noda yang dulu lebih pudar, dan whitehead yang semakin banyakkkk. Dan kulitku jadi agak sensitive , kemerahan. Kzl. 

My Thought 

So, let me share my thought .. 
Memasukkan 3 jenis acid ke dalam satu produk menurut aku , not a smart move. Kenapa ? PHA merupakan jenis acid yang sengaja didesain untuk kulit sensitive yang gak cocok dengan AHA atau BHA.BHA. So, mencampur PHA dengan BHA ataupun AHA menurut aku , pointless. Karena PHA memiliki efektifitas yang sama dengan AHA dan BHA dari segi exfoliating, namun tidak mengiritasi kulit sensitive, apabila produk ini didesain untuk kulit sensitive, toner ini tidak perlu menggabungkan ketiga jenis acid tersebut, melainkan hanya memilih PHA saja sehingga aman untuk kulit sensitive.
Saat ini yang terjadi adalah, dengan adanya BHA dan AHA, walaupun produk ini mengandung PHA, produk ini tetap gak suitable untuk kulit sensitive. I think that’s the reason why my face starts to react as I continuously using the product. 
AHA, is not really suitable for acne prone skin. It is more suitable for acne prone skin. So, apabila produk ini memang ditujukan untuk mengatasi jerawat, seharusnya toner ini tidak memasukan AHA ke dalam ingredientnya. Yang terjadi adalah, AHA ini akan memicu whitehead. (siapa dari antara kamu yang jumlah whiteheadnya semakin banyak seiring dengan penggunaan produk ini?)
Pori-pori yang membesar bisa disebabkan oleh banyak factor, salah satunya adalah dehidrasi, selain memang beberapa factor lain seperti genetic, saggy skin , aging dll.  Produk yang terlalu menggunakan banyak jenis acid akan mengangkat layer kulit kita sehingga hydrating barrier kulit kita jauh berkurang. So, seharusnya, produk ini menambah beberapa ingredient lain yang mampu menghydrate kulit kita seperti aloe vera, atau zat lainnya. Saat ini, hanya ada 1 hydrating agent yang dimasukkan ke dalam kulit (yang aku kenal), yaitu sodium hyaluronate, yang mungkin, gak cukup untuk menahan bad reaction kulit terhadap exfo agent yang ada pada produk ini. 
Am I gonna repurchase ? no . Not recommended for sensitive skin especially. If you wanna try, you need to prepare for purging or whitehead popping up. :) Mungkin aku akan coba serumnya, we’ll see pada bahasan postingan aku berikutnya 😊 . Nantikan hanya di Groom it Like Adit.


Wednesday, November 14, 2018

[Review] The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA


Hi semua,
Beberapa waktu yang lalu, ada salah satu reader blog aku yang ‘negur’aku di DM ig, katanya kenapa aku uda jarang posting yang baru lagi? Haha 😅
Maaf ya, bukan aku melupakan blog ini, hanya saja memang, dengan waktu yang terbatas, dan akses yang terbatas ke blogger, akhirnya , mau ngetik, kelewat lagi, kelewat lagi.
Ditambah lagi, karena aku rencana mau mulai bikin video youtube, akhirnya, aku mikirnya, nanti aja deh skalian dibahas di youtube. Haha.
Tapi, berhubung youtube channel aku pun masih ngegodog konsepnya, aku akan mulai posting-posting blog lagi.

Anyway,
Sesuai dengan judul, postingan aku kali ini akan membahas tentang salah satu produk The Ordinary, yaitu Alpha Arbutin 2% +HA.
Bahasan kali ini akan cukup detail, mulai dari :
  • Apa itu Alpha Arbutin ?
  • Kenapa harus Alpha Arbutin ?
  • Fungsi dan benefit yang ditawarkan Alpha Arbutin ini untuk kulit kita ?
  • Apakah ada side effect-nya?
  • Sifatnya complementary atau contradictory dengan zat-zat apa saja , dan masih banyak lagi.

Secara simplenya, Alpha Arbutin (untuk berikut-berikutnya Adit akan singkat dengan AlpA), merupakan zat dasar yang berada di alam, yang termasuk dalam klasifikasi skin lightener, yang membantu untuk mengurangi noda di kulit kita, serta membuat kulit kita lebih cerah. Kalau kita perhatikan dengan detail, produk-produk yang menargetkan warna kulit yang tidak merata, pigmentasi, skin discoloration karena noda jerawat atau aging, biasanya menggunakan AlpA ini sebagai salah satu ingredient mereka. 
Seperti yang mungkin teman-teman rasakan, keberadaan spot, warna kulit yang gak rata ini memang bikin kesel. Seringkali, andaikanlah 80% kulit kita bersih, tapi 20%-nya ada noda, kita pasti akan berusaha, gimana caranya noda yang hanya 20 persen tersebut memudar. Atau, jangan 20% deh, misalnya hanya ada 2-5 noda jerawat aja, pasti kita akan berusaha gimana caranya, noda  jerawat tersebut memudar. Benar?

Kenapa? Karena, memang tidak dapat dipungkiri, kulit yang bersih bebas noda lebih enak dilihat dan membuat kita nampak lebih muda daripada kulit yang bernoda. Terlebih lagi pigmentasi kulit yang pada sebagian kasus, related to aging process. Oleh karena itu, keinginan untuk membuat kulit kita bebas noda jadi sesuatu yang amat sangat diinginkan. Terlebih lagi belakangan ini, dimana, social media posting menuntut kita untuk tampil catchy, untuk menarik like, dll. 

Nah, berdasarkan hal tersebut, zat-zat yang termasuk ke dalam kategori skin lightener mulai naik daun, termasuk di antaranya alpha arbutin ini. Sekilas saja, yang termasuk skin lightener ini ada banyak, seperti misalnya kojic acid, vitamin C serum, niacinamide, dll yang semua bekerja untuk memudarkan noda di kulit, dengan cara yang berbeda-beda. Terlepas dari banyaknya jenis zat yang termasuk kategori skin lightener, untuk postingan kali ini, Adit hanya akan bahas Alpha Arbutin. Mungkin nanti Adit akan buat satu postingan khusus yang membahas semua jenis skin lightener tersebut, termasuk pros and cons-nya, untuk menjadi bahan pertimbangan kamu dalam memilih skincare yang sesuai untuk kulitmu. 

Kembali ke Arbutin, AlpA bekerja dengan cara menghambat kerja salah satu enzyme tyrosinase yang berada di dalam melanocytes. Mungkin teman-teman sudah tahu, melanocytes merupakan sel-sel pada kulit kita yang memberikan pigmen dan mewarnai kulit kita, yang sangat erat hubungannya dengan produksi melanin. Melaninlah yang memberikan warna kulit, gradiennya dll. So, untuk kulit yang pigmented, seperti halnya bekas jerawat, di lokasi tersebut, jumlah melaninnya jauh lebih banyak daripada melanin di tempat lainnya. Dengan kata lain, apabila kita dapat menahan kulit untuk memproduksikan melanin, kita dapat secara efektif mencerahkan area tersebut dan mengurangi noda yang ada. 

Kenapa Harus Alpha Arbutin? 


Lain halnya dengan hydroquinone, salah satu zat yg sering digunakan banyak dokter untuk mengurani tampilan noda, tapi dengan resiko rusaknya jaringan kulit apabila digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yg lama, AlpA merupakan zat yg terdapat secara alamiah pada beberapa jenis tanaman, seperti misalnya bearberry dan mulberry. AlpA juga dapat ditemukan di dalam blueberry, cranberry, gandum dan brberapa jenis pir. Bearberry, sejak jaman dahulu digunakan oleh bangsa Eropa sebagai salah satu anti bacterial agent, terutama karena kandungan arbutin tersebut. 

yang membedakan Arbutin ini dari hydroquinone kimiawi adalah, bahwa arbutine terdiri dari rangkaian hydroquinone dengan rantai gula. rantai gula inilah yang kemudian bertindak sebagai safety valve. sehingga kulit tidak terekspose hydroquinone dalam jumlah yg terlalu besar pada saat yang bersamaan. 

Apakah Alpha Arbutin Aman Digunakan?


Adalah hal yang penting untuk diingat bahwa, Alpha Arbutin akan berubah bentuk menjadi hydroquinone pada kondisi alkali. atau dengan kata lain, pada pH tinggi. oleh karena itu. penggunaan Alpha Arbutin harus digunakan pada kondisi kulit yang normal atau slightly acidic. Pada kondisi kulit yg slightly acidic, alpha arbutin aman digunakan. 

Apakah yang Ditawarkan oleh Alpha Arbutin? 


ini cukup menarik. alpha arbutin, apabila digunakan secara rutin selama paling tidak 4 minggu. akan mampu mengurangi tampilan noda, termasuk diantaranya : bekas jerawat, freckles, membuat kulit menjadi radiant dan lebih cerah. lain halnya dengan exfoliating agent yang juga mampu memudarkan bekas jerawat namun ada resiko purging, karena cara kerjanya yang berbeda dengan exfo agent, alpha arbutin tidak menyebabkan purging, karena memang AlpA ini bekerja dengan cara menghambat produksi melanin, bukan “mengangkat” noda tersebut seperti exfo agent. 

nah setelah bahasan mengenai AlpA, berikutnya yuk kita bahas mengenai produk The Ordinary ini. 


The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA 



Lain halnya dengan produk yang menggunakan Arbutin sebagai whitening agent yang rata-rata hanya 1 % saja, the Ordinary memiliki kandungan AlpA 2%, which is 2 kali lebih tinggi dari produk lainnya. 

Ditambah lagi, bahwa produk ini memiliki pH 4.85-4.9, sehingga mampu menjaga Alpha Arbutin agar tidak berubah bentuk menjadi hydroquinone. 

Disamping itu, produk ini juga aman digunakan untuk kulit sensitif karena tidak mengandung alkohol dan tidak mengandung silikon. kalau kamu alergi terhadap kacang-kacangan atau gluten, kamu dapat sedikit bernapas lega karena produk ini juga nut and gluten free :) yay! 

Cara Penggunaan: 

Yang selalu Adit lakukan adalah :
  • Memastikan kulit dalam kondisi yang bersih. 
  • Lalu setelah membersihkan wajah, Adit menggunakan prep essence sebelum akhirnya menggunakan niacinamide zinc The Ordinary juga. Aku beri jeda antara prep essence dengan niacinamide zinc. 
  • Setelah zinc ini, aku menggunakan alpha arbutin. Namun sebelumnya, aku memastikan produk niacinamide zinc tsb sudah benar-benar terserap sempurna. 
Beberapa petunjuk lain menyarankan untuk menggunakan alpha arbutin terlebih dahulu baru zinc. Aku pernah coba, tapi somehow kulitku jadi agak lengket.Secara logika, karena alpha arbutin ini mengandung HA yang merupakan moisture lock agent, produk yg mengandung HA sebaiknya digunakan later, sehubungan dengan fungsinya sebagai moisture lock tsb. (untuk niacinamide zinc, aku pernah membahas produk ini beberapa waktu yang lalu. kamu dapat lihat detailnya di sini.) Untuk alpha arbutin ini aku sudah habis 1 botol, dan so far, menggunakan urutan produk seperti adit uraikan di atas memberikan benefit bagi kulitku. Kulitku merespons produk-produk yang aku gunakan, termasuk alpha arbutin yang menghilangkan bekas spot diwajahku dalam waktu yang cukup cepat.

Namun demikian, salah satu hal yang mungkin menjadi kelemahan dari produk ini adalah, bahwa produk ini tidak terlalu efektif kalau problemmu adalah erythema. 

Beberapa waktu yang lalu aku mengalami luka di wajah, yang meninggalkan red mark, dan somehow red mark tersebut gak kemudian berubah menjadi hitam, pink terus. iIilah yang dinamakan erythema. Given the fact that the healing process is progressing, alpha arbutin kelihatannya gak terlalu efektif dalam mengatasi erythema. masuk akal sih, karena cara kerjanya kan memecah melanin, sedangkan erythema kan gak pigmented, so, sangat dimengerti. 

Untuk erythemanya itu sendiri, aku sekarang sedang mencoba menggunakan dermatix ultra. nanti aku review terpisah ya :) Tapi overall, i loveee arbutin so much, especially the one from The Ordinary ini. 

Kalau ada dari kamu yang ingin bertanya lebih jauh atau mungkin ingin share pengalaman kamu menggunakan produk ini? leave comment di bawah ini ya :) 

jangan lupa juga follow my instagram @joshua_adityaa. 

nantikan bahasan berikutnya hanya di Groom it Like Adit :)