Sunday, December 31, 2017

[Beauty Info] Kenali Folikulitis, Salah Satu Masalah Kulit yang Menyerupai Jerawat

Hi semua,
selamat tahun baru 2018.
Semoga semua yang kamu cita-citakan dapat terwujud tahun ini . Amin..

Hari ini Adit ingin share sedikit mengenai salah satu masalah kulit, yang sering disalah artikan sebagai jerawat, yaitu folikulitis. Apakah itu ?

Folikulitis adalah salah satu jenis peradangan kulit, yang terjadi pada folikel rambut ( folikel adalah lubang tempat rambut tumbuh). Bentuknya bulat, bengkak memerah, disertai dengan puss (nanah), mirip dengan jerawat. Folikulitis ini biasanya sering terjadi pada pria, di bagian kumis, atau beard. Dan untuk wanita, di bagian tepi wajah di daerah rambut, atau kadang-kadang di kulit kepala. Karena folikulitis ini radang pada folikel, dia tidak akan tumbuh pada bagian yang tidak ada rambutnya seperti telapak tangan misalnya.

Kenapa Adit bahas ini? Karena aku lebih sering mengalami folikulitis ini daripada jerawat. Biasanya terjadi di daerah dekat janggut, atau di bagian samping wajah, seperti yang kamu lihat di foto berikut ini.


Inflamasi kulit jenis ini biasanya penyakit yang umum, jadi gak serius gimana gitu. Namun demikian, karena masalah ini cukup sering terjadi, ada baiknya kita bahas lebih jauh, agar kamu tidak salah kaprah mengartikan folikulitis dengan jerawat.

Biasanya peradangan dimulai dengan benjolan yang agak memerah pada kulit, yang kalau dipegang sakit. Kadang-kadang folikulitis ini disertai dengan perasaan terbakar di sekitar kulit yang teriritasi, dan gatal.

Jenis folikulitis 

Berdasarkan penyebabnya, ada beberapa jenis folikulitis , yaitu :

  • Folikulitis pseudomonas : terjadi apabila kamu berendam di air hangat ( pemandian air hangat , steam / sauna ) yang kurang terjaga kebersihannya, sehingga banyak bakteri dan bakteri itu kemudian menyebabkan folikulitis. 
  • Sycosis barbae : ini jenis folikulitis yang sering dialami Adit , dan pria pada umumnya, yaitu folikulitis yang terjadi di daerah janggut. 
  • Folikulitis gram-negative : jenis folikulitis yang sering terjadi, karena kita terlalu lama menggunakan antibiotik untuk mengatasi jerawat. 
  • Pseudo-folliculitis : kondisi palsu pada kulit seakan-akan itu adalah folikulitis, namun tidak bernanah. Biasanya infeksi ini disebabkan oleh pertumbuhan rambut ke arah dalam. 

Faktor Pemicu Folikulitis

Walaupun penyebab utamanya adalah infeksi, infeksi itu sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam microorganisme, seperti : bakteri, virus atau jamur misalnya. 
Namun demikian, infeksi tersebut biasanya dipicu oleh folikel yang mengalami kerusakan, sehingga bakteri dapat masuk ke folikel rambut dan menginfeksi folikel tersebut. 
Kondisi umum yang seringkali menyebabkan rusaknya folikel rambut adalah : 
  • bercukur. Seringkali kita bercukur menggunakan pisau yang sudah tidak terlalu tajam misalnya.
  • penggunaan pakaian yang terlalu ketat
  • keringat berlebih 
  • penggunaan cortico steroid yang berlebihan pada kulit 
  • kulit panas dan lembab dalam jangka waktu panjang 

Mengobati Folikulitis 

Pada sebagian besar kasus, folikulitis akan hilang dengan sendirinya setelah kurang lebih 10 hari. Namun demikian, orang dengan kasus tertentu seperti daya tahan tubuh yang rendah, penderita HIV , dan beberapa kondisi khusus lainnya seperti orang yang meng-abuse antibiotik, cream cortico steroid, dan orang yang mengalami kondisi berkeringat yang berlebih, biasanya perlu perhatian khusus dalam mengatasi folikulitis. 

Yang dapat kita lakukan apabila terjadi folikulitis adalah :
  • membersihkan bagian kulit yang terkena folikulitis dengan baik
  • kurangi penggunaan pakaian ketat 
  • hindari bercukur , sementara folikulitis sedang terjadi
  • kompres air hangat di daerah yang terjadi folikulitis 
  • menggunakan penghilang rasa sakit apabila diperlukan 
  • jangan berendam / sauna / steam dulu sementara sedang memiliki folikulitis. 
Apabila folikulitis tidak kunjung sembuh setelah beberapa waktu, Adit sarankan kamu datang ke dokter . Jangan tunggu sampai terjadi komplikasi lanjut seperti :
  • folikulitis yang menyebar ( biasanya, kamu bercukur pada saat terjadi folikulitis. Bakterinya terbawa di pisau cukur, menyebar ke folikel rambut lainnya ) 
  • terbentuk bisul-bisul di bawah kulit 
  • trauma kulit seperti kulit menghitam, bekas luka, atau rusaknya jaringan parut 
  • kerusakan folikel secara permanen yang menyebabkan kebotakan permanen. 

Thursday, November 30, 2017

[Review] The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%

Hi semua,
selamat long weekend. :)

hari ini , mumpung lagi long weekend, aku nulis blog dulu ah ..
beberapa waktu belakangan, karena banyak comment, akhirnya aku keasikan balas balas comment.
selesai balas comment, males ngetik blog. haha .. akhirnya aku posting sedikit banget. padahal ada banyak materi review yang sudah siap launch.

Seperti salah satu produk The Ordinary ini, yaitu Niacinamide 10% + Zinc 1% .
Suweer sumpah, aku ingetnya aku sudah posting review produk ini lowh. karena, aku sudah masuk botol ke dua, dan itu pun sudah hampir habis . sampai akhirnya aku diingatkan oleh salah satu reader bahwa aku belum posting review produk ini. hahahaha

Maaf ya teman-teman. padahal aku sudah janji mau posting. jadi pada nunggu-nunggu.

Anyway,
untuk teman-teman yang sering baca blog ku, mungkin kalian ngeh bahwa aku beberapa kali cerita aku lagi suka dengan produk Deciem, mulai dari The Ordinary, Hylamide, dan NIOD. tapi yang paling banyak aku gunakan adalah The Ordinary ini.  Alasannya simple, harganya paling affordable dibanding produk lainnya, haha. tapi juga dengan kualitas , yang, kalau untuk aku sih, oke banget.

Hmm, jatuh cinta produk Deciem bukan berarti aku pindah haluan ke non-korean lowh ya.
aku tetap gunakan snail, galactomyces, aloe vera, bb cream, dan lain lainnya . haha ( singkat kata, kantong ku terkuras juga, karena suka produk baru, tapi gak move on dari produk sebelumnya. hahaha )

Kenapa aku suka The Ordinary ? karena mereka 'jujur'.  detailnya pernah aku bahas di sini  .

Oh iya, sebelum kita lanjut ke bahasan mengenai TO NZ ini, untuk kamu pengguna Instagram, kamu dapat follow Instagram adit @Joshua_Adityaa, karena aku suka post hint mengenai produk yang sedang aku gunakan di Insta Story. Memang gak aku posting di main post karena IG nya di desain untuk personal, bukan untuk blog :) Tapi, berhubung banyak yang nanya daily routine ku apa saja, to keep it simple, aku post di insta story , karena ga perlu banyak waktu seperti ngetik blog :).

Balik lagi ke Niacinamide and Zinc ini.

Nah, kenapa aku suka Niacinamide 10% dan Zinc 1 % ini ?
yuk kita bahas.


The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%




Seperti produk-produk The Ordinary lainnnya, kalau kamu berkunjung ke website mereka, mereka dengan detail menulis produk ini mengandung apa dan tidak mengandung apa.  oleh karena itu, kamu dapat langsung menilai apakah produk ini cocok untuk kamu atau tidak.
seperti untuk produk yang satu ini, tertulis dengan jelas di web bahwa produk ini :

  • alcohol free 
  • oil free
  • nut free
  • silicon free
  • cruelty free
  • vegan 
  • ph 5.5-6.5

dengan kata lain, kalau kamu alergi kacang, gak mau produk yang mengandung alkohol maupun oil dan mungkin sensitif terhadap silicon, plus kamu vegan dan kamu ingin produk yang phnya cenderung netral, produk ini cocok untuk kamu.  nah, berdasarkan info di atas, karena aku sedang mencari produk yang tidak mengandung alkohol, dan bukan produk yang acidic, aku tahu bahwa paling tidak, produk ini sesuai dengan kriteria produk yang aku mau. Lanjut.

Dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis yang cenderung tidak membuka resep racikan mereka, The Ordinari NZ ini dengan jelas menulis bahwa produk mereka mengandung niacinamide 10% dan zinc 1%, Well, mungkin untuk AHA atau BHA, kita sering dengar persentasenya, tapi untuk niacinamide ? apalagi zinc. susah lowh cari produk skincare yang mengandung zinc. padahal zinc ini penting banget untuk kulit.

Zinc, merupakan mineral penting yang berperan pada pengaturan produksi sebum di kulit kita. Aku rutin minum vitamin zinc kerena kulitku oily, jadi aku perlu mineral zinc untuk membantu agar kulitku gak terlalu berminyak. nah, dengan adanya serum zinc ini, selain aku minum vitamin dari dalam, menggunakan serum zinc membantu aku untuk lebih lagi menjaga produksi sebum. karena seperti kita ketahui, vitamin yang kita minum disebar oleh tubuh kita keseluruh bagian, mulai dari kulit, rambut,  dan bagian bagian tubuh lainnya. jadi kalau kita minum vitamin , mungkin hanya 10-30% nya yang sampai ke kulit kita, yang lainnya disebar, atau terbuang ke air kencing  atau keringat.
so , mengaplikasikan serum langsung ke bagian yang kita inginkan tentu akan lebih tepat sasaran.

Niacinamide, istilah kedokteran dari vitamin B3, merupakan anti-blemish agent yang membantu mencerahkan kulit kita, dan mengurangi tampilan noda di wajah.
so, menggunakan niacinamide secara rutin akan membuat kulit kita gak kusam, di samping juga menghilangkan noda. Banyak produk skincare yang menggunakan niacinamide sebagai salah satu ingredient andalan. Tapi, khasiat niacinamide dan vitamin c akan saling menghilangkan kalau dipakai bersamaan. oleh karena itu, kalau kamu menggunakan vitamin c serum, kamu wajib mengecek semua skincare mu, kira-kira ada yang mengandung niacinamide atau tidak. apabila ada, gunakan satu AM satunya lagi PM. biasanya disarankan untuk menggunakan vitamin C serum di malam hari, sedangkan niacinamide di pagi hari.

next, Cosdna result.


tabel di atas adalah ingredient list berikut cosdna reviewnya. seperti kita lihat di sana, produk ini tidak mengandung satupun ingredient yang berbahaya menurut cosdna.
So, produk yang beredar tahun 2017 , adalah produk generasi 2, yang ingredient listnya berbeda dengan produk pertama yang beredar 2016an.
produk generasi pertama yang dulu beredar mengandung satu ingredient yang acne-alert, yaitu carragenan yang memiliki skala acne 5, sedangkan produk generasi 2 ini sudah tidak mengandung ingredient tersebut.

beberapa waktu yang lalu, ada reader yang cerita di comment bahwa doi beruntusan menggunakan produk ini. kecurigaan adit adalah, doi menggunakan produk yang masih generasi pertama.
so, kalau kamu berencana membeli produk ini, pastikan kamu membeli produk di sellet terpercaya, dan jangan lupa tanya apakah produk yang dia jual produk generasi pertama atau generasi kedua.

Results

 Walaupun produk ini gak secara mujarab bikin kulitku yang sangat oily jadi super normal, menggunakan produk ini secara rutin, dan sudah hampir habis 2 botol, membuat kulitku lebih gak terlalu sering muncul whitehead / blackhead. memang masih ada beberapa, yang entah sudah dari kapan ada di wajah ku.  ( ada 1 whitehead, sudah 6 bulanan baru keluar.. hiiiyyyyy ) .
so far, aku suka dengan produk ini, and i'll never gonna stop in using this product.

important notes nya adalah :

  • produk ini bukan obat jerawat. jadi kalau kulitmu ada jerawat aktif, kamu tetep perlu obat jerawat yang memiliki kandungan anti bakteri terutama kalau jerawatmu aktif dan inflamed. 
  • produk ini kadang2 perih kalau kulit kita sedang super sensitif. so, kalau kulitmu sedang sensitif, disarankan untuk mengurangi frekuensi penggunaan produk ini sampai kulitmu membaik. 
  • best use : aku mix dengan snail essence , kadang-kadang 2 puff snail , 2 tetes niacinamide, atau 1 puff snail, 2 tetes niacinamide tertantung kondisi kulitku. kalau sedang kering, snailnya aku pakai agak banyak. 
  • hasilnya gak instant. jadi kalau kamu pakai hari ini, gak terus kemudian whitehead dan blackheadnya hilang dalam 1 minggu. tapi hasilnya pasti. so far untuk aku demikian.the  :) 
semoga postingan Adit kali ini menjadi jawaban untuk kamu yang nunggu-nunggu review The Ordinary Niacinamide and Zinc . 
nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit.  
bye . :)

Wednesday, November 22, 2017

[Review] St. Ives Oatmeal Scrub and Mask

Hi semua,
hari ini Adit ingin share sedikit mengenai salah satu rutinitas mingguan baru Adit, scrubbing.
Well, mungkin kamu sudah familiar, bahwa , ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengangkat sel kulit mati , seperti misalnya :
  • scrubbing : dimana kita menggunakan lotion pembersih wajah yang berbulir, sehingga pada saat diaplikasikan ke wajah, bulir-bulir tersebut 'menggosok' wajah kita . Jadi ini sifatnya, mekanis. 
  • menggunakan exfoliating toner : lain halnya dengan scrubbing, exfoliating toner berisi exfo agent seperti AHA, BHA yang membantu melepaskan sel kulit mati di wajah kita, sehingga, walaupun tanpa digosok, sel kulit mati akan terangkat. 
  • perawatan ke skin clinic : di skin clinic, ada beberapa treatment yang berfungsi untuk membersihkan kulit kita dari kotoran yang menumpuk di permukaan, seperti microdermabrasion, atau peeling dengan exfo agent tapi dengan konsentrasi yang cukup tinggi, sehingga harus dipandu oleh dokter. 
Kenapa exfoliation itu penting ? 
Jawabannya, karena dengan melakukan exfoliation, kulit mati dan kotoran yang berada di lapisan permukaan paling atas , terangkat. Dengan demikian, skincare yang kita aplikasikan ke wajah kita jadi lebih mudah terserap oleh kulit.  Di samping itu, kulit kita yang semula kusam karena ada kotoran menumpuk, menjadi bersih :) 

Well, 
kalau sebelum-sebelumnya aku cerita tentang penggunaan exfo agent , 
hari ini aku mau share sedikit mengenai penggunaan facial scrub. 

Jadi, beberapa waktu yang lalu kulit aku agak kering. Mungkin karena aku mengalami perubahan cuaca yang cukup ekstrim . Jadi sudah 3 bulan ini aku pindah kerja , yang kemudian mengharuskan aku bolak balik ke lapangan di Tarutung. Di sana cuacanya cukup ekstrim, udaranya dingin, tapi mataharinya terik, jadi kalau siang , panas. kalau malam dingin , suhu udaranya cukup rendah. Nah , di Jakarta , temperature nya panas, udaranya lembab. Karena bolak balik ini lah, akhirnya kulitku "bingung", dan kadang-kadang extremely kering sampe flaxy di wajah ( terutama dekat bibir dan pipi ) dengan fine line yang keliatan jelas, eh tapi nanti ada jerawat , walupun cuma satu dua tapi kesel aja karena kondisi kulit ga stabil. 

Karena menggunakan exfo agent terlalu sering itu tidak disarankan, 
untuk kulit yang flaxy akhirnya aku menggunakan facial scrub , yang fungsinya notabene hanya untuk mengangkat kulit yang flaxy tsb , sehingga gak terlalu obvious banget flaxy nya. 
Setelah baca sana sini, akhirnya pilihanku jatuh pada St. Ives Oatmeal Scrub and Mask ini.

Oh iya, sebelum kita lanjut bahas mengenai produk ini, untuk kamu pengguna Instagram, kamu dapat follow instagramku @Joshua_adityaa . Walaupun kontennya sebagian besar tidak berhubungan dengan skincare, aku suka memberi hint mengenai daily routine-ku di instastory :)
Next, kita lanjut ke St.Ives Oatmeal. 

St.Ives Oatmeal Scrub and Mask 


Jujur, awal nya, aku pikir harganya berapa gitu, karena packagingnya besar. 
Begitu kemudian aku lihat harganya cukup affordable, aku agak underestimate produk ini :) haha. 

tapi, karena banyak review yang positif , akhirnya aku coba juga. Terutama , setelah melihat hasil dari COSDNA yang ''çukup' baik. 

Cukup di sini, artinya, in general, semua hijau, dengan 2 kuning dan 1 merah. 
2 kuning tersebut untuk viscosity controlling agent dan fragrance, sedangkan 1 merah itu untuk : Methylisothiazolinone , yaitu preservative agent. 

Tapi, good newsnya , produk ini mengandung : 
  • anti inflammatory agent : yaitu oatmeal ( nama kerennya avena sativa meal ) 
  • dan honey sebagai moisturizer alami 
Detailnya dapat kamu liaht di bawah ini : 


Results 

Kalau kamu ingin produk yang 'wow' yang secara ekstrim bikin kulit cling, mungkin bukan produk ini yang kamu cari. Nah, tapi, kalau kamu ingin produk yang cukup embut untuk digunakan 3 kali seminggu, yang fungsinya mengangkat kulit kering mu, tanpa perlu pusing dengan purging-purging, aku rasa produk ini suits you. 

Yang aku rasakan setelah 1.5 bulan menggunakan produk ini memang, produk ini tidak menyebabkan purging , karena memang gak mengandung exfo chemical . Bulir-bulir yang digunakan untuk scrub berasal dari cangkang walnut, jadi bukan sesuatu yang sifatnya chemical sama sekali. 
Dan, karena memang aku ingin menggunakan produk yang efektif mengangkat kulit kering di wajah, buat aku pribadi, produk ini cukup satisfactory . apalagi dengan kandungan honey nya. 

So, in term of scrubbing, scrub ini aku gunakan sebagai pelengkap exfo routine aku dan i'm happy :) 
Memang aku belum pernah menggunakan produk ini sebagai masker, karena buat aku untuk masker agak terlalu berat. Kalau diantara kamu ada yang pernah menggunakan produk ini sebagai masker, please share pengalaman kamu di kolom comment :) 

Oh iya, 
satu hal yang mungkin perlu Adit ingatkan, bahwa, 
scrubbing tidak boleh digunakan kalau kulit kamu kering yang sampai merah-merah, apalagi pada kondisi kulit kering yang sampai irritated. 
Kalau kulitmu lagi kemerahan dan irritated, kamu harus tunggu sampai kemerahannya mereda, dan tidak ada iritasi , baru kamu boleh melakukan aktifitas scrubbing ini . :) 
Begitu juga kalau  kulitmu sedang sun burnt. Seperti kulit aku saat ini. 
kemarin aku jalan-jalan ke Seoul, kondisi temperaturenya rendah banget, terakhir-terakhir sampe 1 deg C , dengan matahari yang terik. Akhirnya aku menghitam dan burnt. haha .. :) 
( nanti aku share deh itinerary dan spot-spot asik di sana untuk kamu belanja barang barang fashion dan skincare di blog ya :) ) 

Last but not least, jangan over do ya :) Scrubbing paling sering digunakan 2-3 hari sekali. 
Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit. 

Friday, November 17, 2017

[Review] 100% Organic Cold-Pressed Rose Hip Seed Oil - The Ordinary

Hi semua,
maaf aku baru balas balas comment.
kemarin off dulu , ke Seoul, agak lama :) baru balik kemarin.

thanks banget untuk antusiasme teman-teman yang rajin mampir ke blog aku :)
aku juga sudah balas comment nya satu-satu . :)

ngomong-ngomong mengenai balas comment,
di satu sisi, aku seneng banget karena semakin hari readernya semakin banyak, dan itu menunjukkan bahwa pengalaman yang aku share seputar skincare , bermanfaat untuk orang lain.
Di sisi lain, setiap kali buka comment , saking banyaknya comment yang masuk, 1-2 jam biasanya aku spent untuk balas comment . hahaha . Anyway, tapi aku tetap suka balas comment koq :) semoga bermanfaat dan dapat membantu kalian semua :)

Ok.

So, hari ini aku ingin share sedikit, lagi-lagi mengenai The Ordinary, salah satu brand skincare yang lagi hype banget belakangan ini. Walaupun hype, Adit gak pake produk ini karena semata-mata hype lowh ya. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi, beberapa waktu yang lalu aku berkenalan dengan brand ini, saat menggunakan produk Niacinamide + Zinc ( aku pernah review singkat di sini ) , dan aku suka banget. sudah masuk botol ke dua, dan tinggal setengah lagi. :)
Dari situ , akhirnya aku mulai explor lebih jauh produk-produk dari brand The Ordinary ini, mulai dari Alpha Lipoic Acid, Arganin, sampai dengan face oilnya yaitu Rosehip Seed oil ini.

Well, memang, menggunakan produk face oil untuk sebagian besar orang , menjadi sesuatu yang menakutkan. Ngeri-ngeri sedep kalau orang bilang. Terutama apabila kita memliki jenis kulit yang cenderung oily dan berjerawat. Mungkin kalian berpikir : " masa iya muka sudah oily dikasih oil lagi ? " Ketakutan tersebut memang tidak salah. Takut itu wajar koq. Tapi, satu hal yang mungkin perlu kita tahu adalah, bahwa khasiat oil itu berbeda-beda tergantung bahan dasarnya. Ada yang untuk kulit kering karena fungsinya melembabkan dan memberi barrier kulit sehingga tidak gampang dehidrasi, ada yang memiliki anti-bacterial agent sehingga bakteri penyebab jerawat mangkir ga balik-balik, dan masih banyak lagi fungsi lainnya.

Karena membahas semua jenis face oil akan memakan waktu seabad,
untuk postingan Adit kali ini aku akan membahas mengenai rosehip oil saja ya :)

Rose Hip Oil 

Rose hip oil merupakan minyak yang didapatkan sebagai hasil ekstraksi dari Rosa Mochata atau Rosa Rubiginosa, yang didalamnya mengandung banyak essentials yang penting untuk kesehatan kulit kita. Beberapa di antaranya adalah omega 6 dan omega 3, disamping juga pro-vitamin A ( mostly beta karoten ) dan tretionin. Zat-zat inilah yang kemudian sangat bermanfaat bagi kulit kita, terutama untuk kita-kita yang memiliki problem jerawat karena :
  • Omega 3 dan 6 sangat bermanfaat untuk mengurangi inflamasi 
  • sedangkan pro-vitamin A bekerja dengan cara mengurangi sekresi kelenjar minyak di wajah kita. 
  • tretinoin, yang juga merupakan turunan vitamin A , berfungsi untuk mengurangi sekresi kelenjar minyak , dengan cara 'mengempiskan'  kelenjar sebum tersebut. Dokter kulit banyak menggunakan tretinoin ini untuk mengatasi jerawat ( ada yang berbentuk obat minum , brand popular nya Roaccutane, ada juga yang dioles di wajah , brand popular nya Vitacid ) . 
Singkatnya, penggunaan rosehip oil secara rutin akan membuat kulit kita lebih sehat, lebih plumped, dan juga mengurangi frekuensi kemunculan jerawat. 

Tapi, Adit rasa aku perlu memberikan 'early warning' untuk kamu yang ingin menggunakan rosehip oil ini. Bahwa, penggunakan tretinoin , seperti hal nya roaccutane / vitacid, akan menyebabkan purging dulu. dan itu tingkat kepastiannya : 80% an lah pasti purging. Alasannya, karena cara kerja tretinoin tersebut yang mengempiskan kelenjar sebum, sebum yang sudah ada di dalam kelenjar tersebut akan squeezed out. 
Kecuali kamu sudah purging melalui produk lain dan sudah cukup bersih pori-porinya, apabila kamu ingin menggunakan rosehip oil , kamu harus siapkan mental, karena kemungkinannya akan purging dulu. 

Purgingnya berapa lama ? ini yang gak dapat Adit jawab. 
Lama tidaknya proses purging dan seberapa parah purging yang mungkin kamu alami sangat bergantung dari seberapa banyak isi kelenjar sebum kamu. :) 

The Ordinary 100 % Organic Cold Pressed Rose Hip Seed Oil 


Ok, sekarang kita diskusi mengenai rose hip oil produksi The Ordinary. 

Beberapa hal yang aku suka dari produk ini adalah : 
  • claim dari The Ordinary bahwa rose hip oil produksi mereka 100% organic, yang artinya, tidak ada chemical content yang berbahaya seperti : pestisida, dll , sehingga aku pribadi merasa lebih aman menggunakannya. 
  • produk ini 100 % dibuat dari tumbuh-tumbuhan , sehingga aman digunakan untuk kamu yang vegan. 
  • teknik yang digunakan untuk memeras oil nya adalah dengan metode cold pressed sehingga tidak ada penurunan kualitas dari essentials yang ada di dalam oil tersebut. Seperti kita ketahui, banyak essentials yang rusak jika terkena panas saat di ekstraksi. Dengan melakukan cold press method, hal tersebut dapat dihindari. 
  • alcohol free 
  • water free 
  • nut free 
  • silicone free 
  • cruelty free 
Well, menarik bukan ? Setelah baca ini itu, akhirnya aku memutuskan untuk membeli produk tersebut. Untungnya, aku sudah berkenalan dengan face oil sejak beberapa waktu yang lalu, jadi aku gak terlalu parno menggunakan face oil. Hanya ada satu hal yang sempat membuat aku maju mundur menggunakan produk ini , yaitu tidak ada COSDNA observation yang available saat ini. After the long battle, akhirnya aku beli juga. 

Results 

I M P R E S S E D. 

Gila sih ! 
Yang aku rasakan dari produk ini : 
  • di aku hanya less to none purging. Mungkin karena aku sudah purging jadi hanya ada satu / dua komedo yang ada di dalemmm banget yang uda ada di wajah dari 6 bulan yang lalu, akhirnya keluar. Gede, panjang, warnanya uda agak  hijau kehitaman .. iyeeeuuuwwwhh banget deh pokoknya. Tapi aku happy. haha. Karena akhirnya keluar juga tu komedo. 
  • Membuat kulit aku lebih sehat dan glowing setelah 2 minggu pemakaian.
  • Melindungi kulit secara maksimal dari udara / temperature yang ga bersahabat. Jadi waktu kemarin aku ke Seoul, di hari hari terakhir aku di sana, temperaturenya sudah mulai gak enak , 1-2 derajat Celcius. Walhasil , muncul winter rush di sekujur kulit di tubuh ku. Di paha, lipatan lutut, betis, lengan . semuanya. Tapi tidak di wajah dan di leher. Setelah aku telaah, karena di wajah ku pagi dan malam aku gunakan rosehip oil ini 2 tetes pada step terakhir perawatan kulit. 
  • Kalau digunakan siang memang membuat kulit agak sedikit kekuningan, tapi , kalau selama ini kamu battle dengan susahnya meratakan concealer / bb cream, dengan menggunakan sedikit rose hip oil ini, aku merasa jauh lebih mudah meratakan bb cream / concealer ( aku gunakan concealer di bawah mata, karena tiap kali jalan-jalan pasti kurang tidur . jadi mataku kayak zombie. hahah )
So, singkatnya. this product is definitely a yes for me. 
Nah, tapi sekali lagi aku mengingatkan, untuk kamu yang ingin menggunakan rosehip oil, selalu consider bahwa mungkin akan terjadi purging ya guys :) 

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit :) 
ciao !


Wednesday, November 1, 2017

[Review] Hera Cell Essence

Hi all ,
hari ini Adit ingin share sedikit mengenai salah satu essence product yang aku gunakan.
Essence ini merupakan produk dari Hera, salah satu brand korea, yang, gak terlalu popular sih di Indonesia, kecuali di antara orang-orang pencinta Korean skincare banget.
Walaupun brand ini gak popular di Indonesia, di Korea sana, brand ini banyak peminatnya. Bahkan, brand ini menjadi salah satu brand yang mendanai Seoul Fashion Week beberapa waktu yang lalu.:)
Kenapa Adit koq tahu ?
Well, karena itulah awal mulanya aku berkenalan dengan brand korea ini.

Jadi, beberapa waktu yang lalu, pacar Adit kebetulan dapet invitation untuk ikut Seoul Fashion Week, dan di sana, doi dibagi beberapa tester Hera. Berhubung doi tau aku suka banget produk skincare korea, akhirnya dia berikan sample tersebut untuk aku.

Long story short, I was amazed by the result. Tapi memang, waktu itu gak pakai ba-bi-bu, aku bahkan gak cek COSDNA nya dulu. hahaha, well, ceroboh memang. Tapi ternyata enak juga produk-produk Hera ini.

Nah, salah satu produk yang aku coba adalah Hera Cell Essence.
Essence ini cukup menarik untuk Adit, karena, pertama kali pakai, langsung berasa hydrating effectnya.
Kurang lebih tampilannya seperti ini.


Hera Cell Essence

Well , mungkin dari antara kamu ga banyak yang tau tentang Hera ini. Tapi , Hera termasuk salah satu brand kelas mengengah yang banyak disukai oleh orang korea. Terutama, untuk essence dan primernya.

Salah satu dari sekian banyak produk Hera yang disukai adalah Hera Cell Essence ini, yang memang memiliki fungsi cukup lengkap , mulai dari hydrating, anti aging, sampai brightening.

Memang, untuk menunjang fungsi yang sebegitu banyaknya, akhirnya ingredient listnya jadi panjang juga. Which is a bit no no , kalau kamu punya kulit yang super sensitive. Well, seharusnya aku juga termasuk, karena kulitku sensitive. Tapi berhubung waktu itu dikasi trial size dan entah gimana, aku lupa cek COSDNA, langsung aku gunakan malam itu , dan aku suka. hahah ..

Gila sih kalau dipikir-pikir, karena , ada beberapa hal yang menurut aku seharusnya menjadi CONS dari produk ini yaitu :
  • ingredient list yang panjang, termasuk di dalamnya nama - nama ingredient yang aku gak terlalu familiar. 
  • kandungan ke-3 nya adalah alcohol. Can you imagine it ? Aku sampai lupa cek produk ini ada alkoholnya atau tidak. 
  • Walaupun in general semua kandungannya hijau, ada satu ingredient yang memiliki acne skala 5 ( out of 5 ), dan irritant 0-3 ( out of 5 ) , yaitu potassium chloride. Untungnya, aku ga jadi jerawatan menggunakan produk ini. ( puff .... ) 
Untuk detail cosdna nya kamu dapat click di sini . Aku ga posting karena agak terlalu panjang. 

Nah, terlepas dari CONS nya, ada beberapa PROs yang perlu aku note di sini yaitu :
  • terlepas dari keberadaan alcohol dalam kandungan produk, ternyata aku gak iritasi maupun kering. Malahan sebaliknya, kulitku lebih moist tapi gak lebay. mungkin karena ada kandungan adenosine dan agininenya , dan beberapa ingredient lain yang aku gak familiar (?) 
  • Aku gak jerawatan sama sekali menggunakan produk ini, tapi , kalau kulitku lagi sensitive , biasanya aku hindari dulu untuk sementara waktu. aku kan suka jalan-jalan, jadi kadang2 kulitku geseng kepanasan matahari. So, sementara aku jadi si bolang, biasanya aku stop semua produk yang mengandung alkoholnya, biar kulitku yang sedang terbakar gak jadi iritasi :) 
  • Produk ini juga sukses bikin kulit aku lumayan glowy, tapi , sehubungan dengan mencerahkan, aku gak melihat hasil yang terlalu significant sih. mungkin karena kulitku putih. 
  • Konsistensi fluida nya yang encer, membuat produk ini cepat terserap kulit. Untuk kamu kamu yang biasa menggunakan multi layer skincare, produk ini gak bikin kulit kita seperti ada tumpukan tebal di wajah. 
  • In general, dari semua fungsi yang ditampilkan, fungsi anti aging lah yang menurut aku paling aku rasakan. So, in term of anti - aging, bagus. tapi untuk brightening, whitening, hmm, so - so. :) 
Nah, selain hal-hal tersebut di atas, ada beberapa hal yang mungkin perlu aku catat di sini : 
  • saat ini produk-produk non BPOM agak cukup susah dicari di Indo, dan produk ini salah satunya. Entah karena bea cukai sedang memiliki concern tertentu atau gimana, tapi, mungkin kamu bias merasakan bahwa banyak supplier-supplier PO yang agak kewalahan karena produk PO nya gak sampai-sampai. So, melihat kondisi tersebut, dan produk ini ga ada di Indonesia, agak susah sekarang cari produk ini yang ready stock, bahkan mungkin jarang ada PO supplier yang mau dimintakan tolong beli produk ini, karena harganya di atas USD 50, yang artinya pasti kena screen bea cukai dulu. 
  • Produk ini mengandung lecithin, so untuk kamu yang alergi , mungkin kamu perlu aware dengan produk ini. 
  • Di samping itu juga produk ini mengandung citric acid, salah satu jenis acid , jadi, kalau kamu lagi aktif exfo nya, mungkin kamu gak perlu menggunakan produk ini dulu. 
  • Juga, produk ini mengandung perfume, yang, kalau kulitmu super sensitive, lebih baik dihindari
  • Suitable untuk 27+ y.o , karena anti agingnya. Tapi, untuk yang belum concern dengan aging, menurut ku sebaiknya gak perlu :). 
All in all, aku suka essence ini, tapi, melihat sulitnya menjaga supply produk terus ada di Indonesia, aku memilih untuk tidak bergantung pada produk ini, karena ribet sendiri nanti di saat kulit kita sudah cocok, eh .. tau-taunya produknya susah di dapat. :) 

Alright then, nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit :) 

Monday, October 23, 2017

[Healthy Life] Propolis, Satu Lagi dari Lebah untuk Mengatasi Jerawat

Hi semua,
sudah beberapa waktu terakhir Adit jarang share mengenai hal-hal sehubungan dengan kesehatan tubuh dan kulit. Hari ini , Adit akan share sedikit mengenai propolis.

Well, kalau aku ga salah ingat, propolis start booming beberapa waktu yang lalu, bersamaan dengan salah satu brand MLM yang memang menjual propolis sebagai salah satu produk andalannya. Sejak saat ini, nama propolis mulai lebih dikenal, termasuk juga khasiatnya. Sehubungan dengan khasiat propolis tersebut jugalah, akhirnya ada beberapa brand skincare Korea yang menggunakan propolis sebagai salah satu bahan dasar produk mereka. Tapi, ibarat kata , tak kenal maka tak saying, hari ini Adit akan mengulas lebih jauh mengenai propolis agar kamu lebih paham, apa-apa saja khasiat propolis, bagaimana cara kerjanya, sampai dengan cara memilih produk propolis yang baik.
Yuk, stay tune di sini.

Propolis, Si Hitam tak Manis dengan Berbagai Khasiat

Dikutip dari Wikipedia, propolis merupakan salah satu produk dari lebah madu yang bersifat resin yang memiliki fungsi utama sebagai perekat lubang kecil pada rumah lebah. Warna propolis adalah coklat tua ( walaupun bervariasi tergantung dari jenis getah tumbuhan yang diambil oleh lebah tersebut ) .

Manfaat utama dari propolis ini adalah :
  • memperkuat stabilitas rumah lebah dan mengurangi getaran 
  • memperkuat pertahanan sarang dengan cara mengurangi jalur masuk alternative ke dalam sarang lebah 
  • menghalangi pertumbuhan bakteri dan parasite
  • mengisolasi hewan yang mati di dalam sarang, sehingga tidak membusuk dan berbau . 
Well, 
melihat fungsi propolis di atas, tiba-tiba Adit jadi amazed banget . Hebat juga nih lebah, dapat berpikir se advance itu. Hebat banget ! . 

Sehubungan dengan kesehatan tubuh kita, propolis ini berfungsi untuk menghalangi pertumbuhan bakteri, virus , jamur dan parasite di tubuh kita, termasuk di kulit. 
So, dengan rutin mengonsumsi propolis, daya tahan tubuh kita menjadi lebih kuat, karena berkurangnya aktifitas mikroorganisme berbahaya di dalam tubuh. 
Sehubungan dengan jerawat, seperti kita ketahui, walaupun kemunculan jerawat itu tightly related dengan produksi sebum, ada satu bakteri jerawat yang menjadi salah satu factor pencetus utama yaitu bakteri p.acne. Dengan rutin mengonsumsi propolis, diharapkan aktifitas bakteri p.acne dapat lebih diredam. Beberapa bahkan menyarankan untuk rutin menggunakan propolis sebagai masker , dan obat jerawat alami . 
Tapi, kalau aku sih, hmm .. sayangg , hahaha. soalnya, harga propolis ini tergolong tidak murah. Kalau kamu lihat di situs online shopping, paling tidak harga propolis ini berkisar IDR 100.000 , untuk jumlah yang sedikit. Well, masuk akal memang, melihat benefit yang ditawarkan oleh produk tersebut. Justru, kalau ketemu propolis yang harganya murah , aku jadi mikir banget. Asli gak nih ? Anyway, di samping harga, ada beberapa hal lain yang perlu kamu perhatikan sehubungan dengan memilih propolis. 


Tips Memilih Propolis


Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sehubungan dengan memilih produk propolis yaitu :
  • pastikan kamu memilih produk yang jelas. Jelas di sini dapat berarti : brand nya jelas dan di beli di recommended seller , baik secara online maupun langsung dtg ke tokonya. Kalau Adit, biasanya aku beli di tk obat cina , salah satunya di ITC Kuningan. 
  • pastikan kamu memilih propolis dengan bahan dasar pelarut non-alcohol. Disamping memang untuk kamu yang memeluk agama Islam, yang disarankan untuk menghindari produk beralkohol, propolis dengan bahan dasar alcohol cenderung agak panas di badan, dan ga bagus digunakan untuk masker / obat totol jerawat. 
  • Biasanya propolis yang asli agak pahit kecut semi-semi asam dikit. Hahah , gimana yah menjelaskannya ? Tapi yang pasti, harus agak pahit kecut. Kalau propolis yang kamu beli cenderung tidak berasa , atau malahan manis seperti madu, mungkin yang kamu beli produk palsu. 
  • Jangan tergiur oleh produk murah, karena saat ini banyak produk propolis palsu yang beredar di pasaran. 
  • Saat ini juga ada produk produk madu yang sudah mengandung propolis, seperti madu hitam pahit , dll. Memang agak sulit mengecek keaslian propolis tersebut jika sudah bercampur dengan madu, tapi , dengan memilih produk propolis yang bercampur madu, kamu juga dapat memperoleh manfaat dari madu, sekaligus propolis, dalam satu produk. 
  • Adit pribadi juga cenderung untuk memilih produk propolis yang cair , bukan produk dalam kemasan kapsul , karena , produk propolis dalam kemasan kapsul entah kapan diproduksinya. 

Anyway, 
mengatasi problem jerawat memang gak mudah, dan gak cepat. Walaupun demikian, diharapkan, dengan memilih skincare yang tepat , dengan diimbangi pola makan dan diet serta supplemen yang benar, kamu akan mendapatkan kesehatan kulitmu yang kamu inginkan. 

Nantikan tips dan review lainnya hanya di Groom it Like Adit :) 

Saturday, October 14, 2017

[Review] The Body Shop Aloe Vera Multi-use Soothing Gel

Hi semua,
maaf baru posting lagi ..
beberapa waktu belakangan ini sebenarnya Adit sudah ingin posting,
tapi tiap kali buka blog, Adit keasikan balas comment, tau tau sudah 2 jam sendiri balas balas comment . haha :)

Hari ini Adit ingin share sedikit mengenai salah satu produk aloe vera. Well, untuk teman-teman yang suka baca blog ku, kalian pasti ngeh kalau aku suka banget dengan aloe vera , dan snail, di samping beberapa produk lainnya . Memang, aloe vera gel merupakan ingredient yang didedikasikan untuk kulit sensitive, yang , apabila digunakan secara rutin, akan membuat kulit kita jadi glowing.
Problemnya, sebagian besar produk aloe vera yang dijual di pasaran, mengandung alcohol, termasuk the most popular aloe vera poduct : Nature Republic. Dulu COSRX sempat mengeluarkan aloe vera yang menurut adit bagus banget, dan non alcohol, tapi mungkin karena produk aloe vera tersebut gak sepopuler produk mereka yang lain, akhirnya discontinue. Sejak saat itu, aku coba banyak produk aloe vera , termasuk produk dari The Body Shop , dan aku suka banget. Aku pernah mengulasnya di sini . Nah, tapi memang produk The Body Shop ini kecil tube nya, jadi terhitung agak mahal.

Pas kebetulan akhirnya kemarin The Body Shop rescue gel ku habis, aku mampir lagi ke TBS , dan ternyata produk rescue gel itu sudah discontinue, digantikan dengan produk aloe vera baru dengan tube yang jauh lebih besar , yang punya ngaran : Multi Use Soothing Gel. Yuk kita bahas lebih jauh produk yang satu ini.


The Body Shop Aloe Vera Multi-use Soothing Gel 

Hell yeah !! lol.
Begitu kurang lebih rasa-rasanya waktu pertama aku lihat ukuran tube nya.
Dibadingkan produk terdahulu yang ukurannya mungil banget,
produk generasi kedua ini jauhhhhh lebih besar.
Mungkin TBS sadar, dengan ukuran produk yang sangat kecil tersebut, mereka tidak akan mampu bersaing dengan produk aloe vera dari brand korea. Sehingga akhirnya mereka memutuskan mengeluarkan produk dengan ukuran besar, dan harganya juga hampir-hampir sama.

Yang lebih menyenangkannya lagi adalah :
  • produk ini mengandung 90% ekstraks aloe vera murni 
  • tidak mengandung pewarna buatan
  • tidak mengandung paraben
  • tidak mengandung alcohol ( yay !!! ) 
  • di desain sedemikian rupa sehingga suitable for sensitive skin 
  • dapat digunakan ke seluruh tubuh, baik itu wajah, sampai rambut ( walaupun aku lebih prefer untuk wajah aja, sayangg soalnya . haha ) 
  • Cosdna menilai : no acne and no irritant tendency at all ! Ga percaya ? lihat table berikut. 


Seperti yang kamu lihat di table di atas, tidak ada ingredient yang berpotensi menyebabkan acne maupun iritasi kulit. Skala safetynya juga in general hijau semua , hanya beberapa yang memiliki skala kuning, maksimum 4 dari 9, which still safe.

Aku sudah coba produk ini kurang lebih sebulan. Dan , I love it !
I think this product is my new aloe vera holy grail product! I really love how it glows my skin, and also hydrating at the same time. So, I totally recommend the product if you're looking for an aloe vera gel for your daily routine.

Salah satu kelebihan Aloe Vera TBS dibandingkan produk lainnya seperti Nature Republic adalah : bahwa kita gak perlu khawatir apakah produk yang kita beli ini asli atau palsu. karena , kita beli langsung di counter TBS nya. ya kan ? so, totally recommended.

Oh iya, satu hal yang perlu aku sampaikan untuk kamu yang baru menggunakan aloe vera produk.
Setiap kali kita mengaplikasikan aloe vera, ada sensasi tingling, seperti agak perih, agak cubit cubit sedikit, itu bukan berarti kulit kita ga cocok aloe vera ya.
memang , kalau kita beli aloe vera asli dan kita gunakan ke wajah pun, memang rasanya demikian.
Jadi jangan kaget. :)

Oh iya, untuk kamu para pengguna Instagram, kamu dapat follow adit di @Joshua_adityaa karena aku suka posting hint mengenai daily routine ku di insta story. Úntuk skincare aku memang gak posting di main post karena awalnya aku mendesain IG ku untuk personal dan traveling (salah satu hobby ku yang lain). Tapi, berhubung banyak reader yang nanya daily routineku, akhirnya aku gunakan fasilitas insta story tersebut utk share daily routine, karena lebih praktis dan gak makan waktu seperti halnya nulis blog :)

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit ya !



Thursday, September 28, 2017

[Review] Duo Mask Combo : Cathy Doll White Tofu and IOPE Bio Activator Mask

hi semua,
apa kabar ?

beberapa hari terakhir ini ada reader blog aku yang me-report mengenai kondisi kulit mereka beberapa bulan terakhir yang jauh membaik , dan aku senaaanng .. :)

rasanya puas banget saat ternyata skincare routine yang aku share di blog , memberi manfaat untuk orang lain yang membacanya. :) jadi makin semangat tulis blog. :)

Anyway, ngomong-ngomong mengenai nulis blog ,
sebenernya sudah dari beberapa waktu yang lalu aku mau posting, tapi, setiap buka blog , tanpa aku sadari aku spent waktu cukup banyak untuk membalas comment. Semakin banyak yang baca blog, semakin banyak comment yang masuk . Walhasil, 1-2 jam aku spend untuk balas comment. terus lupa mau nulis blog. hahaha ..

So, hari ini aku ingin share mengenai mask yang aku suka banget. Ada 2 , yaitu : Cathy Doll White Tofu ( aku gunakan kurang lebih 2 bulan terakhir ) , dan IOPE Bio Essence Mask. Sebenernya, IOPE ini the best banget. Tapi entah kenapa, produknya discontinue. Dan aku tinggal punya 4-5 buah lagi. Sad :( . Aku benar-benar berharap semoga IOPE kembali mengeluarkan produk ini.

Anway, review aku kali ini sifatnya review singkat ya. Soalnya IOPE aku sudah pernah bahas beberapa waktu yang lalu, sedangkan Cathy Doll, aku gak menemukan COSDNA result , jadi gak terlalu banyak yang dapat aku ceritakan, selain hasilnya , yang kurang lebih seperti ini :


Haha, maafkan mata dorayaki-ku, dan kumis jenggot yang gak rapih.
Tapi , overall aku suka banget kedua mask ini karena membuat kulit ku calm, lebih kenyal, dan cerah. Tampilan produknya kurang lebih seperti ini gambar di bawah ini.



 Kenapa kita perlu mask ? 

"Dit, sebenernya perlu gak sih maskeran ? "

Jawabannya : perlu, banget.
Alasannya :
  • masker membantu mengangkat kotoran mati dengan efektif, sehingga produk yang kita gunakan sehari-hari lebih dapat terserap oleh kulit kita , sehingga manfaatnya lebih maksimal dirasakan oleh kulit kita
  • masker juga biasanya berisikan abundant supply of vitamins and minerals that our skin needs the most. So, dengan rutin mengaplikasikan masker ke kulit kita, kulit ktia tetap sehat dan terjaga kualitas nya. 
masih ada banyak lagi alasan lainnya kenapa kita harus menggunakan masker, tapi paling tidak kedua hal diatas merupakan alasan utama kenapa maskeran itu penting menurut adit. 


Untuk kamu yang memang menganut Korean skincare steps, kamu pasti ngeh bahwa masking merupakan sesuatu yang gak dapat dipisahkan dari rutinitas sehari-hari. mereka bahkan melakukan itu setiap hari, which is , agak ribet juga terutama kalau kita memiliki rutinitas yang sangat sibuk. 
Tapi paling enggak, 2-4 kali seminggu cukup koq. 

Ok, balik lagi ke 2 produk di atas . 
Cathy doll memiliki bentuk agak seperti paste, tapi mudah lumer dan gampang di gunakan. Kekurangannya hanya satu, yaitu, kamu musti colek produknya langsung dengan tangan kamu, karena tidak dilengkapi spatula. Oleh karena itu, aku biasanya menggunakan spatula dari produk lain , untuk menjaga kehigienisan dari produk tsb. 
Sedangkan IOPE, discontinue. V_V . 
Well, setelah 5 produk terakhir ini habis, nampaknya aku harus mulai cari-cari lagi produk baru untuk menjadi tambatan hati. 

Cara Pakai 

Aku menggunakan kedua produk ini berurutan. Jadi , setelah cuci wajah, aku gunakan toner. 
Lalu aku aplikasikan Cathy Doll White Tofu mask selama 30 menit or so. Setelah itu aku cuci wajah dengan air hangat. Kemudian aku aplikasikan IOPE Bio Essence . Happy. lol . 

Anyway, 
maafkan untuk review singkat ini. I know, it's more of a story sharing than reviewing a product. Walaupun demikian, it is worth to share. :) 

Oh iya, karena ga ada cosdna observation, disarankan kalau kamu mau mencoba produk ini, lakukan test patch dulu ya. :) Takutnya ada ingredient yang gak cocok dikulitmu. :)

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit. :) 




Saturday, September 16, 2017

[Review] The Ordinary Niacinamide 10% and Zinc 1%

Hi semua ,
maaf baru nulis review lagi :)

beberapa minggu ini ritme kerja Adit agak berubah.
Mulai dari pindah kantor, sering bolak balik ke Tapanuli, dan .. di kantor baru ini blogger di block. Walhasil, yang biasanya aku bias ngetik review di jam makan siang , sekarang jadi ga bisa deh.. #demm..

anyway,
seperti janji Adit beberapa waktu yang lalu,
hari ini Adit ingin share review mengenai salah satu produk dari brand The Ordinary, yaitu Niacinamide and Zinc. Untuk kamu yang belum familiar dengan brand The Ordinary, Adit pernah mengulas brand ini beberapa waktu yang lalu. Kamu dapat click di sini.

Yuk, langsung saja kita bahas, The Ordinary Niacinamide and Zinc .

The Ordinary Niacinamide 10% and Zinc 1%

My The Ordinary Combo : Niacinamide Zinc and Azelaic Acid 
Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai produk ini, Adit akan cerita sedikit mengenai Niacinamide dan Zinc. 

Niacinamide merupakan nama lain dari Vitamin B3. Kamu dapat menemukan niacinamide pada hamper semua produk skincare saat ini, karena memang, niacinamide ini memiliki banyak fungsi, mulai dari mencerahkan, mengurangi kemerahan kulit, dan menjaga kulit kita terlihat bersih dan glowy. Yang menarik dari produk The Ordinary ini adalah konsetrasinya yaitu 10 % . Selama ini skincare lainnya hanya menggunakan niacinamide dengan konsentrasi sedikit, dan hanya sebagai pelengkap. Sedangkan The Ordinary, menggunakan niacinamide sebagai kandungan utama dan konsentrasinya tinggi. 

Yang berikutnya adalah Zinc. Adit kenalan dengan Zinc ini sudah sejak lama , tapi aku biasanya minum suplemen zinc, karena membantu mengatasi kulit yang terlalu oily, dengan cara mengurangi pembentukan sebum. Kalau kamu search di google, ada banyak article yang membahas mengenai studi manfaat zinc terhadap kesehatan kulit, kuku dan rambut. Selain digunakan untuk mengurangi pembentukan sebum, zinc juga digunakan untuk mengatasi ketombe. Singkatnya, zinc ini merupakan mineral penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Agak jarang ada skincare yang meramu produknya dengan menggunakan zinc sebagai salah satu zat utama. Mengenai hal itu Adit juga gak ngerti kenapa. Now that we have zinc + niacinamide , I really really have high expectation about this product. Next , kita lihat cosdna results. 


Ok, kalau kita lihat di atas, dari keseluruhan isi product, hanya ada 1 yang membuat aku khawatir, yaitu Carrageenan, salah satu zat yang memberi sensasi wewangian , yang memilik skala acne 5 dan skala irritant 2. Well, to be honest, aku terlewat. This might be crazy but, I don't think I saw this the first time I decided to buy the product. V_V . Anyway, tapi, saat ini aku sudah menggunakan produk ini selama hampir 2 bulan, dan aku baik-baik saja. No acne , no breakout. So I guess, this carrageenan might react to some people that is sensitive to the ingredient, while lucky me , i'm not. Padahal aku ngerasa kulit ku sudah super super sensitive, tapi ternyata belum segitunya. .lol .. 
Tapi beberapa waktu yang lalu ada reader blog ku yang bilang kulitnya jadi beruntusan menggunakan produk ini, mungkin karena specific ingredient ini  atau hal lainnya ? I don't know yet. So, kalau kamu tertarik menggunakan produk ini, selalu lalukan patch test untuk memastikan bahwa kulitmu gak reaktif terhadap salah satu ingredient yang terdapat dalam produk. 

Results

Ok, ini yang menarik .. dari sekian banyak produk yang pernah aku gunakan, baru produk ini yang bener-bener bias mengurangi sekresi minyak di kulit ku. 
Ceritanya, pada saat aku awal awal menggunakan produk ini, aku coba 4 tetes langsung aku aplikasikan ke wajah, kulit ku langsung suppppeerr kering. Akhirnya aku coba kurangi jadi 3 tetes .. masih terlalu kering, 2 tetes masih terlalu kering juga .Aku bingung. 
Akhirnya, aku search di reddit, dan banyak reddit member yang menganjurkan untuk menggunakan produk ini dicampur dengan snail essence ( bias Cosrx, atau Benton ) , so I tried. 
Aku campur satu puff snail essence dengan 2 tetes Nianinamide Zinc, dan .. oallaaa .. love !!!!

Saat ini produknya sudah tinggal sedikit, but I will definitely repurchase !! 

Final Thought 

The Ordinary Niacinamide Zinc merupakan salah satu produk yang sukses mengurangi sekresi oil di wajahku. Penggunaannya hanya dengan 2 tetes dicampur dengan snail essence, pagi dan malam hari. 
The product is very recommended. But, there's an ingredient that might trigger acnes , or not suitable for very sensitive skin , that luckily does not cause any bad reaction on my skin , but to some other people, yes. So, it is recommended to always try test patch prior to applying to all over your face for at least 2 weeks or so. Only to make sure that your skin accepts the product well. 

I definitely will repurchase the product , with some other new products from The Ordinary that already in my watch list. lol 
Alright then. that's all from me ! Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit . ciao :)







Saturday, August 26, 2017

[Review] Duo Mist Combo : Avene Eau Thermale and Evoluderm Brume D'eau



Hi semua :)
hari ini Adit ingin share sedikit mengenai dua mist produk yang aku gunakan saat ini yaitu : Avene Eau Thermale Spring Water dan Evoluderm Brume d'eau Anti-Aging.

Ngomong-ngomong mengenai mist product, memang, mungkin dari semua pemerhati skincare, kurang dari 40% menggunakan mist product. Sebagian berpikir mist product itu cuma buang-buang duit, sebagian lainnya berpikir, mist product mungkin perlu, tapi gak essential. Nah, kalau Adit , aku melihat produk mist itu sebagai bagian yang gak terpisahkan. Kenapa ?

Alasannya sebenernya simple, pertama mist membantu aku untuk meratakan essence atau skincare product yang konsistensinya agak kental. Seringkali essence atau serum atau moisturizer yang agak kental, pada saat kita aplikasikan ke wajah, saking kentalnya, terus bikin kulit kita jadi terasa tebal, dan lengket. So, biasanya, aku semprotkan dulu mist ke wajah, baru kemudian aku aplikasikan essence ke wajahku. Dengan cara ini, essence yang kental tersebut lebih mudah diratakan di wajah.  Cara ini juga akan  membuat penggunaan essence tersebut menjadi lebih irit, karena cukup dengan sedikit essence, kamu dapat meratakannya ke seluruh bagian wajahmu.

Yang kedua, mist membantu memberikan immediate hydration supply, terutama , untuk kulit yang sensitive dan mudah memerah seperti kulitku. Well, ini juga penting banget. Kulit yang dehidrasi dan memerah , selain gak enak dilihat juga , akan memicu problem lainnya jika tidak kita jaga, seperti meningkatnya produksi sebum, sehingga memicu kemunculan whitehead dan blackhead, yang kemudian sangat mungkin menyebabkan jerawat, dll. Oleh karena itu, biasanya selalu tersedia mist di tas ku , yang selalu aku bawa ke mana-mana.

Yang ketiga adalah, butiran mist yang super kecil membuat produk yang kita semprotkan ke wajah kita tidak akan kemudian menyebabkan wajah kita banjir kayak habis kehujanan. Sehingga, menggunakan mist, jauh lebih praktis daripada menggunakan produk lainnya, in term of hydration supply.

Nah, sehubungan dengan Avene, Adit yakin, banyak di antara kalian yang mungkin familiar dengan mist ini, bahkan mungkin juga menggunakan produk ini. Avene mist memiliki capability untuk meredakan reaksi kulit yang lebay setelah treatment atau setelah penggunaan exfoliating agent. So, menggunakan Avene setelah treatment akan membantu kulitmu untuk kembali ke kondisi normal lebih cepat , menghilangkan merah-merah lebih cepat, tanpa efek samping . Biasanya, kalau adit habis facial, sampe rumah, aku semprotkan Avene ke kapas, lalu aku kompres di wajah sampai kapasnya kering. Dan, bersamaan dengan keringnya kapas tersebut, kemerahan di wajah sehabis facial pun jauh lebih mereda.

Next Evoluderm Brume d'eau.

Mungkin untuk produk yang satu ini, kamu gak terlalu familiar. Jujur, Adit pun enggak familiar dengan produk ini. Dan bener-bener gak sengaja juga membeli produk ini. Beberapa waktu yang lalu, sehabis gym , lagi lagi di Kota Kasablanka, I stumble across this interesting product when I was walking , from Celebrity Fitness, to my car. Iseng-iseng aku lihat, aku baca-baca, beli deh.

Haha.

Memang ga boleh banget , jalan-jalan santai di mall . Mata pasti ga bisa diam lihat kiri kanan, akhirnya kepincut sama salah satu produk. Gak kapok-kapok, terpicu oleh rasa keingintahuan ku , karena produk Evoluderm ini merupakan mist product yang konsepnya seperti Avene, tapi dengan hyaluronic acid di dalamnya.

Pertama kali menggunakan produk ini, aku agak kaget, karena produk ini agak stingy, dibandingkan dengan Avene. So, aku sempet khawatir, apakah produk ini akan mengiritasi kulitku atau tidak. Dan ternyata tidak.

Evoluderm membuat kulitku lebih plumped, lebih glowy, almost instantly. I love this product banget. Memang, produk ini bukan untuk mengatasi kulit sensitive kemerahan seperti halnya Avene, tapi produk ini memberikan immediate glow supply yang aku perlukan, yang tidak dimiliki oleh Avene.

Singkat kata, Avene dan Evoluderm ini jadi saling melengkapi. Yang satu memberikan kenyamanan untuk kulit sensitifku, yang satunya lagi memberikan instant glow yang aku sukai.

Bagaimana dengan kamu ? Punya pengalaman seputar Avene dan mungkin Evoluderm ?
Yuk, sharing-sharing di kolom komentar di bawah ini ya.

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit.

Wednesday, August 23, 2017

[Beauty Info] 4 Things for Your Acne-prone Skincare

hi , all :)

kemarin sore, ada salah seorang reader yang menghubungi Adit via instagram . Doi bertanya sedikit mengenai hal-hal apa sajakah yang harus kita perhatikan sehubungan dengan perawatan kulit kita.
Nah, karena jenis kulit setiap orang berbeda-beda, tentu kebutuhan untuk perawatan kulit juga jadi berbeda-beda pula. Paling enak kalau jenis kulit kita normal , gak bermasalah, dan gak pernah memberikan reaksi buruk terhadap setiap jenis skincare yang kita gunakan. Surga banget deh itu. Orang bilang kulit badak. Tapi Adit ga setuju. Mana ada badak perlu perawatan kulit, ya kan ? lol.

Yang menyebalkan memang kalau kulit kita reaktif, sensitif, mudah memerah, mudah kering, mudah iritasi, mudah berjerawat pula. Untuk case seperti ini, kita harus benar-benar selektif dalam menentukan apa-apa saja yang akan kita aplikasikan ke kulit. Dan, mencari tahu perihal apa saja yang cocok dan gak cocok ke kulit kita juga perlu kesabaran, karena yang cocok di kulit orang lain (aku misalnya), belum tentu cocok di kamu. Biasanya hal ini terkait reaksi alergi di kulit orang , yang sifatnya spesifik. So, untuk case seperti ini, kamu mungkin harus melakukan 'trial & error' sendiri. Tapi, paling tidak, Adit dapat membantu kamu untuk memberikan panduan secara garis besarnya, hal-hal apa saja yang kamu perlukan untuk skincare kamu, termasuk di antaranya hal-hal apa saja yang harus kamu hindari saat memilih skincare. Karena kulitku acne-prone sensitive, postingan Adit kali ini didedikasikan untuk jenis kulit serupa. Mungkin itu kulitmu ? Kalau iya, yuk kita diskusi lebih jauh, 4 hal sehubungan dengan skincare yang harus kamu perhatikan, untuk mengurangi frekuensi jerawatmu.

4 Things for Your Acne-prone Skincare 


Well, kalau kita mau jujur, sebenernya , kita dibuat bingung oleh berbagai macam jenis skincare yang saat ini beredar di market. Mulai dari jenis-jenis skincare yang sedikit banyak kita kenal seperti facial wash, toner, cream, sunblock, sampai dengan jenis-jenis skincare yang agak awam ditelinga kita seperti skin , ampoule, first essence, night mask, serum, dll. Dengan sebegitu banyaknya jenis skincare yang ada di market saat ini, kalau kita mau ikuti semua, yang ada kantong kita pasti bolong donk. Belum lagi, kalau misalnya, dari sekian banyak jenis tersebut, ada beberapa item yang gak cocok di kulit kita, atau gak cocok dengan jenis kulit kita. Yang ada, alih-alih ingin mendapatkan kulit yang clink , yang ada kulit kita malah iritasi dan breakout.

Terutama untuk kita yang memiliki kecenderungan untuk timbul jerawat , dan sensitif. Saran Adit, gak semua item tersebut harus kita pakai. Malah, sebaliknya. Orang-orang dengan kecenderungan sangat mudah berjerawat sebaiknya memahami benar karakter kulitnya sendiri. Contoh : apabila pada sebagian orang , kulit mereka aman menggunakan skincare yang berlayer-layer, beberapa orang lainnya yang memiliki kecenderungan pore clogging, apabila menggunakan skincare yang berlayer-layer, yang ada kulitnya malah tidak bisa bernapas, atau misalnya pori-porinya clogged.
Contoh lainnya adalah untuk kulit jenis oily, yang , apabila menggunakan skincare berlapis-lapis, yang ada skincare tersebut menjadi sangat lengket di kulit kita , karena bercampur dengan oil yang diproduksi oleh kulit.

Well, long story short, gak semua item tersebut harus kita gunakan. Be wise dalam memilih item itu penting lowh, terutama dengan mempertimbangkan , paling tidak,  beberapa hal di bawah ini :

  • bagaimana jenis kulit kita ? ( kering dan sensitif / kering saja / normal / oily tapi gak berjerawat / oily acne prone ) 
  • bagaimana aktifitas kita sehari-hari ? ( di dalam ruangan ber-AC / di luar ruangan tapi teduh / di luar ruangan dan panas-panasan / beraktifitas di malam hari saja / sering di jalanan ) 
  • bagaimana kondisi cuaca di sekitar tempat tinggal kita ? ( 4 musim vs 2 musim / udaranya dingin cenderung kering / dingin cenderung lembab / panas terik / temperature nya tinggi ) 
  • bagaimana waktu luang kita ? ( untuk berolahraga / untuk cuci muka / untuk istirahat ) 
  • dsb 
Kesemua hal tersebut , baik itu jenis kulit, aktifitas, kondisi cuaca, dan waktu luang , sangat menentukan jenis-jenis skincare yang perlu kita gunakan. versus , yang perlu kita hindari. 

Contoh paling simple aja, kita seringkali 'mencontek' aktifitas penggunaan skincare orang-orang korea , karena ingin kulit kita clink seperti mereka. Padahal, kita lupa, bahwa baik dari segi genetik, maupun cuaca udara di korea jauh berbeda dengan kita yang tinggal di daerah tropis. Sehingga, menggunakan skincare berlayer-layer yang mungkin untuk mereka aman-aman aja, buat kita malah jadi bencana. Pada kondisi udara dingin, kulit kita tidak memproduksi sebum terlalu banyak. Namun, produksi sebum meningkat seiring dengan temperature udara dan temperature badan kita. So, secara general, produksi sebum orang yang tinggal di tempat tropis relatif lebih banyak daripada produksi sebum orang orang yang tinggal di daerah dingin / subtropis. Dapat dibayangkan, kalau kita mau pake 14 layer  skincare misalnya, di udara sepanas Jakarta, yang ada, alih-alih kulit kita clink, yang ada kulit kita seperti kue cucur . lol. 

Begitu pula dengan jenis kulit kita. Kalau kita tahu bahwa kulit kita sangat mudah muncul jerawat dan cencerung oily, Adit sarankan untuk membuang keinginan kita untuk menggunakan skincare berlapis-lapis. Kita cukup memperhatikan empat hal berikut ini : 
  1. cleanse
  2. prepare 
  3. prevent 
  4. block 
Yuk kita bahas satu per satu ke-empat hal di atas.

Cleanse


Adit yakin, kalian semua pasti setuju bahwa, hal yang paling penting sehubungan dengan merawat kesehatan kulit adalah menjaga kebersihan kulit kita. Nah, ada banyak produk pembersih yang beredar di pasaran, mulai dari cleansing oil, cleansing cream, cleansing gel, facial foam, toner , dll. Kamu ga perlu beli semua koq, cukup perhatikan beberapa hal ini :
  • kamu menggunakan make up ? 
  • kamu menggunakan waterproof sunscreen ?
kalau jawaban dari kedua pertanyaan di atas adalah : iya, berarti kamu harus mempertimbangkan untuk menggunakan double cleansing , dengan step pertama adalah membersihkan menggunakan cleansing oil, sebelum kemudian dilanjutkan dengan facial foam , dan diakhiri oleh toner . Toner disini walaupun tidak secara langsung membersihkan kulit, tapi sangat penting dalam mengangkat sisa-sisa sabun yang mungkin masih menempel di kulit kamu, di samping juga mempersiapkan kulit kita untuk tahapan perawatan selanjutnya. 

Nah, Adit, karena gak menggunakan make-up dan juga waterproof sunscreen, saat ini aku gak menggunakan cleansing oil, hanya micellar water saja sebelum mencuci dengan facial foam. Sampai beberapa waktu yang lalu aku memang rajin double cleansing, tapi setelah aku pikir-pikir koq kayaknya mubazir. Akhirnya aku ganti cleansing oil dengan micellar water, dan so far ternyata aman-aman aja koq. :)

Prepare 


Prepare di sini artinya : mempersiapkan kulit kita untuk tahapan lebih lanjut . Beberapa orang menggunakan first essence sebagai prep step. Tapi ada juga yang menggunakan prep toner sebagai prep step. Kalau aku pribadi, aku lebih suka first essence. Hasilnya lebih kelihatan daripada toner .

First essence yang saat ini paling banyak dicari ada dari beberapa brand yaitu :
  • SK-2 
  • Missha 
  • Iope 
  • Skin&Lab 
Aku pribadi, baru coba first essence dari SK-2 dan Missha, sedangkan IOPE dan Skin&Lab belum pernah. Walaupun demikian, untuk IOPE, aku menggunakan mask sheetnya sampai sekarang , yang memiliki kandungan yang sama persis dengan first essencenya, dan aku suka banget . Sedangkan Skin&Lab mengandung bahan dasar glutathione, yang digadang-gadang sebagai mother of antioxidant. So far, hanya S&L yang mempunyai first essence dengan bahan dasar glutathione tsb. 

Oh iya, brand lain yang aku gunakan adalah Hera Cell Essence. Tapi so far , aku belum melihat hasil yang significant menggunakan first essence ini. Di samping, memang agak susah mencari produknya. Dulu aku nitip ke temen yang sedang jalan-jalan ke Korea. Melihat susahnya memperoleh produk ini, less likely aku akan terus menggunakan produk ini nantinya. 

Next, prevent. 

Prevent 


Buat Adit pribadi, step 'prevent' ini adalah salah satu step yang paling penting. Pada step inilah biasanya skincare yang kita gunakan kemudian memiliki fungsi yang paling significant, sesuai dengan kondisi kulitmu , yaitu misalnya : 
  • mencegah kulit dehidrasi 
  • mencegah aging 
  • mencegah jerawat 
  • mencegah pembentukan sebum terlalu banyak
  • dsb 
So, pada tahapan ini, kamu memberikan kulitmu nutrisi yang dibutuhkan, untuk mengatasi dan mencegah problem yang kamu hadapi. Bentuknya dapat bermacam-macam , mulai dari essence, serum, lotion, cream, ataupun overnight mask, tapi gak perlu semua. Karena , kalau kita perhatikan, untuk variant yang sama, zat utama yang terkandung dalam setiap jenisnya , kurang lebih sama-sama aja. Contoh : varian snail pada Benton. Coba deh kamu cek di ingredient list , isi dari skin, lotion, essence, dan cream sebenernya gak jauh berbeda, terutama dari segi zat utama yang 'dijual' pada produk tersebut, hanya konsistensinya saja yang berbeda. Untuk cream, agar lebih thick , biasanya untuk produk cream, ada kandungan tambahan fatty alcohol, sedangkan untuk essencenya tidak ada. Tapi, kedua produk tersebut memberikan manfaat yang sama dari snail mucus. So, menggunakan kedua produk tersebut gak kemudian menggandakan manfaat snail mucus untuk kulitmu. 

Jadi, cukup gunakan 1 jenis produk untuk 1 jenis masalahmu. Misalnya , kalau kulitmu dehidrasi, kamu perlu hyaluronic acid essence, kalau terus kemudian kamu ada problem dengan jerawat, cukup gunakan produk yang mengandung salicylic acid, dan snail mucus untuk mempercepat sembuhnya luka di kulitmu. Dengan cara begini, penggunaan skincare untuk daily routine mu akan lebih efektif .

Satu hal khusus mengenai kulit berjerawat yang seringkali salah kaprah adalah : bahwa orang-orang yang kulitnya berjerawat lalu sering menghindar dari produk-produk anti dehidrasi. Mereka seringkali menganggap produk untuk kulit dehidrasi akan membuat kulit mereka menjadi oily. Sehingga mereka fokus menggunakan produk salicylic acid mulai dari pembersih wajah, toner, sampai dengan creamnya. This is sooo wrong. Menghidrasi kulit tidak sama dengan membuat kulit kita jadi oily. Menjaga kulit kita terhidrasi dengan baik di sini artinya menjaga kadar air kulit, bukan kadar minyak, dan ini penting. Kenapa ? 

Karena, pada saat kulit kita terhidrasi dengan baik, kulit kita akan memproduksi lebih sedikit sebum. Kita sama-sama tahu, bahwa sebum merupakan faktor utama yang menyebabkan : jerawat, whitehead, blackhead, dll. So, dengan kata lain, menjaga kadar hidrasi kulit kita merupakan salah satu langkah mengurangi kecepatan pembentukan blackhead, whitehead dan jerawat. Oleh karena itu, pada step 'prevent' ini, kamu wajib memasukkan 1 produk yang sifatnya menghidrasi kulit, di samping produk yang memang dikhususkan untuk kulit berjerawat. Dan penting untuk diperhatikan, bahwa gak perlu semua produk yang kamu gunakan itu harus dalam acne-combat mode on. Karena, seringkali produk untuk kulit berjerawat membuat kulit kita dehidrasi terutama apabila digunakan pagi malam.  

Next, block. 

Block 


Pasti kamu sudah menebak, langkah block di sini adalah : menggunakan produk yang mengandung SPF pada siang hari, agar kulit kita terhindar dari pengaruh buruk sinar matahari .

Produk yang mengandung spf saat ini sudah sangat banyak jenisnya, mulai dari water based spf , oil based spf, bb cream, cc cream, cushion yang mengandung spf , dll. Berhubung selama ini Adit hanya menggunakan sunblock dan bb cream, Adit ga bisa bilang bener-bener, produk spf mana yang paling efektif. Tapi, satu hal yang mungkin penting untuk diketahui adalah : semakin tinggi kadar spf nya, tendensi nya adalah semakin oily. So, untuk kulit berjerawat , cukup gunakan maksimal spf 40.

Beberapa brand merekomendasikan untuk mengulangi pemakaian sunblock setiap 4 jam sekali. nah, jujur Adit sih enggak mengulangi pemakaian sunblock setiap 4 jam sekali ya. Ribet soalnya. apalagi untuk kita-kita yang kerja dari pagi sampe malam. kalau mesti 4 jam sekali cuci muka terus pake sunblock , koq kayaknya abis waktu untuk begitu-begitu :) . Tapi ini kembali ke nature aktifitas kamu sehari-hari. Mungkin, untuk kita-kita yang kerjanya di dalam ruangan, yang hanya terkena pantulan matahari sedikit-sedikit aja, kita gak perlu mengaplikasikan sunblock ke wajah setiap 4 jam sekali. Sedangkan untuk kamu-kamu yang memang nature aktifitasnya terus menerus terpapar sinar matahari, mungkin kamu perlu mempertimbangkan untuk mengulangi pemakaian sunblock rutin beberapa kali sehari.


Last but not least, 

semoga melalui postingan aku kali ini, teman-teman dapat menelaah lebih jauh, kira-kira dari semua skincare routine yang sedang teman-teman gunakan, mana yang perlu dan essential, mana yang gak perlu. :)  Some beauty experts once said : " less is more " . Terlalu banyak menggunakan skincare gak menjamin hasilnya akan lebih bagus koq. Cukup gunakan yang kamu perlukan, sesuai dengan kebutuhan kulitmu, dan jenis kulitmu. Adit pribadi , sudah berapa lama gak pernah pake cream , karena setiap menggunakan cream aku jerawatan atau timbul white/blackhead. So, aku gak ngoyo 'keukeuh' ingin menggunakan cream. Step perawatan kulitku stop sampai di essence. :) And, i'm happy with that :) Bagaimana dengan kamu ?

Nantikan postingan lainnya hanya di groom it like adit ya. :) 

Friday, August 18, 2017

[Spotlight] The 'Super-ordinary' Ordinary

Hi semua, apa kabar ? :)
berhubung beberapa waktu yang lalu aku sempat agak jarang posting,
sampai dengan beberapa waktu ke depan, Adit mungkin akan posting cukup banyak, berhubung ada banyak skincare baru yang aku gunakan dalam beberapa waktu belakangan ini , dan, salah satunya adalah The Ordinary.


Well, awal mulanya kenapa aku sampai mencoba produk ini adalah : aku kena racun salah satu reader ku yang bilang bahwa i really should try this brand. Akhirnya, aku cari tahu lebih jauh mengenai produk ini. Dan aku shocked !

Gimana gak shocked, semua blog yang aku baca, semua forum yang aku datangi, 99% memberi review supperrr positif mengenai brand ini, atau mengenai Deciem , company yang menaungi The Ordinary ini. Well, selalu ada 1% paling tidak yang gak cocok / gak suka karena masalah kulit yang sifatnya personal. Untuk hal ini , aku gak bisa comment apa-apa, karena by genetik, kulit setiap orang gak sama.

Untuk kamu-kamu yang gak familiar dengan Deciem dan The Ordinary, yuk kita kenalan dulu lebih jauh.

Deciem | The Abnormal Beauty Company 




Kalau kamu mampir ke  deciem.com , kamu akan kaget betapa mereka bener-bener abnormal. haha .. Dengan tulisan-tulisan yang witty, statement-statement yang gak biasa, dan 'kejujuran' yang terpampang secara explicit pada website mereka, aku rasa mereka layak untuk menyatakan diri mereka abnormal. Coba deh kamu baca-baca detail produk-produk mereka, dimana , mereka state dengan jelas, kenapa produk ini mahal, kenapa ini murah, hal apa yang buat mahal, dan lain sebagainya, yang membuat kita sebagai customer mengerti , kenapa harga produknya berbeda untuk bahan dasar yang mungkin in general sama. Kejujuran ini lah kemudian yang membuat Deciem mendapat perhatian dari banyak skincare lover di dunia, yang tentunya, didukung oleh kualitas produk yang unbelievable. 

Well, Adit tidak sedang bermanis kata saat ini. Kamu dapat check , saat ini di banyak negara, ada banyak pengguna Deciem produk, dan itu sifatnya cult. Artinya, mereka bener-bener jatuh cinta dengan kualitas produk Deciem ini, padahal, companynya itu sendiri baru berdiri sejak tahun 2013.  So, mirip-mirip lah dengan Cosrx yang juga memiliki banyak penggemar setia. 

Deciem mengeluarkan 10 brand, yang mencakup brand skincare, dan perawatan tubuh lainnya. Untuk brand skincare, mulai dari entry level yaitu The Ordinary, lalu medium levelnya Hylamide, dan premium brandnya NIOD. Ketiga brand ini memiliki respons yang sangat positif , dan semuanya juga mempunyai penggemar setia. 

Adit pribadi sudah mencoba 2 brand, yaitu The Ordinary dan Hylamide. Dimulai dari The Ordinary sekitar 1.5 bulan yang lalu, lalu 2 minggu yang lalu aku mencoba Hylamide. Untuk postingan hari ini, adit akan bahas The Ordinary , produk apa yang sedang aku gunakan, dan produk mana yang sudah masuk dalam radar .

Oh iya, semua produk dari Deciem , termasuk The Ordinary, all free of :
  • parabens
  • sulphates
  • mineral oil
  • methylchloroisothiazolinone
  • methylisothiazolinone
  • animal oils
  • coal tar dyes 
  • benzalkonium chloride
  • mercury
  • oxybenzone
  • formaldehyde

Selain itu, semua produk Deciem against animal testing. Untuk alasan ini pula, Deciem tidak menjual produk di mainland China, karena salah satu persyaratan di China untuk menjual produknya adalah reequirement sehubungan dengan animal testing untuk tujuan registrasi. 

The Ordinary | Clinical Formulation with Integrity 


Two products that i'm currently using : Azelaic Acid and Niacinamide Zinc from The Ordinary

Sekilas mengenai The Ordinary, 

The Ordinary merupakan salah satu koleksi Deciem yang menawarkan teknologi perawatan kulit dengan bahan dasar yang sudah cukup familiar, yang berevolusi sedemikian rupa, sehingga memberikan manfaat yang lebih untuk kulit kita. Salah satu hal yang paling mebuat aku tertarik dengan produk ini adalah, bahwa brand ini mengutamakan honesty and integrity dalam membuat produk-produknya. Itulah alasannya kenapa The Ordinary memiliki slogan "Clinical Formulation with Integrity". Dan kelihatannya mereka gak main main dengan slogan tersebut.

Sedikit berbeda memang dengan korean beauty , di mana produk-produknya menggunakan zat yang berasal dari alam seperti : centella asiatica, snail mucus, atau misalnya bee pollen, propolis, ginseng, dll. The Ordinary menggunakan materi dasar yang sifatnya chemistry dan biochemistry. Hal ini yang semula membuat aku berpikir-pikir, apa aku aman gak ya mencoba produk dari brand ini. Tapi kemudian setelah dipikir lebih jauh, segala sesuatu di dunia ini adalah rangkaian chemistry. Bener ga? Aku, kamu, kulit kita, udara, gas, air, termasuk juga snail mucus, propolis, ekstraksi ginseng dll, segala hal di dunia ini adalah rangkaian kimiawi.

Bahkan sebenarnya, dengan menggunakan produk yang khusus hanya berisikan beberapa jenis material dasar, hal itu akan membuat kita terhindar dari kemungkinan 'ketidakcocokan' dengan material lainnya. Mungkin penjelasan Adit agak berat, tapi aku coba jelaskan secara lebih detail ya , begini : Misal , kita menggunakan snail mucus karena kita tahu bahwa di dalam snail mucus ada Epidermal Growth Factor ( EGF ) yang mampu mempercepat sembuhnya luka bekas jerawat, tapi kemudian di dalam snail mucus juga ada banyak material lain seperti misalnya : protein yang khusus diproduksikan oleh snail, di mana biasanya kalau orang alergi, kita sebenarnya alergi terhadap specific protein tersebut. Sehingga, untuk beberapa kasus, alih alih mendapatkan keuntungan dari EGF pada snail mucus, untuk orang yang alergi, yang ada kulitnya malah memberikan reaksi alergi pada specific protein tersebut. Jika demikian, kenapa kita gak sekalian beli produk yang hanya mengandung EGF saja, tanpa perlu khawatir alergi terhadap substansi lainnya di dalam produk tsb.

Hal itulah yang kemudian membuat aku memberanikan diri untuk mencoba The Ordinary ini.

Dua produk The Ordinary yang pertama aku gunakan adalah :

  • Niacinamide 10% dan Zinc 1% : tujuan utama dari penggunaan produk ini adalah untuk memudarkan skin blemish ( noda ) , dan mengurangi aktifitas sebum sehingga kulit kita tidak terlalu berminyak, dan kemunculan whitehead / blackhead lebih less  frequent. To be honest, this product is "WOW" me . Banget! 
  • Azelaic Acid Suspension 10% : kalau kamu perhatikan, beberapa korean beauty product seperti Benton Snail, menggunakan azelaic acid. Tujuan penggunaan azelaic acid adalah untuk mencerahkan wajah, di samping juga membuat kulit kita lebih halus dan meudarkan noda. Jadi kurang lebih sifatnya seperti AHA / BHA, tapi , dengan tambahan kegunaan yaitu : anti oksidan yang efektif. I've been trying this product for almost 1.5 months, and so far i lovee it. This product is also "WOW" me banget ! 
Setelah mencoba kedua produk tersebut selama 1 bulan, akhirnya 2 minggu yang lalu aku coba menambah produk The Ordinary  , yang didedikasikan untuk eye puffiness, yaitu : Caffeine Solution 5% + EGCG . Bersamaan dengan produk ini , aku juga beli serangkaian produk Hylamide yang bertujuan untuk mengurangi reaksi buruk pada kulit sensitif : SubQ Anti-Age, dan Booster Sensitive Fix. Dua produk ini harus digunakan bersamaan, jadi SubQ dulu, lalu Sentitive Fix. Dan lagi lagi, aku terpesona dibuatnya. lol.

Beberapa produt The Ordinary yang sudah masuk radarku antara lain :

  • 100% Organic Cold-Pressed Rose Hip Seed oil
  • High-spreadability Fluid Primer 
  • Buffet ( produk ini memiliki review supppppeerr positif ) 
  • Suncare nya ( masih coming soon ) 

Karena postingan Adit kali ini lebih bersifat 'Spotlight' , Adit belum bahas secara detail review mengenai produk ini ya. :)  Untuk review postingnya nanti menyusul. Soalnya postinganku sudah terlalu panjang. :)

Alright then. Sekian dulu postingan ku hari ini. 
Terimakasih guys sudah mampir-mampir ke blog Adit.  

Stttt... kemarin yang mampir ke blogku mencapai 2600 orang. hahah .. seneng deh kalau blog yang aku tulis ternyata memberi manfaat untuk orang lain yang membacanya. 

Nantikan review Adit mengenai produk The Ordinary dan Hylamide , soon ! 

ciao !

Tuesday, August 15, 2017

[Review] Nature Republic Soothing & Moisture Aloe Vera 92 % Soothing Gel

Hi semua, :)
hihi, maaaff banget aku agak jarang posting belakangan ini. sampe ditegur salah satu reader , katanya kenapa aku jarang posting :)
terimakasih loh, itu artinya kalian perhatian :)
iya nih, papa ku sakit soalnya , kemarin ada benjolan di lehernya. kita harap-harap cemas, karena takutnya itu kanker. jadi akhirnya kemarin di angkat benjolannya, lalu biopsi, dll .

Tapi per hari ini aku janji, aku akan rutin posting lagi :) . seperti kali ini, aku akan review mengenai salah satu aloe vera product yang mungkin paling hype yang pernah kita tahu : Nature Republic Soothing and Moisture Aloe vera 92% Soothing Gel. 

Oh iya, sebelum kita beranjak menuju bahasan aloe vera soothing gel ini, untuk kamu pengguna IG, kamu dapat follow IG aku di @Joshua_adityaa. Walaupun IGku personal sifatnya , aku suka posting daily routine ku di Insta Story :) .

Nature Republic Soothing and Moisture Aloe Vera 92% Soothing Gel

Well, berbicara mengenai produk ini, somehow, aku agak ngeri-ngeri sedap . alasannya banyak, yaitu : 
  • produk ini banyak palsunya di pasaran. so, aku mesti sangat hati-hati memilih produk ini. mesti bener-bener cari trusted seller yang aku yakin gak jual produk abal-abal . apalagi , kalau kita lihat di online store, produk ini range harganya mulai dari 40 ribuan sampe 160 ribuan. kan bingung. ya kan ?
  • yang kedua, produk ini mengandung alkohol.  dan aku takuuutt bgt pake produk yang mengandung alkohol. dan alkohol itu bikin kulit kita kering dan dehidrasi. so, untuk kulit sensitif, alkohol ini bener-bener menakutkan. ( dan aku kulitnya sensitif, so aku takut sama si alkohol ini. haha ) 
  • yang terakhir, aku gak suka sama bentuknya yang jar. karena : 
    • bentuknya gendut, ga simple, ga mudah dibawa-bawa
    • gak higienis, setiap kali kita membuka tutup jar,  kita mengekspose seluruh isi produk terhadap udara terbuka , yang kita tahu , bahwa bakteri, kotoran, debu yang gak keliatan sama mata kita , sangat mungkin mengontaminasi seluruh isi produk yang kita gunakan tersebut. 
    • tidak disediakan spatula pula. jadi, setiap kali kita mau menggunakan produk tersebut, kita harus mencolek produk tersebut dengan tangan, yang ujung-ujungnya, juga sangat mungkin membuat produk yang ada di dalam jar tersebut semakin tidak higienis lagi. 
Tapi, karena aku sudah cari sana-sini produk aloe vera yang bagus dan gak ketemu-ketemu ( aku suka dengan aloe vera rescue gel The Body Shop, hanya saja harganya mahal dengan volume yang sedikit, jadi bukan untuk pemakaian tiap hari . ), akhirnya aku coba deh produk Nature Republic ini. #fingercrossed. 

singkat kata, akhirnya aku coba juga produk Nature Republik ini. 

Pertama-tama, yuk kita lihat detail ingredient produk tsb. 

Seperti yang dapat kita lihat di tabel di atas kandungan tertinggi yang berada di urutan pertama produk ini adalah ekstraks aloe vera, dengan alkohol menempati urutan kedua. in general, keseluruhan ingredient yang berada di list, termasuk kategori aman digunakan. Kamu dapat lihat dari skala safety nya, range hijau dan kuning, dengan hampir 90% hijau. Walaupun demikian, banyak produk yang 'mengaku' aloe vera Nature Republic tapi palsu , yang saat ini beredar di pasaran. So, aku rasa penting bagi kita semua untuk tahu, ciri-ciri produk yang asli, sehingga kita gak salah pilih nantinya. karena kita ga pernah benar-benar tau , produk yang palsu itu isinya apa saja. bukan tidak mungkin isinya adalah zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan kita. Berikut tampilannya secara visual. 



Seperti yang dapat kita lihat di atas, dari visualnya, ada beberapa hal yang membedakan produk yang asli daripada produk yang 'palsu' , yaitu : 
  • mulai dari sisi kiri atas, apabila kita lihat, gambar 'cairan' pada produk tampak muka terlihat seperti muncul keluar. Kalau disentuh, memang bagian cairan tersebut lebih muncul daripada bagian lainnya. 
  • selain itu , kalau kita perhatikan , di bagian bawah jar, dan di bagian samping jar, ada tulisan NATURE REPUBLIC, yang embos . Dua hal itu yang harus kita perhatikan 
  • Hal lainnnya, dan ini agak tricky, adalah bahwa produk yang asli tidak memiliki bau menyengat yang mengganggu, dan konsistensinya agak seperti gel, tapi lumer begitu kita aplikasikan ke wajah. Tapi untuk mengetesnya, kamu memang harus beli dulu produk tersebut. 
Mengenai harga, in general , harganya seharusnya range nya di atas IDR 100.000,-. So, hati-hati teman-teman, kalau kita kemudian lihat harga di online store yang lebih rendah dari IDR 100.000.

Result so Far 

To be honest, i like this product. Walaupun, karena kandungan alkoholnya, saat aku melihat kulitku sedang memerah, atau sedang agak sensitif, aku ga berani menggunakan produk ini. Tapi saat kulitku sedang gak terlalu sensitif, aku gunakan produk ini, aku suka. 

Beberapa hal yang aku suka dari produk ini yaitu :
  • i feel immediate soothing effect on my skin. 
  • kulitku lebih plumped dengan regular use , pagi dan malam 
  • wanginya gak ganggu
  • no breakout 
  • no purging 
  • harganya lebih affordable dibandingkan produk aloe vera sejenis , tapi memberikan hasil yang lebih kelihatan daripada produk yang pernah aku coba ( COSRX aloe vera bagus, tapi discontinue, Body shop rescue gel bagus dan no alcohol tapi harganya lebih mahal ) 

Namun, terlepas dari hal positif yang aku lihat dari produk ini, salah satu hal yang cukup mengganggu adalah 'jar' nya itu sendiri. 
So, untuk mengatasi hal tersebut, aku beli botol puff ukuran travel , dan aku sisihkan produk ini kedalam puff tersebut. Keuntungan menggunakan puff yaitu :
  • lebih higienis 
  • lebih mudah dibawa-bawa ( terutama , karena aku sering bepergian ) 
  • So, saranku, lebih baik kalian memindahkan sebagian isi dari jar ke dalam puff , agar mengurangi kemungkinan berkurangnya higienitas ( well , aku ga tau higienitas bener ga ya ? ) , dari produk itu. Pastikan kalian sudah mencuci botol puff tsb dengan alkohol, keringkan, diamkan 2 malam untuk memastikan seluruh alkoholnya sudah menguap. 

Well, that's all from me. nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit :)