Friday, March 31, 2017

[Review] The Bath Box ID ~ Such A Wonderful Experience

Hi semua :)
setelah beberapa waktu belakangan ini aku jarang nulis di blog karena banyak unexpected problems , hari ini aku seneng banget bisa mulai ngetik lagi. So, kemarin ini, mamaku masuk UGD, lalu papa ikutan stress akhirnya kena herpes ular dll .. But thanks God satu persatu masalah selesai juga :)
So, hari ini Adit ingin share sedikit mengenai salah satu produk DIY Indonesia yang punya ngaran The Bath Box. Tulisannya agak panjang, gapapa ya. karena rencananya 3 product akan aku ulas dalam satu postingan ini. 
Untuk kamu-kamu yang selama ini ngikutin blog aku, mungkin kamu agak kaget, koq tiba-tiba aku menggunakan produk DIY, padahal selama ini aku Korean minded banget. :) Well, semua bermula dari 'kekagetan' aku waktu aku ketemu temen ku yang dulu nih, 4 tahun yang lalu, kulitnya jerawatan banget padahal cantik. eh, tiba-tiba, sekarang koq jadi cantik dan kulitnya bersih banget. akhirnya aku tanya deh, doi pake apa. dia bilang , dia menggunakan produk The Bath Box.



Karena penasaran akhirnya aku search deh , ketemu instagramnya, aku telusuri masing-masing postingnya. Dan aku surprised banget. The Bath Box ini ternyata popular banget. produk mereka sering sold out hanya dalam hitungan hari.. Walhasil, aku iseng-iseng coba beli produk yang temenku gunakan. Ada 3 produk , yaitu : Sugar ( pencuci wajah ) , lalu tonernya Replenish Toner, dan I'll be Perfect facial oil. Sebelum kita lebih jauh berbicara mengenai produknya, ada baiknya kita kenalan dulu yuk dengan brand ini.


The Bath Box

The Bath Box merupakan salah satu brand DIY Indonesia yang didirikan pada tahun 2013, yang memfokuskan diri pada treatment kulit dan rambut yang terbuat dari bahan-bahan alami dan handmade. Semua berawal dari salah satu founder dari brand ini yang terus menerus mengalami eksim (eczema) sejak sekolah, yang tidak kunjung sembuh walaupun sudah di treat dengan berbagai macam treatment dari dokter, sampai akhirnya dia menemukan resep yang terbuat dari bahan alami, dan bebeas kimia  yang terbuat dari susu kambing ( produk sabun susu kambing ini saat ini dijual dengan nama : Goats Don't Lie Liquid Soap ). 
Surprisingly, ternyata banyak costumer mereka yang mengalami psoriasis, eczema, sensitive skin dan acne , yang memberikan feedback positif setelah mereka menggunakan sabun susu kambing ini, yang memang bebas pengawet, bebas 'sabun' , tidak mengandung silikon dan sulfat. Atas dasar itulah, kemudian , mereka bertekad untuk membuat brand yang terdiri dari bahan alami yang memberikan manfaat untuk setiap pemakainya.
Saat ini The Bath Box membunya berbagai macam rangkaian product, yang terdiri dari produk untuk tubuh, untuk wajah, untuk bibir, dan untuk rambut, mulai dari pembersih, toner, serum, oil, lotion, dan masih banyak lagi. Mereka juga membuat beberapa collection yang menggabungkan serangkaian produk tersebut , sesuai dengan kebutuhan kulitmu.

Products that I Use 

Ok, sekarang kita lanjut ngobrol tentang beberapa produk the Bath Box yang aku gunakan. Ada 3 produk dan semuanya adalah produk untuk kulit wajah yaitu :
  • Face Cleanser : Sugar 
  • Toner : Replenish Toner 
  • dan Facial Oil : I'll Be Perfect 

Face Cleanser : Sugar

Sugar Face Cleanser merupakan salah satu produk pembersih yang mengandung kaolin clay dan essential oil. Seperti kita ketahui, clay sangat efektif untuk mengangkat minyak berlebih dikulit kita, termasuk juga kotoran di wajah, namun gak bikin kulit kita kering. Sedangkan essential oil secara efektif akan menutrisi kulit kita sehingga kulit kita tetap sehat dan segar. Essential oil yang terkandung dalam Sugar ini dalah tea tree, rosemary dan lavender untuk mengurangi frekuensi kemunculan jerawat, dan juga safflower untuk menjaga kulit tetap lembut. Sebagai tambahan, produk ini ada butiran gula, yang berfungsi sebagai scrub alami. Warna hijaunya berasal dari teh hijau yang sangat kaya anti oksidan, sehingga produk ini juga memiliki khasiat anti - aging nya :)
Cara menggunakan Sugar ini sangat mudah. Berdasarkan panduan di website, aku cukup mengoleskan Sugar ke wajahku, lalu diamkan selama 2 menit, sebelum aku pijat lembut kulitku, dan aku basuh dengan air suam kuku.

Results so Far 

Hal pertama yang aku rasakan saat aku menggunakan produk ini adalah : rasa hangat nya . Well, to be honest aku agak surprised dengan rasa hangat tersebut, sempet khawatir juga, takutnya malah merusak kulit. Tapi ternyata setelah aku menggunakan produk ini, ketakutanku tidak terbukti. Malah sebaliknya, i can't stop!! I love the way this product does to my skin. Kulit ku glowy setelah setiap aku habis cuci muka. Dan wanginya, OMG , serasa habis spa setiap hari! Mungkin ini terdengar lebay, but it's true. Mungkin kandungan essential oilnya yang memang memberikan sensasi tersendiri. Wangi, dan gak mau berhenti. hahaha ..
Hal lain yang aku alami adalah, karena suka ada sisa Sugar di telapak tanganku, iseng-iseng aku oleskan ke punggungku, karena suka ada beruntus kecil-kecil ( kalau orang Sunda bilang : keringet buntet ) . Oala ! Beruntus di punggungku sekarang jauh lebih sedikit dari pada sebelumnya .
So, so far aku suka banget dengan produk ini. Memang , produk ini 'agak' diluar pakem rutinitas harianku yang selama ini Korean minded banget. But honestly, i'm actually opened to any good products. :) Dari semua yang aku rasakan mengenai produk ini, semuanya menyenangkan, walaupun ada beberapa hal yang harus aku note , yaitu :
  • Produk ini bukan untuk membersikan wajah yang sifatnya berat, seperti make up atau sunblock. So, aku biasanya membersikan dulu dengan double cleansing, baru aku gunakan produk ini sebagai step terakhir dari cleansing activity ku. 
  • Hampir tidak mungkin untuk mengecek ingredient safety level di COSDNA :) karena memang produk ini tidak diulas di COSDNA. So, again, ini sifatnya test. Waktu aku pertama memutuskan untuk mencoba produk ini, it was purely a gut, berdasarkan testimony dari temanku tsb.  
  • Karena produk ini tidak mengandung pengawet, produk ini hanya bertahan kurang lebih 2 bulan. Artinya, kalau 2 bulan belum habis. kita harus beli lagi yang baru. Tapi jujur, buat aku , it's a plus. Karena seringkali pengawet dalam produk itu lah yang bikin kulit kita bermasalah. 
  • Ada beberapa orang yang alergi dengan tea tree oil. So, untuk kamu yang memang kulitnya sangat reaktif terhadap tea tree oil, sebaiknya hati-hati saat mencoba produk ini. :)  

Replenish Toner 


Ok to the point aja, aku juga jatuh cinta dengan toner ini. hahaha. Kenapa ? Alasannya , karena kandungan utamanya : aloe vera, blueberry, dan teh hijau , yang tidak hanya memiliki khasiat untuk meng-hydrate kulit, tapi juga mengandung anti-inflamasi dan kaya akan anti oksidan, yang artinya juga mampu memperlambat proses aging serta mampu menenangkan kulit.
Waktu aku baca-baca di websitenya, warna keunguan pada toner ini berasal dari blueberry asli. Oleh karena itu, warna ungunya gak selalu sama, kadang agak gelap , kadang agak terang. Yang artinya, no artificial color. ** LOVE ** .

Results so Far

Saat ini toner ku tinggal setengah botol, dan pastinya, aku akan beli lagi. Ada beberapa hal yang aku suka dari toner ini yaitu :
  • yang pertama tadi adalah kandungan utama toner ini
  • lalu juga konsistensinya yang watery, tapi memang aku merasakan efek hidrasinya. So, selama ini kalau kita lihat produk hydrating toner di pasaran, rata-rata mereka agak lebih kental. Jujur aku ga terlalu suka toner yang kental, karena itu akan menghambat produk yang aku gunakan setelahnya untuk dapat terserap dengan baik ke kulit. Aku lebih suka toner yang watery, karena setelah toner , aku masih akan menggunakan essence, serum dll . Dengan konsistensi toner yang watery, essence dan serum yang aku gunakan setelahnya dapat terserap di kulitku . 
  • no artificial color 
  • calming scent ~ Kamu wajib coba. Mungkin kamu akan merasakan seperti yang aku rasakan, bahwa, setelah menggunakan toner ini, somehow , ada perasaan refreshed. 
  • no breakout
  • no perih-perih ( no adverse response on my skin so far ) 
  • aku juga kadang menggunakan toner ini sebagai mist, di saat kulit ku perlu 'disegarkan' 
So, so far beberapa hal di atas adalah yang aku rasakan mengenai toner ini. Namun seperti halnya Sugar tadi di atas, ada beberapa hal yang penting untuk kita note yaitu :
  • since there is no COSDNA review, you need to test the product, whether it's suitable for you or not. It is suitable for my skin for sure, but we don't know whether you are allergic to one of the ingredients, especially for you who has a long history with food allergy or skin sensitivity. 
  • hal kedua yang perlu aku note adalah : cepet habis. hahaha .. entah karena aku terlalu semangat menggunakan toner ini, atau hal lainnya. Tapi, aku rasa, satu tube hanya cukup untuk maksimal 6 minggu saja . :( 
  • This is not a medicated toner for extra dry skin. Jadi untuk kamu yang memang kulitnya sangat kering, mungkin kamu memang perlu toner yang jauh lebih kental, yang memang berfungsi sebagai moisture lock. 

 Facial Oil : I'll Be Perfect 

Ok, kata kunci dari facial oil ini adalah : re-balance.
Kenapa rebalance ? Karena facial oil ini memang mengandung ingredient yang sifatnya 'ballance correction' on our skin. Well, to be honest, perlu waktu lama untuk aku akhirnya 'teryakinkan' untuk mencoba produk facial oil ini. Seperti pada postingan Adit sebelumnya, sampai beberapa bulan yang lalu, i always said no to facial oil, karena memang aku pikir, kulitku yang acne prone ini gak 'match' dengan facial oil. Dulu aku pikir facial oil hanya akan membuat kulit ku berantakan. Sampai akhirnya aku ketemu temanku yang memang dulunya sangat berjerawat dan sekarang 'cling'. That's my turn over point.
Pada saat itu akhirnya aku seach google, baca banyak tentang facial oil, lihat banyak video youtube mengenai facial oil for sensitive acne prone skine, lihat banyak postingan dari beauty blogger, bagaimana artis-artis korea menjaga kulit mereka tetap sehat dan muda dengan aktifitas yang seabregan, dll, yang akhirnya membantu aku untuk memutuskan mencoba facial oil ini. ( untuk kamu yang ingin baca postinganku tentang facial oil, kamu dapat klik di sini )
Berdasarkan informasi yang aku dapat di website the Bath Box, produk ini menggunakan oil yang sifatnya non-comedogenic, dan tidak menyumbat pori-pori, bahkan sebaliknya, akan membantu kulit kita untuk mengurangi produksi minyak berlebih di kulit kita. Beberapa essential oil yang terkandung di dalam facial oil ini adalah :
  • pumpkin seed oil , karanja seed oil dan evening primrose oil yang berfungsi untuk melembabkan kulit, tanpa menyumbat pori, di samping juga membalance produksi minyak di kulit kita. 
  • asam linoleat dan argan oil yang membantu mengurangi bekas luka ( bekas jerawat , bekas alergi ) , dan juga mengurangi tanda-tanda penuaan dini. Well, i bet y'all know how great the argan oil is, right ? 
  • jojoba seed extract, untuk mempercepat regenerasi kulit 
  • rosemary, geranium, tea tree dan peppermint oil , untuk membantu kita yang punya problem sebum dan jerawat serta pori-pori besar. 

Results so Far 

Ini dia yang amazing, Untuk kamu kamu yang mengikuti blog aku, kamu pasti ngeh bahwa Adit sering cerita , kulitku sangat kompleks. gak cuma super sensitif dan jerawat atau whitehead, tapi juga alergi, di samping yang juga faktor umur, jadi mulai ada fineline dll.
Sejak aku menggunakan facial oil ini, i was amazed by the result. Coba deh kamu cek foto before-after aku di bawah ini.


Left : Before , Right : After 2-3 weeks
So, kalau kamu zoom in fotoku di atas, nampak jelas bahwa di foto sebelah kiri, sudah mulai nampak forehead line ( lingkaran merah ), dan juga ada bekas bekas alergi di jidat ( lingkaran hijau ). Setelah penggunaan selama kurang lebih 2-3 minggu, kedalaman forehead line ku jauh berkurang. Di samping juga, bekas alerginya jauh memudar. One picture says a thousand word i guess ?
Jadi selama 3 minggu ini, aku rutin menggunakan facial oil, pagi dan malam hari, hanya 2 tetes, aku campur ke snail essence cosrx. Berdasarkan panduan yang aku dapat, facial oils akan works better apabila diteteskan ke dalam essence yang kita gunakan, karena , di samping akan boosting up kinerja essencenya, facial oil nya juga akan terserap lebih baik ke dalam kulit kita. :)
Well, what else can i say ? I definitely will repurchase the product , simply by the result that i've got. Sebagai tambahan, produk ini juga :
  • no purging 
  • no breakout
  • no redness
  • no stickyness ( if mixed with essence ) 
Namun demikian, tidak lupa aku ingatkan, karena tidak ada COSDNA review mengenai produk ini, kita harus aware dengan kemungkinan alergi atau ketidakcocokan yang mungkin muncul yang sifatnya individual. Artinya, produk ini mungkin tidak cocok digunakan oleh kamu yang mungkin alergi terhadap salah satu dari essential oil di dalam produk ini. Juga untuk kamu yang memiliki riwayat alergi yang panjang, dan kulit yang super sensitif. Aku sarankan untuk tetap berhati-hati saat menggunakan produk (apapun). Kalau kamu ingin tahu lebih jauh mengenai produk ini, kamu dapat mengunjungi website resmi mereka yaitu : thebathbox.co.id

That's all from me. Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit. Adit sign off :) Have a nice weekend.

Monday, March 27, 2017

[Treatment] My Review on Platelet-Rich Plasma Treatment (PRP)

Hi semua, hari ini Adit ingin share sedikit mengenai pengalamanku treatment PRP.  Untuk kamu yang ingin tahu apa itu PRP, berikut penjelasannya.

Platelet-Rich Plasma (PRP) 

PRP treatment sudah banyak dikenal oleh berbagai kalangan di dunia kedokteran sebagai treatment yang ampuh untuk mengatasi injuries , terutama untuk para athletes. Tiger Woords dan Rafael Nadal merupakan salah satu dari sekian banyak athletes di dunia ini yang melakukan treatment PRP untuk mengatasi berbagai macam injuries yang mereka alami seperti sprained knees, atau cedera otot. Melalui treatment PRP ini, cedera yang mereka alami , jauh lebih cepat pulih.

So, apa itu PRP ? PRP adalah plasma yang mengandung  jauh lebih banyak platelets, yang ada di darah kita. Di dalam platelets tersebut terkandung ratusan protein yang dinamakan growth factors, yang sangat penting untuk healing process. Dengan adanya kandungan platelets dalam jumlah banyak tersebut, maka jumlah growth factor dalam PRP dapat mencapai 5-10 kali lebih banyak dari biasanya. Hal inilah yang kemudian membuat treatment PRP menjadi jauh lebih ampuh daripada treatment lainnya.

Hal lain yang menjadi kelebihan dari treatment PRP ini adalah, bahwa, kita menggunakan darah kita sendiri, oleh karena itu hampir dapat dipastikan, tidak akan ada efek alergi yang mungkin muncul sebagai akibat dari treatment yang digunakan.

Treatment PRP untuk wajah menjadi booming beberapa tahun yang lalu sejak Kim K mengupload foto wajahnya yang berlumuran darah. Well, bukan Kim K namanya kalau gak bikin heboh. :) Akhirnya treatment PRP menjadi populer dengan nama Vampire Facelift, karena growth factor yang ada di dalam PRP tersebut kemudian mampu membuat wajah menjadi muda kembali dengan cara memperbaiki sel sel kulit yang rusak, dan mempercepat pembentukan collagen wajah.Selain untuk wajah, PRP juga kemudian populer untuk orang-orang yang ingin rambutnya tetap sehat, yang mengalami penipisan rambut, tapi belum terlalu fatal sehingga akar-akar rambutnya masih ada di kulit kepala. PRP mendorong akar-akar rambut tersebut untuk tumbuh kembali , sehingga di daerah yang mengalami penipisan, rambutnya akan kembali menebal.

My Journey on PRP

Well, to be honest , sudah beberapa waktu belakangan ini aku concern dengan rambutku. Karena somehow, koq aku merasa jidatku semakin lapang. Walaupun aku paham bahwa untuk pria , ada yang namanya 'mature hairline',  yaitu kondisi saat hairline kita akan mundur sedikit, dibandingkan dengan pada saat kita kecil. Sedikit di sini sekitar 1-3 cm, yang artinya bukan membotak. Tapi tetap saja aku kesel kalau liat jidatku agak lapang gitu. Akhirnya, setelah observasi mengenai treatment apa yang mungkin berhasil untuk mengembalikan rambut di sekitar hairline tersebut, aku kemudian mencoba PRP ini. Keputusan untuk melakukan PRP hair aku ambil setelah aku melihat banyak video di youtube yang merekam proses PRP termasuk di antaranya cerita dari mereka yang sukses dengan treatment tersebut. Salah satunya adalah video di bawah ini :


Setelah aku memutuskan untuk mencoba PRP , yang berikutnya aku lakukan adalah , search , di Indonesia , kira-kira di mana sih, aku dapat melakukan treatment PRP ini.  Awalnya aku sempat drop, karena treatment PRP ini sangatt mahal ternyata. V_V . Sampai akhirnya aku ketemu satu dokter namanya dokter Ade yang harganya relative lebih affordable dibandingkan dengan dokter lainnya. Aku memutuskan untuk diskusi , via Whatsapp. Surprisingly, lewat diskusi tersebut somehow aku merasa nyaman dengan dokter ini. My heart says yes to continue with the treatment. Singkat kata, akhirnya aku memutuskan untuk treatment pada bulan Januari 2017 kemarin. Selain treatment di sekitar akar rambut, dokter Ade juga menyarankan untuk 'sekalian saja' treatment wajah, karena sisa plasma nya masih banyak , sayang kalau dibuang. So, beginilah penampakanku saat treatment.
Kalau kamu lihat di foto berikut, di sekitar rambutku ada titik titik bekas disuntik PRP. Untuk wajah, wajah kita diolesi krim anastesi terlebih dahulu sebelum akhirnya di treatment PRP menggunakan derma roller.


Results so far .. 

Nah, ini yang menarik. Seharusnya treatment PRP ini dilakukan berkala, kurang lebih 1 kali sebulan selama beberapa bulan pertama. Karena , rambut kita tumbuh dalam periode 21 hari sekali. Dan pada periode awal ini, sangat mungkin rambut yang tumbuh tersebut kembali dorman, oleh karena itu, kita wajib melakukan treatment PRP di awal agak banyak, sampai rambutnya cukup kuat , baru dilakukan treatment berkala per beberapa bulan sekali untuk maintenance.
Tapi, karena aku agak sibuk dari januari ke maret kemarin, mulai dari jalan-jalan ke Thailand, pulang-pulang mama sakit masuk UGD, bersamaan mama sakit, papaku kena herpes ular di wajah .. dan masalah lainnya yang datang bertubi-tubi, akhirnya aku gak sempat datang lagi ke dokter Ade, walaupun dokter Ade sudah mengingatkan bahwa sudah waktunya aku treatment lagi. Aku benar-benar lupa dengan kondisi rambutku . Well, mama papa sakit, boro-boro ngaca mikirin rambut. Aku juga agak jarang buka blog kemarin-kemarin. Sampai, beberapa hari yang lalu, aku tersadar, bahwa ada perbedaan yang significant pada kondisi rambut di jidatku.



See the difference ? This is AMAZING !!!!! I swear that i was very surprised by the result in only one treatment. Gila banget sih ini. Aku sudah coba banyak treatment, termasuk laser, obat obatan, shampoo, serum rambut dari berbagai macam produk . You name it Kerazt*se, dll dll.. gak ada yang bisa memberikan hasil se significant ini hanya dalam satu kali treatment. Now i can say that this treatment works like magic ! Aku bener-bener ga sabar ingin melakukan treatment berikutnya, dan melihat seperti apa hasilnya setelah treatment ke dua.

Well, seperti biasa , sebagai bentuk rasa terimakasihku untuk dokter Ade , the 'magician' yang membuat perubahan besar on my forehead , atas persetujuan dokter Ade, aku melampirkan contact number dokter di blog ku. Untuk kamu yang ingin menghubungi dokter Ade, kamu dapat menghubungi dokter di nomor :  081210566720 . Dokter Ade berlokasi di Jakarta Selatan di bilangan Cilandak.

Last but not least, this is not an advertisement ya teman. :) Sesuai tujuan awal aku buat blog ini yaitu untuk share pengalamanku seputar perawatan wajah, kulit, rambut dan tubuh, sehingga semoga dengan share yang aku lakukan ini, kamu mendapat jawaban atas permasalahan yang sedang kamu alami. :)

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit !

Thursday, March 16, 2017

[Beauty Info] Facial Oils, Yay or Nay ?

Hi semua,
beberapa waktu yang lalu, aku gak sengaja ketemu temenku yang uda lama ga ketemu. Kalau ga salah ingat, terakhir ketemu sekitar 3-4 tahun yang lalu. Terakhir aku ketemu dulu, wajahnya penuh jerawat. Bener bener penuh jerawat, padahal doi cantik. Nah, setelah 3-4 tahun ga ketemu, aku surprise banget karena ternyata sekarang muka dia bersiiihh banget! Seakan-akan gak pernah jerawatan sama sekali. Gak cuma itu, bahkan bekas jerawat ga ada, pori-pori kecil, no wrinkles or finelines padahal umurnya uda 30 an.
Akhirnya aku tanya, doi ke dokter mana ? Dan .. tebak ! Doi bilang ga ke dokter sama sekali. Doi cuma pake salah satu DIY product indonesia, yang punya ngaran The Bath Box. Ada beberapa produk the Bath Box yang doi gunakan, salah satu nya adalah facial oil. So, kali ini Adit ingin bahas sedikit mengenai facial oil ini. Untuk bahasan mengenai the Bath Box akan aku bahas terpisah ya :) Soalnya, aku juga beli akhirnya. haha , dan aku sudah gunakan kurang lebih 1 minggu :) review menyusul 2-3 minggu lagi .


Facial Oils : Myths 

Hal pertama yang terlintas di pikiran aku pada saat aku mendengar doi menggunakan facial oil adalah : "What ?! Bukannya itu malah bikin jerawatan ya ?? " .. Well, mungkin kamu juga berpikiran sama ? Somehow aku berpikir, koq bisa, kulit muka oily, malah dipakein lagi face oil ? Bukannya nanti malah bisa bikin clogged pores ? apa ini kebetulan aja ? atau memang selama ini pemahaman aku yang salah ? Hal ini kemudian memicu aku untuk mencari tahu lebih jauh mengenai facial oil, salah satunya adalah mitos-mitos seputar facial oil yang selama ini beredar.

1. Menggunakan facial oil membuat kulit berjerawat 
Banyak dari antara kita , termasuk aku, yang tidak tahu, bahwa , facial oil banyak digunakan sejak jaman dahulu untuk merawat kesehatan kulit, termasuk mengobati jerawat. Memang, tidak semua facial oil kemudian berguna untuk menyembuhkan jerawat. Tapi ada facial oil tertentu seperti : tea tree oil, argan oil, yang sangat baik untuk merawat kesehatan kulit, karena mengandung anti inflamasi yang justru meredakan jerawat

2. Menggunakan facial oil membuat wajah kita semakin berminyak 
Nope! Menggunakan facial oil tidak akan membuat kulit wajah kita semakin berminyak atau membuat kulit kita clogged, selama produknya tidak mengandung campuran-campuran yang aneh-aneh. seringkali, campuran pada produk facial oil lah yang membuat pore clogging. Facial oil yang terbuat dari bahan dasar alami dan original biasanya tidak menyebabkan pore clogging.

3. Facial oil  membuat make up menjadi cakey 
Well, depends. Kamu menggunakan facial oil berapa banyak ? Dosis yang direkomendasikan untuk menggunakan facial oil adalah 2 tetes . Pada malam hari, kamu dapat menggunakannya 3-5 tetes. Lebih daripada itu, mahal ! hahaha

4. Facial oil tidak baik digunakan di saat kulit kita sedang sensitif, iritasi, atau sun burn
Tidak benar :) Banyak facial oil yang justru digunakan untuk meredakan kulit yang teriritasi dan inflamed :) You just need to pick the right facial oil. Jangan asal pilih :)

What can Facial Oil Do for You ?

Jadi , apa saja keuntungan kita menggunakan facial oil ? Apa hanya sekedar 'fancy-fancy ' ?
Hmm, tentu saja tidak. Banyak artis Korea yang 'addicted' dengan facial oil. Karena menurut mereka, facial oil, selain praktis, juga mengandung material yang jauh lebih 'murni' daripada essence atau pun serum. Oleh karena itu, facial oil memiliki efektifitas yang jauh lebih tinggi daripada essence atau serum sekalipun untuk mengatasi :
  • Wrinkles ~ Dalam hal ini , mengurangi wrinkles , dan prevent further aging . Facial oil yang dapat digunakan untuk mengatasi wrinkles antara lain : Argan oil, atau grape seed oil 
  • Skin balance ~ Yang artinya, baik untuk kulit oily, sekaligus untuk kulit yang super dry. Salah satu jenis facial oil yang direkomendasikan adalah : almond oil 
  • Skin protector ~ Well, skin protector di sini artinya, menjaga agar moisturizer alami kulit tidak hilang. Kalau kamu ingin facial oil yang mempunyai fungsi skin protector, kamu dapat menggunakan rosehip seed oil 
  • Perfect for make up primer ~ Say Hi to the glow! :) 
  • Shrink your pores ~ Masuk akal sih. Karena kulit yang kering membuat pori-pori kita menganga. kita perlu sesuatu yang membuat kulit kita lebih moist. :) Konon katanya, camelia oil baik untuk mengatasi pori-pori besar. 
  • Rashes calmer ~ No doubt ! Anti inflamatory agent yang ada di dalam oil sangat baik untuk mengatasi kulit yang kemerahan akibat over exfoliation, atau kulit super sensitif. Argan oil is one of the best on this department. 
  • Banishing zits ~ Tadaaaa ! No comment. Tapi so far aku sudah menggunakan seminggu, dan aku jatuuh cinta ! 
Ok ! Sebelum aku mengakhiri postingan aku kali ini, aku akan share sedikit video yang aku temukan pada saat aku sedang mencari tahu tentang facial oil. Nantikan postingan Adit mengenai update facial oil yang aku gunakan, dan juga postingan lainnya hanya di Groom it Like Adit !



Saturday, March 4, 2017

[Review] History of Whoo White Clay Mask

Hi semua :) , hari ini Adit ingin share sedikit mengenai salah satu masker andalan, yang Adit bawa setiap saat aku pergi jalan-jalan, yaitu History of Whoo White Clay Mask.



Well, beberapa waktu yang lalu , akhir Februari, aku 'mendadak' jalan-jalan ke Chiang Mai dan Bangkok. Karena kebetulan dapet tiket mur-mer , plus memang walaupun aku agak frequent ke Bangkok, ke Chiang Mai aku belum pernah. So, akhirnya aku cuss off for holiday dadakan :)

Selama beberapa lama aku di Chiang Mai, mataharinya super terik. Bahkan waktu itu aku lihat ramalan cuacanya bilang ZERO PERCENT of raining. Kalau ga salah sekitar 35-38 deg.Celcius. Panas banget ! Kalian dapat lihat di pics berikut, mataharinya ga santai banget .. :(



Anyway, masalahnya, kalau kita jalan-jalan, kan rasanya sayang gak taking pictures ya :( . Walhasil, walaupun panas mataharinya rasa-rasa kayak lagi di lembah dosa .. akhirnya aku tetep selfi-selfi haha. Pada beberapa occasion, aku curi-curi selfi ditempat teduh. haha Walaupun lighting nya jagi gak terlalu bagus, tapi teduh, ya sudah lah :)  ..




Cerita berikutnya bisa ketebak .. walaupun aku sudah menggunakan sunblock yang spf nya tinggi, dengan intensitas panas matahari yang se-ekstrim itu, akhirnya kulitku 'geseng' kayak anak layangan. Di sinilah kemudian History of Whoo White Clay Mask menjalankan fungsinya : )

History of Whoo White Clay Mask 

Dari ke sekian banyak produk Korea premium yang pernah aku gunakan, so far, History of Whoo merupakan salah satu produk yang paling aku suka. Alasannya, karena produk Whoo ini mengandung zat-zat yang agak jarang kita temukan di dalam produk korea lainnya.  Problemnya hanya satu, bahwa susah banget ( bahkan hampir tidak ada ) cari detail ingredient list dari History of Whoo ini. So, pada saat mencoba produk Whoo, aku jadi trial-error. Ngeri-ngeri sedep gitu. Bukan tidak mungkin, pada produk Whoo yang aku gunakan, ada satu ingredient yang gak cocok di kulitku.

Nah, White Clay Mask ini merupakan salah satu eksperimen Adit yang sukses :) Sukses di sini , artinya : this product works as claimed, without any breakout, purging, or side effects :) Jadi, sebenernya apa sih benefit dari White Clay Mask ini ?

Alasan utama Adit beli produk ini dulu adalah, bahwa White Clay Mask merupakan salah satu recommended mask yang berfungsi untuk mendinginkan kulit, di samping juga mengencangkan kulit, sehingga kulit tetap elastis. Beberapa beauty blogger menyarankan produk ini untuk kita-kita yang ingin menjaga pori-pori kulit kita tetap kencang. Kalau Adit, biasanya aku menggunakan produk ini lebih kepada after sun care treatment. Mungkin Adit ga banyak cerita bahwa pekerjaan utama Adit adalah geothermal engineer, yang pada kesempatan-kesempatan tertentu, harus ke lapangan, panas-panasan , dll. So, Adit perlu treatment yang mampu mendinginkan kulit secara cepat. So far , History of Whoo White Clay Mask ini merupakan salah satu produk andalan. :)

Adalah natural ingredient Baekseonto yang terkandung dalam white clay ini, yang menjalankan tugas untuk mendinginkan kulit kita, sehingga kulit yang panas kemudian dapat calm down. Cara penggunaannya sederhana. Cukup aplikasikan pada kulit wajah yang sudah dibersihkan, lalu gunakan toner, first essence, dan essence yang kamu suka. Kalau kamu mau, first essence yang akan kamu gunakan, dapat kamu masukkan ke dalam kulkas dulu selama 15-30 menit, untuk memberikan sensasi dingin di wajah. Setelah itu, aplikasikan white clay mask secukupnya di wajah kita. Tunggu sampai kering.  Lalu basuh dengan air hangat. Apabila kamu masih banyak waktu luang, kamu dapat melanjutkan dengan menggunakan sheet mask kesukaan kamu ( kalau Adit, Iope Bio Essence mask ) , yang sudah dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu :) .
Me when using White Clay Mask of Whoo :) Literally white :) 

Pros 

  • No purging, no breakout, no side effect that i feel so far 
  • Along with the first essence, it really soothes my skin right when i need it the most 
  • It also comes in sample size, so, we can bring the simple size anywhere we want, without any trouble when traveling. 1 sachet for 1 time use. 
  • it's easily spread onto skin 
  • it's easily washed off 
  • no tight feeling after used 

Cons 

  • Like any other Whoo's products, it is hard to find the ingredient list detail of the product. Not even in the COSDNA. So, i consider this as a trial error experience, and i succeed. However, since there is no ingredient detail, something that works for me, might not suitable/work for you. 

Foto kiri diambil tepat setelah panas-panasan. As you may see, my face was reddish.  Foto kanan diambil pagi hari, sehari setelah panas-panasan :) Merahnya sudah mereda :) .  Haha.. maafkan kulitku yang agak berantakan , karena setiap kali jalan-jalan pasti kurang tidur. 

Notes 

Ada beberapa notes yang ingin aku sampaikan sehubungan dengan produk ini yaitu bahwa produk ini bukan produk pencerah wajah, dan juga bukan produk penghilang noda. Produk ini simply merupakan produk yang mendinginkan kulit setelah panas-panasan, yang hasilnya akan berbeda-beda tergantung dari seberapa parah tingkat 'burnt' yang kulitmu rasakan. Oleh karena itu, tetap gunakan sunblock spf tinggi apabila akan berpanas-panas ria.
 Jangan terlalu lama berada di tengah terik matahari, terutama untuk kamu yang sedang menggunakan produk AHA/BHA/ vitamin C konsentrasi tinggi, karena semua produk tersebut meningkatkan sensitifitas kulit kita terhadap sinar matahari. Apabila hendak menggunakan produk pendingin wajah, beri waktu kulit untuk mengadjust panas yang diterima dengan kondisi temperatur ruang. Jangan gunakan produk pendingin wajah pada saat kulit kita masih terasa sangat panas, atau masih berkeringat. :)

Semoga membantu ! :)
Nantikan review lainnya hanya di Groom it like Adit .

Wednesday, March 1, 2017

[Review] Benton Fermentation Essence

Hi semua,
maaf aku kemarin sekitar 10 hari agak off , jarang buka blog .. karena kemarin aku mendadak liburan .. ^____^ " .. So, baru kemarin aku aktif lagi buka blog .. Kemarin aku kaget .. begitu buka blog .. ada banyak banget comment .. tapi aku sudah balas satu per satu.. semoga ga ada yang terlewat ya :) Terimakasih untuk semua reader yang rajin datang dan baca blogku :) Seneng banget rasanya kalau apa yang aku tulis di blogku ini kemudian menjadi manfaat untuk semua yang membacanya :)

anyway,
hari ini aku ingin share sedikit mengenai salah satu produk yang sudah aku gunakan selama hampir 4 bulan : Benton Fermentation Essence. Produk ini merupakan salah satu varian terbaru yang dikeluarkan oleh brand yang cukup populer di kalangan korean skincare lovers , terutama untuk kita-kita yang kulitnya sensitif dan bermasalah. Bersamaan dengan fermentation essence ini, Benton juga mengeluarkan versi eye creamnya. Adit juga saat ini sedang menggunakannya. Untuk review eye creamnya, akan Adit review terpisah ya :) .

Ngomong-ngomong mengenai Benton Fermentation Essence ini, beberapa waktu yang lalu, pada saat aku sedang mencari-cari produk aloe vera yang recommended dan Benton ( di samping juga Cosrx ) memang salah satu brand yang under my radar saat itu, gak sengaja aku membaca beberapa review positif mengenai fermentation essence. Walaupun produk ini tergolong baru, ternyata banyak pengguna Benton di luar sana yang begitu antusias mencoba , dan mereka memberikan review postitif, terutama dari segi anti-aging dan hydrating. Adit sendiri saat itu sudah menggunakan beberapa first essence : Missha FTE, lalu SK-II ( untuk kompres-kompres kalau lagi berjerawat / merah-merah kulitnya ), dan juga Hera ( karena aku tertarik dengan stem cells yang ada di dalam first essence ini, walaupun ada kandungan alkoholnya ~ review menyusul ya ) . Well, agak banyak memang first essence yang aku gunakan. Alasannya, karena beberapa waktu yang lalu aku membaca bahwa banyak artis korea yang menggunakan first essence sampai 5 jenis first essence yang berbeda, karena konsistensinya yang watery, jadi walaupun menggunakan 5 first essence, semuanya dapat diserap dengan baik oleh kulit kita , tanpa membuat kita merasa tebal di wajah.


Untuk kamu yang gak familiar dengan Benton , brand ini merupakan salah satu brand yang cukup populer untuk orang-orang yang kulitnya bermasalah. Seperti halnya COSRX dan Klairs, setiap produk yang dikeluarkan oleh Benton memang di desain untuk troubled skin. Benton , juga Mizon , merupakan kedua brand yang lebih dulu populer , dibandingkan dengan COSRX dan Klairs yang memang baru hype sekitar 2 tahunan terakhir. Kalau kamu rajin membaca review produk di beauty blog, atau di forum seperti reddit, kamu akan menemukan bahwa Benton seringkali di bandingkan dengan COSRX , karena memang kedua brand ini mempunyai cult sendiri-sendiri .

Dulu, waktu aku rajin-rajinnya menggunakan SK-II full set dari pencuci wajah sampai sunblock, aku gak terlalu memperhatikan brand korea sama sekali, karena aku merasa SK-II ( dulu ) adalah the best of the best. Sampai akhirnya aku merasakan ada (somehow ) penurunan kualitas yang aku rasakan dari SK-II ini. Di titik itulah aku mulai mencoba banyak produk korea, dan aku amazed dengan dedikasi brand-brand korea tersebut untuk membuat produk yang ramah lingkungan, ramah di kulit, ramah di kantong , namun tetap memberikan efek yang significant . Memang aku masih menggunakan beberapa produk SK-II seperti sabun wajahnya, atau clear lotionnya, atau FTE nya for particular reason . Namun demikian, untuk treatment yang intensive seperti serum, essence dll, aku menggunakan korean skincare , termasuk diantaranya Benton ini.

Benton Fermentation Essence

Benton Fermentation Essence merupakan produk teranyar Benton yang didedikasikan untuk anti-aging, terutama untuk wrinkle improvement dan skin-hydrating essence. Kandungan utama dari produk ini adalah :

  • high concentration of fermented ingredients ~ fungsi utama dari fermented ingredient ini adalah me-moisturize kulit, sehingga kulit lebih elastis dan lebih kencang. Khusus untuk produk ini, Benton menggabungkan 2 jenis ferment , yaitu galactomyces ferment filtrate ( yang sudah sering digunakan banyak brand seperti COSRX, dll ) , dan juga bifida ferment lysate. Kombinasi kedua ferment ini konon yang menjadi duet combo pada produk ini. 
  • ceramide ~ merupakan componen utama yang ada di dalam lapisan epidermis kulit. Kandungan ceramide ini berkurang seiring dengan proses penuaan yang terjadi pada kulit kita. So, memiliki produk yang mensupply ceramide ke kulit sangat penting untuk menunda aging process.  
  • EGF ~ epidermal growth factor ,  merupakan growth factor yang menstimulasikan ( mempercepat ) pertumbuhan sel kulit, salah satu faktor penting sehubungan dengan regenerasi kulit , penyembuhan luka jerawat , atau pun luka lainnya. 
  • hyaluronic acid ~ hydrating agent. Berfungsi untuk menghidrasi kulit kita , sehingga kulit kita tetap moist. 
Dari keempat main ingredients di atas, ceramide dan EGF merupakan dua hal yang membuat Adit tertarik. Karena, selama ini, hampir tidak pernah aku menemukan ada produk first essence yang mengandung ceramide. Sedangkan EGF sendiri, biasanya ada di dalam essence / serum, tapi bukan dalam bentuk first essence dengan konsistensi yang watery seperti Benton Fermentation Essence ini. 

Di samping keempat main ingredients di atas, ada beberapa kelebihan produk ini yang semakin membuat Adit tertarik yaitu :
  • no - alcohol ( yes !! ) ~ buat adit , ini lampu hijau banget 
  • mengandung rh-oligopeptid-1 ~ apabila banyak brand lain yang membuat peptide serum terpisah, di dalam produk ini, kita juga sudah mendapatkan peptide yang beneficial untuk anti aging
  • aloe barbadensis extract ~ ekstrak lidah buaya 
  • allantoin, betaine, arginine, xathan gum ~ kesemua produk ini bersifat sebagai anti aging , dengan anti allergic addition. 
  • Last, but not least, COSDNA report shows all green


Results 

Setelah aku menggunakan hampir 4 bulan, hampir habis satu tube ( mungkin masih sekitar 2-4 minggu lagi baru habis ) , the results that i feel so far are :
  • No breakout
  • I can feel that the product really suits my appetites of hydration, without any sticky feeling. It is absorbed by the skin pretty fast, without making it gross 
  • Selama hampir 4 bulan ini, aku juga melihat improvement dari segi fine-lines. Well , untuk seumuran aku, sebaik apapun kita menjaga kulit, pasti fineline sudah mulai muncul. seperti di forehead, atau di dekat mata. This product makes a visible improvement on that particular problem that i have. Kulit lebih plump. terlihat properly hydrated . ( bukan oily loowh yah :) ) 
  • dulu aku kadang-kadang punya dry patch di bawah mata. nah , sejak rutin menggunakan produk ini , tidak ada lagi dry patch di bawah mataku . yay !! 
  • terlepas dari semua hal baik yang aku lihat pada produk ini, ada beberapa catatan tersendiri yang perlu aku tulis yaitu : produk ini bukan pencerah kulit. So, aku tidak merasakan ada brightening improvement selama menggunakan produk ini. Selain itu juga, produk ini bukan produk yang didedikasikan untuk spot. So, aku tidak melihat ada reduction in the spot color while using the product. 
So, melihat dari khasiat yang aku dapatkan di atas, kesimpulannya adalah, bahwa produk ini recommended untuk kamu-kamu yang memiliki concern ingin anti aging product, hydrating agent product, anti wrinkle product / fineline product. Tapi bukan untuk brightening, maupun spot treatment. 

Well, apakah aku akan continue menggunakan produk ini ? Jawabannya, YUPH! 

** note : maaf aku ga posting before after, karena agak susah menunjukkan hydrating improvement lewat foto :) 

Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit !