Thursday, November 3, 2016

[Beauty Info] Yang Kamu Wajib Tau Mengenai Kandungan Alkohol pada Skincare

Hi all,
hari ini Adit ingin share sedikit mengenai alkohol yang terkandung di dalam skincare. Sebenernya postingan ini merupakan kelanjutan dari posting Adit sebelumnya mengenai Cetaphil. Kalau kamu mau baca, kamu dapat klik : di sini.

Sekilas mengenai postingan Adit yang lalu, waktu itu Adit bingung, koq, Cetaphil, yang konon katanya sangat lembut dan sangat direkomendasikan oleh dokter kulit untuk kulit sensitif, mengandung alkohol di dalam ingredient listnya ? Padahal, it is widely known that alcohol in the ingredient list for sensitive skin is a big no no ! Hal itu juga kemudian yang mengurungkan niat Adit untuk beli produk Cetaphil, untuk kulit Adit yang waktu itu sedang temporarily irritated.

Anyway, tapi rasa penasaran Adit ga berenti di situ saja. Aku akhirnya search di banyak website untuk mencari tahu lebih jauh, sebenernya hal apa yang mampu menjelaskan bahwa keberadaan alkohol dalam satu skin care itu sah sah saja untuk kulit sensitif. Mau tau ? Yuk!



Fakta Seputar Alkohol pada Produk Perawatan Kulit 

Dari sekian banyak web dan beauty blog yang aku baca, kesimpulan dasar yang aku lihat adalah bahwa 99% ( if not 100% ) setuju bahwa alkohol dalam produk perawatan kulit merupakan 'masalah'. Walaupun demikian, secara garis besar, kita dapat memisahkan kandungan alkohol tersebut menjadi 2 kelompok besar : non-fatty alcohol ( drying type of alcohol ) dan fatty alcohol.

Beberapa alkohol yang termasuk dalam drying type of alcohol adalah : SD alcohol, denatured alcohol, dan isoprophyl alcohol. Fungsi utama dari alkohol jenis ini adalah untuk mempercepat penguapan produk sehingga produk 'seakan-akan' cepat terserap ke dalam kulit yang juga secara cepat mengangkat lapisan minyak di kulit kita, sehingga kulit kita terasa ringan. Pada awal penggunaan, biasanya hasilnya terlihat cukup amazing, tapi untuk long-term, alkohol jenis ini akan membuat kulit kita menjadi 'lemah'. So, walaupun awalnya kulit kita terlihat lebih 'non-oily', in longer term, karena daya tahan kulit kita melemah, kondisi ini akan meningkatkan kemungkinan munculnya jerawat baru secara lebih cepat. Di samping juga kulit kita yang kering diakibatkan oleh alkohol tersebut yang secara 'kasar' mengangkat lapisan minyak di kulit kita, juga akan memicu kulit kita untuk memproduksi minyak lebih lagi dan membuat pori-pori kita melebar. Akibatnya, kulit kita akan semakin berminyak. Berdasarkan hal tersebut, disarankan, apabila kita melihat alkohol jenis ini sebagai salah satu dari enam ingredient teratas, we really need to avoid that product.

Jenis alkohol yang lain adalah fatty alcohol, yaitu jenis alkohol yang non-irritating seperti : cetyl , cetearyl, dan stearyl alcohol. Ada banyak produk yang beredar di pasaran yang menggunakan alkohol jenis ini, termasuk SK-2 cream, dan beberapa krim lain ( rata-rata jenis krim ) . Alkohol jenis ini baik untuk kulit kering, disamping juga menjaga kestabilan ingredient lainnya di dalam produk tersebut. So, beberapa beauty blogger mengatakan, alkohol jenis ini tidak perlu dihindari. Walaupun, cosdna memberi rating 2-3 skala 5 untuk acne trigger potency. Yang artinya, kalau kulit kita berjerawat, atau memang super oily, mungkin kamu ga perlu menggunakan cream malam yang kemungkinan besar mengandung fatty alcohol, yang mungkin meningkatkan kemungkinan terbentuknya jerawat baru.


Final Thought 

Sehubungan dengan jenis kulitku yang agak 'unik' : sensitif, reaktif terhadap produk, kadang dehidrasi, kadang berjerawat , sepertinya menghindari drying type of alcohol really is a must. Sedangkan untuk fatty alcohol, tergantung kondisi kulitku. Kalau memang kulitku sedang agak kering dan perlu additional moisturizer, menggunakan cream yang mengandung fatty alcohol sepertinya akan membantu mengurangi kondisi kering tersebut. Tapi kalau memang kulitku sedang 'normal condition' atau sedang berjerawat, lebih bijak kalau aku stop dulu cream yang mengandung fatty alcohol sementara waktu.

Nantikan beauty info lainnya hanya di Groom it Like Adit !





4 comments:

  1. Big thanks info nya kak, aku jg baru pake cetaphil 2 mingguan, knr banyak info d google kalo produk ini utk jenis kulit sensitif dan bnyak yg cocok. Trus udah yakin bgt aku pake selama 2 minggu justru menimbulkan jerawat yg cenat cenut. Aku ttp hajar ajah pake, stelah aku cari" info ttg balajar baca ingredients, tanyata masih ada kandungan yg bahaya jg d cetaphil kak, krn masih ada SLS n alcohol nya. Nah aku mau tau skrg km pake fash wash apa k? Aku galau antara mau Sukin, Sensatia Botanical or Neutrogena. Sukin emng trkenal natural dan SB organik (skrg aku pilih aman) tp masih ada benzyl alcohol nya (aku gak tau BA ini bahaya apa justru baik) pls adv ka. Thanks!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Adhis, utk pembersih wajah, km ud pernah coba pembersih wajah dari cosrx blum? Neeutrogena agak kering sih. Tapi bbrp cocok. cetaphyl ada utk oily skin dhis :)

      Delete
  2. cosrx yg morning ph cleanser bukan ka? Pgn coba sih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. tapi dia mengandung tea tree oil. kamu pernah pake yang mengandung tea tree ?

      beberapa ada yang ga cocok.

      kalau kamu ga ada masalah dengan tea tree, mornihng ph cleanser enak banget:)

      Delete