Thursday, April 20, 2017

[Review] Etude Pomegranate Mask Sheet

Hi all :)
hari ini Adit ingin share sedikit mengenai weekly routine yang biasa aku lakukan : mask sheeting. haha ( ga tau apakah term tersebut bener apa enggak, yang pasti kalian nangkep kan maksudnya apa hehe .. )

Menggunakan mask sheet merupakan salah satu rutinitas mingguan yang paling suka aku lakukan. Alasannya, karena mask sheet mengandung concentrated essence , sehingga tidak hanya mampu menyegarkan kulit kita, kandungan essence yang melimpah tersebut mampu memberi efek instant boost pada kulit kita.

Well, terlepas dari keuntungan menggnuakan mask sheet,  memilih mask sheet yang tepat tentu merupakan salah satu hal yang harus kita perhatikan. Beberapa hal yang harus kita perhatikan pada saat memilih mask sheet yaitu :


  • brand pembuat mask sheet tersebut. Hal ini penting. Saat ini kita banyak melihat di market, beredar segala jenis mask sheet dari berbagai jenis brand , yang harganya juga relatif mirip-mirip. Oleh karena itu, kita harus pintar-pintar memilih brand yang kita 'percaya' memiliki kualitas yang teruji
  • kandungan utama mask. Pastikan bahwa kamu mengerti apa yang terkandung pada masker tersebut, apakah sesuai dengan jenis kulitmu, apakah sesuai dengan yang kamu perlukan. Dengan mengetahui kandungan utama mask tersebut, kita jadi punya sense, seberapa sering kita boleh menggunakan mask tersebut.  Sebagai contoh : 
    • Tea tree : untuk kulit berjerawat ( agak bikin kering, jadi ga suitable untuk kulit dry ) 
    • aloe vera : untuk kulit sensitif , memiliki sifat soothing agent
    • pearl : brightening booster 
    • coffee : melancarkan peredaran darah, memiliki efek anti aging, dan mampu mencerahkan sel kulit mati 
    • milk : menghaluskan kulit
    • strawberry : memiliki effek exfoliating ( tidak boleh terlalu sering, 1 x seminggu ) 
    • yoghurt : melembutkan kulit 
    • pomegranate : anti aging 
    • dll 
  • Perhatikan juga kandungan pelengkap pada masker tersebut , apakah mengandung alkohol, atau ingredient lainnya yang mungkin gak cocok dikulitmu , terutama untuk kamu yang memiliki kulit sensitif / alergi . 
  • Disamping ke semua hal di atas, Adit juga suka memilih mask sheet yang tipis, seperti tissue . Well, gak penting-penting amat sih, tapi aku suka kalau mask sheet tersebut bisa nempel dengan baik di kulit. :) 

Etude Pomegranate Mask Sheet 

Etude merupakan brand korea yang cukup populer di Indonesia. Walaupun aku gak menggunakan produk skincare-nya, aku suka dengan beberapa mask sheet yang diproduksi oleh Etude, seperti salah satunya varian Pomegranate mask sheet ini. 


Seperti yang sudah aku sebutkan di atas, mask sheet ini memiliki kandungan utama pomegranate, yang memiliki sifat anti aging yang kuat dan radiance boosting, disamping juga memiliki hydrating effect, yang penting untuk tetap menjaga kulit kita terhidrasi dengan baik. Dengan adanya anti-aging agent, pemakaian produk ini secara rutin mampu menunda aging process, which is a plus for me :) . 

Awal mula aku mencoba produk ini, again, adalah trial error alias coba-coba. Alasannya, karena biasanya mask sheet gak terlalu banyak di bahas di COSDNA. So, agak ngeri-ngeri sedep juga nih , coba produk ini. Walaupun demikian, berdasarkan pengalaman sebelumnya, mencoba mask sheet biasanya gak terlalu aneh-aneh ( kecuali donkey milk, somehow i've got a lot of whitehead afterward V_V ) . Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba mask ini, then, it turns out that i love this mask. Berikut aku tulis pros and consnya . 

Pros : 
  • affordable price 
  • mask sheet nya tipis 
  • mudah diaplikasikan
  • essencenya tidak terlalu cepat mengering 
  • i feel instant hydrating, instant radiance after application 
  • i like the scent, tidak intimidating 
Cons : 
  • pertama kali menempel di muka agak perih . aku sempat kaget, takutnya kulitku ga menerima essence ini. Tapi ternyata rasa perihnya berangsur menghilang, dan pada saat aku melepas mask sheet nya seteleh 20-30 menit, kulit ku sama sekali tidak kemerahan/ iritasi. 
  • tidak ada review nya di COSDNA, jadi agak susah untuk menganalisa kemungkinan produk ini cocok di kulitku atau tidak. 
  • Untuk cowok, mask sheet nya agak kurang besar sedikit. hehe 
Maafkan mata jutekku. haha .. gak ngeh aku fotonya sambil jutek. baru ngeh pas mau di upload ke blog. 
Well singkat kata, i recommend Etude mask sheet your weekly routine, yang sifatnya sebagai pelengkap dari skincare routine harian kamu :) 


4 comments:

  1. Hello kak, kakak sukanya mask sheet etude ya? Aku pakenya tonymoly pureness 100, bagus banget kak, cobain deh kak, tp ga tau cocok buat kak adit atau ga. Oiyaa kak, boleh minta saran sunblock yg bagus buat acne prone oily ga kak ? Aku baru mau pake the face shop clean face oil free suncream tp pas liat di cosdna banyak bahan berbahayanya kyk methylparaben, yg cocok buat teenager kak. Makasih kakkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi Alexar, aku paling suka sebenernya mask : IOPE BIO Essence. aku pernah mengulas di postingan beberapa waktu yang lalu :) tapi surprisingly si Etude ini enak2 masknya. pernah coba yang ceramide juga enak. :)

      tonymoly purenes ya ? coba aku cek TKP ya :)

      sunblock yang bagus untuk acne prone ? sebenernya ada 2 yang didedikasikan untuk kulit acne prone : COSRX aloe vera sunblock , atau klairs midday blue sunblcok. namun :
      1. cosrx aloevera sunblock somehow mengandung alcohol, jadi not suitable for sensitive skin
      2. klairs midday blue , agak terlalu pias untuk kulitku yang memang putih, jadi aku biasanya campur dengan klairs bb cream yang sama sama mengandung spf juga, biar ada warnanya dikit :)

      aku jujur ga pernah pake face shop, karena pernah beberapa kali coba, kulitku bereaksi parah. so, aku gak terlalu melirik face shop lagi :)

      Delete
    2. Iyaa kan kak, the face shop suka banget bikin muka breakout, suka sedihgitu padahal bagus the face shop

      Makasih ya kak sarannya, ooiya aku pernah baca kalau kakak jadi vegan 2 tahun buat perbaikin tekstur kulit, itu works kak? Nyiksa gitu jd vegan kak

      Delete
    3. :) kalau bikin breakout berarti gak bagus Lex :)

      hmm, kebetulan memang aku ga terlalu suka daging. haha .. sampe sekarang pun, makan daging paling 2-3 hari sekali. bikin badan lebih ringan, lebih fresh. kalau aku sih gak terlalu masalah vegan. gak jadi vegan lagi, karena sejak stay di jkt, aku agak susah kalau masak sendiri tiap hari . waktunya ga ada :)

      Delete