Thursday, June 29, 2017

[Review] Novexpert Vitamine C Booster and Expert Radiant Foaming Cleanser

Hi guys, selamat hari raya Idul Fitri untuk semua yang merayakannya ..
Mohon maaf lahir dan batin ya :)

Hari ini, kalau biasanya Adit share produk-produk yang cocok untukku, kali ini,  Adit ingin share sedikit mengenai salah satu produk yang aku gunakan beberapa waktu yang lalu , dan terpaksa Adit hentikan karena tidak cocok untuk kulitku.

Well, beberapa waktu yang lalu aku jalan-jalan di Kota Kasablanka , lenggak lenggok, clingak clinguk, berjalan tanpa arah sehabis gym di salah satu gym club di mall tersebut. Begini nih, kalau jalan-jalan tanpa arah, yang ada , aku pasti mampir ke beberapa tempat skincare center untuk sekedar 'jajan mata', lihat-lihat mungkin ada produk baru yang bisa aku targetkan. Eng - ing - eng ..  bisa ditebak kan ? Akhirnya hatiku kepincut oleh produk Novexpert yang punya ngaran : Vitamine C Booster , dan Expert Radiant Foaming Cleanser. Kali ini, bukan korean skincare, dan gak cuma satu , tapi dua skali beli.

Mau tau kenapa ?

Novexpert Vitamine C Booster 

Pertama, aku memang lagi cari vitamin C serum, karena sudah beberapa lama ini, aku gak menggunakan vitamin C serum setelah OST 21.5 ku kadaluarsa. Well, salah satu hal yang paling menyebalkan dari vitamin C serum adalah tendensinya untuk teroksidasi. Sehingga kita harus simpan serum tersebut di dalam kulkas. Yang artinya, gak bisa dibawa ke mana-mana. Akhirnya sering kelupaan kan? Ujung-ujungnya, tahu-tahu uda mulai menguning, indikasi teroksidasi. Kesel !! ya kan?

So, sejak itu aku males menggunakan vitamin C serum, hanya stick dengan BHA untuk exfo agent andalan. Walaupun demikian, somehow aku kangen vitamin C , karena vitamin C membuat complexity kulitku jauh berkurang. Akhirnya, waktu aku ga sengaja lihat Novexpert Vitamin C Booster ini  yang mengclaim tidak mudah teroksidasi , aku jadi mupeng banget.

Novexpert Vitamine C Booster

Mupeng di sini bukan berati aku gak investigasi dulu lowh ya. Pada saat itu aku langsung search cosdna review untuk produk ini, Dari hasil analisa Cosdna, hanya 1 yang yellow, sisanya all green.  Untuk detailnya kamu dapat klik di sini

Berdasarkan hal tersebut, akhirnya, aku semakin tergoda. Ditambah lagi, melihat petunjuk penggunaannya, rekomendasinya adalah untuk menggunakan produk ini 2 kali sehari yaitu pagi dan malam. Waktu itu aku mikir, wah wah , berarti formulanya mild ya.
Sayangnya memang, hampir tidak ada beauty blogger yang mereview produk ini, jadi agak agak susah aku mencari honest review untuk membantuku mengambil keputusan membeli atau tidak membeli produk ini.

Akhirnya, setelah mind battle yang melelahkan, aku beli deh produk ini.

Pada awal pemakaian, dari rekomendasi penggunaan 2 kali sehari, aku hanya menggunakan vitamin C  serum ini 1 kali sehari malam hari, setelah essence. ( normalnya , kita menggunakan vitamin C serum ini sebelum serum atau essence lainnya agar vitamin C nya terserap dengan baik. Menggunakan vitamin C serum setelah produk lain akan mengurangi efektifitas vitamin C tersebut ) Aku menggunakan vitamin C serum ini setelah essence karena aku takut kulitku terlalu reaktif. So, sebagai pengenalan awal, aku gunakan setelah essence. Namun demikian, kulitku ternyata sangat reaktif terhadap vitamin C serum ini. Kulitku memerah, dan di sekitar bawah mulut ku langsung iritasi, mengelupas, memerah, in general kulit wajahku perih.

So, singkatnya, produk ini bener-bener NOT for me.
Pertanyaannya , apa yang kemudian menyebabkan kulitku sangat reaktif ?
Ada beberapa hal yang aku curigai , yang pertama adalah :

  • parfum ~ Well, produk ini mengandung parfum. biasanya parfum ini adalah hal yang pertama kali aku curigai di saat kulitku menunjukkan response negatif terhadap suatu produk. 
  • beta carotene ~ yuph, you're right. pro vitamin A. walaupun aku rutin makan makanan yang mengandung beta carotene, aku belum pernah menggunakan produk skincare yang mengandung beta carotene , so aku belum pernah menggunakan beta carotene secara topical. 
  • mica ~ seperti halnya beta carotene, aku juga belum pernah menggunakan produk yang mengandung mica. so, mungkin mica cocok untuk orang lain, tapi tidak cocok untuk aku ? Who knows. 
  • dan beberapa ingredient lain yang namanya gak terlalu aku kenal. 
  • somehow, aku juga gak terlalu cocok dengan non-Asian skincare. Apakah karena memang produk-produk tersebut di desain untuk kulit kaukasia yang notabene memiliki tekstur yang sangat berbeda dengan kulit asia ? Again, who knows. 
  • Kemungkinan terakhir : produknya sudah oxidized. Well, i think it is a smart move to colour the fluid by warna orange. Biasanya kita tahu vitamin C serum yang kita gunakan sudah teroksidasi di saat cairannya mulai menguning bukan ? Nah, dengan memberi warna cairannya dengan warna orange, kita jadi 'saru' "(a.k.a gak jelas), apakah serum vitamin C yang kita gunakan sebenarnya dalam kondisi yang baik atau sudah teroksidasi, benar? Aku tahu aku agak su'udzon, tapi dari sudut pandang produsen, akan lebih merugikan disaat serum yang kita jual sudah teroksidasi dan gak laku terjual. So,memberi warna orange akan membuat pembeli 'tidak tahu' apakah produk yang dijual, dalam kondisi yang baik atau tidak. Again, ini aku agak su'udzon sih. tapi, dari segi pembeli, warna orange ini jelas merugikan. karena itu tadi, kita ga tau apakah produk yang kita gunakan dalam kondisi yang baik atau tidak. Karena somehow, berdasarkan karakteristiknya, cepat atau lambat pasti vitamin C itu akan teroksidasi. And we, as a customer, need to clearly know it. Apalagi produk itu kita gunakan di wajah. 

Lesson learn : 

  • selalu membeli produk yang banyak review nya 
  • sebisa mungkin, membeli produk-produk yang ingredient listnya pendek untuk meminimalkan kemungkinan iritasi 
  • menggunakan produk yang tidak ada artifical parfume mungkin akan lebih baik , terutama karena kulitkut sensitif 
  • jangan lapar mata ( T_T ini yang susah ) 
  • aku akan lebih memprioritaskan produk-produk yang memang didesain untuk kulit asia. Well, gak bermaksud rasis, tapi karena aku orang Asia dengan jenis kulit asia, tentu lebih logis apabila aku memilih produk-produk yang memang didesain untuk kulit Asia juga. 
  • Kalau mau beli vitamin C serum, better yang warnanya bening, jadi aku bisa observe apakah serum yang aku gunakan masih dalam kondisi baik atau sudah mulai teroksidasi. 
Next .. 

Novexpert Expert Radiant Foaming Cleanser 

Produknya gak aku foto ya teman-teman, soalnya nangkring agak lama di kamar mandiku, jadi gak bagus difoto. haha .. Anyway, aku beli produk ini karena, menurut beberapa website yang aku baca, foam ini akan membuat efektifitas serum vitamin C yang aku gunakan meningkat . Bahkan, produk ini di claim : menggunakan foam tersebut selama 20 detik akan membuat kulit wajah cerah seketika. Duh duh, koq bisa-bisanya aku tergoda dengan statement sejenis ini ? Padahal, seharusnya aku aware, bahwa produk yang sifatnya instant, pasti ada kandungan aktifnya yang kuat somehow. 

Cemennya lagi, waktu itu aku coba cari di cosdna tapi gak nemu reviewnya. Dan aku masih beli produk itu, karena aku pikir, seharusnya isinya gak jauh beda dengan serumnya. Dan aku juga gak tunggu 2-4 minggu sebelum mencoba produk lainnya karena foaming cleanser ini sifatnya supplementary dari vitamin C booster tadi. So, seharusnya digunakan bersamaan ya kan ? ( yuph, i broke my own rule.. ) 

Akhirnya , setelah aku pertama kali gunakan produk ini ke kulitku. kulitku gatal. Gak cuma itu, dalam waktu 10 menit, kulitku bentol, menunjukkan aku iritasi . Waktu itu aku bingung, bener-bener blank kenapa bisa se-reaktif itu. Reaksi yang ditunjukkan lebih seperti alergi daripada iritasi. Berdasarkan historyku selama ini,  iritasi biasanya gak dalam sekali pakai, dan dalam waktu 10 menit langsung bentol-bentol seharusnya. 

Karena penasaran akhirnya aku coba gunakan ke kulit badanku . Waktu itu aku pikir, kalau terlalu keras di kulit wajah tapi aman di kulit badan, aku gunakan ke kulit badanku saja. Lumayan, mencerahkan warna kulit tubuhku. Eh, tapi ternyata, tetep gatal-gatal kalau aku aplikasikan langsung ke kulit badan. Tapi gak gatal-gatal kalau aku campur dengan sabun lainnya menggunakan puff . Hmm, daripada sayang gak aku pakai.

Last but not Least 

Walaupun review ku kali ini seakan-akan sangat negatif, bukan berarti produk Novexpert gak bagus lowh ya. Mungkin hanya karena kulitku yang terlalu sensitif , sehingga gak bisa adjust dengan satu atau lebih ingredient yang ada di dalam produk Novexpert ini seperti misalnya : parfumnya, atau ingredient lainnya. Dengan kata lain, karena kulit setiap orang berbeda-beda karakternya, sangat mungkin Novexpert akan memberikan respons yang positif apabila digunakan oleh orang lain :) 

Yang pasti, we know our skin better than anyone else
So, buat aku pribadi, my journey with Novexpert membuat aku semakin mengenal karakter kulitku, dan hal-hal apa saja yang harus aku ingat di saat akan menentukan skincare yang akan aku gunakan ke depannya. 

Untuk kamu yang ingin membeli produk Novexpert, kamu dapat membeli di Sephora dengan harga IDR 840.000 untuk Serum vitamin C-nya, dan IDR 375.000 untuk Radiant Foamingnya. Novexpert ini juga mempunyai varian lain disamping brightening series seperti anti aging product dan hyaluronic product ( jujur awalnya aku juga tertarik dengan hyaluronic productnya . Tapi berdasarkan lesson learn dari pengalamanku kali ini, mungkin aku akan tetap stick dengan brand-brand yang lebih dedicated untuk asian skin saja dulu. ) 

Alright then. That's all from me. Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit. 

Saturday, June 17, 2017

[Spotlight] Welcoming New Product on my Routine : Innisfree Aloe Revital Skin Mist

Hi semua,
beberapa waktu yang lalu, aku mampir-mampir lagi ke Innisfree Senayan City dan akhirnya aku mencoba produk aloe veranya yang punya ngaran : Innisfree Aloe Revital Skin Mist.  Awalnya aku cuma iseng mampir-mampir aja. Tapi, karena di Innisfree setiap produknya tersedia tester, akhirnya aku iseng-iseng coba deh, yang kemudian akhirnya rogoh-rogoh kantong, beli produk V_V. Gini nih, berawal dari iseng-iseng, eh .. jadi keluar duit.

Hmm, tapi memang sih, aku lagi cari produk mist yang bisa membuat kulitku tetap moist sepanjang hari, terutama karena aku spend waktu hampir 24 jam di ruangan ber AC, yang tentu membuat kulitku cenderung kering. Sebelumnya aku menggunakan Avene, which is good in average ( lupa mau review sampai keburu habis produknya .. maaf yaa ) . Sebelumnya lagi aku menggunakan produk mist keluaran SK-II, which is the best mist product that i've tried by far. :)

Well, ngomong-ngomong mengenai Innisfree, brand ini memang semakin populer belakangan ini, terutama setelah produknya banyak muncul di Produce 101 , tayangan televisi interaktif korea yang lagi booming banget belakangan ini . Di samping juga, memang in general, produk skincare korea semakin lama semakin banayk peminatnya :) . Banyak orang yang dulu menggunakan produk non-korea ( dari US, Europe, atau Jepang ), kemudian sekarang beralih ke korean beauty skincare. Termasuk aku :) . Alasannya simple. Produk korea sebagian besar menggunakan bahan dasar alami, yang sangat menghargai kulit kita dengan cara mengeliminasi zat-zat yang dianggap tidak penting, atau berpotensi membahayakan. Salah satu bahan dasar alami yang booming banget adalah : snail, jeju, pearl, dan aloe vera. Aku termasuk salah satu yang paling suka produk berbahan dasar snail dan aloevera. :) Oleh karena itu, pada saat akhirnya mist ku habis, aku ingin coba produk mist yang berbahan dasar aloe vera , dan Innisfree mempunyai mist aloevera tersebut. Kurang lebih seperti ini tampilannya.




Innisfree Aloe Revital Skin Mist


Seperti biasa, sebelum aku membeli produk, aku menyempatkan diri untuk melihat COSDNA result, yang menganalisa seperti apa sih kandungan ingredient pada produk ini. Tabel berikut merupakan list kandungan produk beserta analisa dari COSDNA.



Seperti yang kamu lihat di tabel, kandungan produk ini gak banyak, which is a plus to me :). Aku suka khawatir kalau dilihat produk yang ingredient list nya panjang. Karena, mungkin saja ada satu atau lebih ingredient yang gak cocok di kulitku. So, dengan ingredient list yang sedikit, aku lebih tenang, apalagi kalau kita lihat di atas, dari 9 ingredient, hanya 1 yang warnanya kuning untuk skala safety, sisanya hijau semua. Yang memiliki skala 4 dari 9 untuk safety adalah phenoxyethanol. Kalau kamu baca di google, phenoxyethanol ini adalah garam , yang memiliki fungsi anti mikroba , yang memiliki sifat preservative. Dan, beberapa orang memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap phenoxyethanol ini. Walaupun demikian, kalau kamu pernah menggunakan produk yang ada phenoxyetanolnya dan aman aman aja, seharusnya kamu juga aman menggunakan produk ini :)


My First Impression 

Terlepas dari harganya yang gak terlalu mahal ( dibawah IDR 200.000 ) , dibandingkan dengan SK-II yang harganya 3 kali lipat lebih mahal, so far , kalau kita mencari sesuatu yang menyegarkan sih, it's okay lah :) . Tapi, to be honest, setelah beberapa kali pakai, aku masih belum merasakan sesuatu yang 'wow' dari produk ini. Dibandingkan dengan Avene, yang kadang suka aku gunakan untuk kompres kalau aku habis pencet2 komedo, dan cepat banget meredakan kemerahan di kulitku, Innisfree aloe vera mist ini tidak memiliki kemampuan seperti itu. Well, memang juga 'mist' kan memang didedikasikan untuk menyegarkan kulit in time of needs ya :) . So, aku gak kecewa gimana juga , cuma akan lebih menyenangkan kalau bisa digunakan untuk kompres-kompres.

Yang kedua comment aku adalah : spray nya. Butirannya agak besar-besar. Jadi waktu kita menggunakan 'mist', yang seharusnya butirannya seperti embun embun, koq jadinya besar-besar butirannya. Mungkin karena aku cowok dan aku ga menggunakan make up, butiran agak besar gak terlalu jadi masalah, hanya jadi 'basah' aja gitu. Tapi kalau untuk kamu para wanita yang menggunakan make up, butiran yang besar-besar , mungkin, pelru dijadikan pertimbangan tersendiri. Karena, 'mist' seharusnya dapat digunakan di atas make-up tanpa merusak make-up tersebut. kalau butirannya terlalu besar, yang ada basah, bisa luntur semua make-up mu.

So , kalau aku simpulkan, sementara ini, product ini menurutku 'average' aja. Gak bikin breakout, atau memberikan respons alergi or iritasi di kulitku, tapi juga tidak memiliki 'wow factor apapun saat ini. Walaupun demikian, aku akan terus menggunakan produk ini, dan akan aku update anytime soon ya :) Nantikan update lainnya hanya di groom it like adit :)

Saturday, June 3, 2017

[Review] Micellar Water Battle : Bioderma - L'Oreal - Garnier

Hi semua :)
Seperti biasa, hari ini Adit ingin share review mengenai produk kulit, in particular, jenis produk pembersih wajah yang semakin hits belakangan ini : micellar water.

Kalau kamu search di google, definisi dari micellar water agak agak 'godly', karena google bilang : micellar water adalah pembersih wajah cari yang tidak hanya super praktis, tapi juga super efisien. Karena, hanya dengan beberapa tetes , saat kita sapukan micellar water ini ke wajah kita, cairan tersebut akan langsung mengangkat minyak dan kotoran, sehingga wajah kita jadi supperrr bersih .. Well, pada kenyataannya, untuk kamu yang saat ini menggunakan micellar water, pasti kamu tau bahwa, perlu beberapa kali sapuan, hingga akhirnya semua kotoran terangkat. Ya kan ? :)

Walaupun demikian, gak Adit pungkiri bahwa micellar water memang pembersih wajah yang praktis. Paling tidak, bisa kita bawa ke mana-mana, gak perlu susah-susah ke kamar mandi, gak perlu cari keran air bahkan. So, membawa micellar water menjadi suatu keharusan , terutama pada saat kita sedang travelling. Dengan adanya micellar water ini, kita dapat tetap menjaga kebersihan kulit kita dimana saja. Apalagi, pada saat travelling, kita seringkali berkeringan, kotor-kotoran, berdebu, jalan sana sini, belum lagi panas-panasan, sehingga minyak, keringat, kotoran, debu, sunblock, krim wajah semua numplek jadi satu di kulit kita.

Seiring dengan meningkatnya antusiasme pasar terhadap micellar water, saat ini ada banyak brand yang mengeluarkan varian micellar water. Mulai dari brand yang dapat kita temukan dengan mudah di supermarket atau apotik seperti : Bioderma, Avene, L'Oreal, ataupun Garnier, sampai dengan produk-produk yang tidak ada di supermarket namun banyak dikenal oleh kita-kita yang rajin merawat kulit, seperti : Son&Park misalnya.

Nah , pertanyaannya, dari sekian banyak brand tersebut, dengan harga yang bervariasi, sebenarnya, brand mana sih yang tidak hanya harganya gak bikin sesak di kantong, tapi juga ramah di kulit kita, terutama untuk kulit yang acne prone dan sensitif ? So, hari ini Adit ingin review 3 produk micellar water yang Adit gunakan, Bioderma, L'Oreal dan Garnier. Untuk Bioderma, yang akan Adit review adalah varian yang biru, yang hijau sudah pernah adit review sebelumnya. Kamu dapat klik di sini 

 

Dilihat dari harga produknya, ketiga produk di atas memiliki range harga yang berbeda-beda. Bioderma harganya di atas IDR 200.000, L'Oreal memiliki harga kisaran IDR 130.000 - 170.000, sedangkan Garnier harganya berkisar dibawah IDR 100.000,

Banyak orang bilang, kalau harga itu gak mungkin bohong. Menurut kamu gimana ? Well, kalau Adit dulu ditanya seperti itu, mungkin aku akan bilang, benar, bahwa harga itu ga bohong. Dulu aku berpikir bahwa harga itu menentukan kualitas suatu barang, terutama skincare. Hingga akhirnya, dulu aku selalu menggunakan produk yang agak mahal dikit, karena ceritanya dulu nih, aku beli kualitas. Tapi setelah beberapa tahun ini aku mengenal korean beauty product yang harganya relatif lebih murah daripada harga produk yang aku gunakan pada saat itu, dengan kualitas yang ternyata 'WOW' me, paradigma yang selama ini tertanam di benakku akhirnya mulai berubah.

Harga tidak serta merta menentukan kualitas barang yang kita gunakan. Brand , yang menentukan harga produk tersebut. Seringkali , kalau kita perhatikan, ada dua brand yang mengeluarkan produk sama, misalnya hyaluronic acid serum, sama persis, tapi yang satu harganya IDR 700.000, yang lainnya berharga IDR 200.000 hanya karena yang satu high-end brand yang sudah lama bermain di dunia skincare , sedangkan yang satunya lagi adalah newcomer.

So, kali ini , pada review Adit , kita akan lihat, apakah benar harga menentukan kualitas produk ?

Bioderma Hydrabio H2O 


Bioderma Laboratories merupakan perusahaan farmasi Perancis yang memfokuskan perhatian mereka pada kesehatan kulit,  dan rambut, termasuk di antaranya kulit wajah dan kulit kepala. Hydrabio merupakan salah satu varian keluaran Bioderma ini, yang khusus diformulasikan untuk kulit yang dehidrasi namun sensitif. Produk ini memiliki tiga ukuran , yaitu : 100, 250 dan 500 ml.
Produk ini merupakan salah satu micellar water yang pertama Adit beli setelah micellar water Bioderma yang hijau. Dulu aku pertama beli micellar water yang hijau karena produk tersebut di claim mampu mengurangi produksi sebum di wajah . Tapi setelah aku gunakan, koq lama-lama aku merasa kulitku kering ya? Akhirnya, setelah yang hijau habis, aku beli yang biru ini, karena aku perlu micellar water yang meng-hydrate kulit ku , apalagi , produk ini didedikasikan untuk kulit sensitif.

Sebelum aku beli produk ini, aku coba cek di COSDNA, dan hasilnya seperti yang dapat kamu lihat di tabel di atas. Ada banyak ingredient di dalam produk ini, dan sebagian besar aku ga kenal , tapi , kalau kita lihat skala safety nya mixed antara kuning dan hijau. Artinya, COSDNA menilai , ingredient yang terdapat pada produk ini memiliki skala safety 'sangat aman' (hijau) dan 'medium' (kuning).  So i decided to buy.

 

Results

Well, hal pertama yang aku rasakan saat menggunakan produk ini adalah : lengket. Somehow, koq aku ga suka ya dengan sensasi lengketnya. Oleh karena itu, setiap kali aku selesai menggunakan produk ini, somehow, aku pasti basuh kulitku dengan air untuk menghilangkan sisa Bioderma yang menempel di kulit.

Yang kedua, yang cukup krusial, adalah, breakout. ** sad ..

Ini yang membuat aku bertanya-tanya, apa yang membuat kulitku breakout ? Apakah salah satu dari sekian banyak ingredient yang gak aku kenal ? ataukah fragrancenya ?Aku gak tau. Awalnya aku pikir cuma kebetulan saja jerawatnya keluar bersamaan dengan aku menggunakan produk ini. Tapi, setelah aku gunakan beberapa waktu, jerawatnya muncul secara teratur, repetitif. Akhirnya aku coba stop menggunakan Bioderma ini, dan jerawatnya berangsur-angsur menghilang. So, aku teryakinkan bahwa ada sesuatu di dalam Bioderma ini, yang tidak cocok di kulitku.

L'Oreal Refreshing Micellar Water

 L'Oreal merupakan salah satu brand yang cukup dikenal di Indonesia, terutama untuk produk perawatan kulit dan rambut. Dari kesekian banyak produk yang dikeluarkan oleh L'Oreal , yang paling aku sukai adalah produk perawatan rambutnya, dan hair coloring product nya yang menurut aku cukup bagus.

Jujur, untuk produk perawatan kulit, aku gak terlalu tertarik dengan L'Oreal, gak tau kenapa, cuma gak dapet klik-nya aja. Mungkin kamu pernah juga merasakan hal yang sama ? Di saat ada banyak orang menggunakan produk tertentu dan mereka suka, namun, kamu gak tertarik ? Well, kurang lebih demikian. Sampai akhirnya muncullah micellar water ini. Waktu itu aku sedang mampir ke Watson, dan gak sengaja aku lihat L'Oreal micellar water duduk manis di etalasenya. Waktu aku ambil produk tersebut, jelas tertulis di bagian depan bahwa produk ini sangat aman bahkan untuk kulit sensitif.  Ada dua varian micellar water , yang pertama refreshing, yang kedua moisturizing. Belajar dari pengalamanku dengan Bioderma, akhirnya aku gak ambil yang moisturizing. Aku berpendapat bahwa me-moisturize kulit bukan dari micellar water, melainkan dari essence, serum , dll. Akhirnya aku pilih yang refreshing .


Seperti kita lihat di tabel di atas, jumlah ingredient pada L'Oreal micellar water ini sangatlah sedikit, dibandingkan dengan Bioderma. So, this really is a plus ! Aku merasa lebih secure menggunakan produk ini dibandingkan dengan Bioderma, karena jumlah ingredient list nya yang jauh lebih sedikit. Ditambah lagi, produk ini tidak mengandung fragrance. In general, ingredientnya relatif aman , kecuali poloxamer 184 dan BHT.
Poloxamer 184 merupakan senyawa polimer yang membantu air untuk mengikat minyak dan kotoran sehingga minyak dan kotoran tersebut terangkat. Sedangkan BHT sebenarnya merupakan sejenis antioksidan ( berdasarkan wikipedia ), yang juga memiliki kemampuan anti-viral , yang mampu membunuh virus seperti virus herpes misalnya. Anyway, terlepas dari kegunaan kedua ingredient ini, it is a thing to note terutama kalau kamu pernah punya riwayat gak cocok dengan produk yang menggunakan kedua jenis ingredient tersebut.

 

Results

No breakout .. yay !!     ** Happy .. 

Disamping itu, dibandingkan dengan Bioderma, aku merasa produk ini lebih light di kulit. Walaupun, tetap lengket. So, aku mulai berpikir , apakah karena mengandung glycerin ? Kalau kita lihat di Bioderma, glycerin berada di urutan kedua setelah water, sedangkan untuk L'Oreal, glycerinnya berada di urutan ketiga. So, mungkin persentase nya yang berbeda, membuat L'Oreal lebih tidak lengket walaupun masih lengket.

Tapi, overall, dibandingkan dengan Bioderma, aku lebih puas dengan L'Oreal, walaupun setelah menggunakan micellar water ini, aku tetap membasuh kulitku dengan air.

Garnier Micellar Water Pink 

Ok, di sini yang menarik. Coba deh kamu perhatikan tabel cosdna berikut.


Dapat kita lihat di atas, bahwa , ingredient yang terdapat pada Garnier ini sama persis dengan L'Oreal , kecuali BHT nya. Setelah aku baca-baca, saat ini di dunia kedokteran, ada perdebatan sehubungan dengan BHT pada produk kecantikan, karena beberapa mengatakan bahwa BHT 'mungkin' bersifat karsinogenik ( cancer trigger ) . Perdebatan ini sampai saat ini masih belum konklusif, dan belum terbukti kebenarannya. So, i cannot really say anything about that.

Walaupun demikian, dengan tidak adanya BHT pada Garnier micellar water, somehow i feel safer to use the product, don't you think ?

Results 

Dibandingkan dengan kedua produk di atas, aku merasa Garnier micellar water ini agak lebih kesat pada saat diaplikasikan. Tapi, yang aku suka adalah, produk ini tidak meninggalkan rasa lengket dikulitku setelah pemakaian, dibandingkan yang Bioderma maupuun L'Oreal.

Dan.... no breakout as well.


Conclusion 

Dari ketiga micellar water di atas, pemenangnya adalah Garnier, karena , tidak hanya memiliki harga yang paling murah dibandingkan kedua produk lainnya, produk ini juga :
  • memiliki ingredient paling sedikit, 
  • hampir semua ingredient di dalam ingredient listnya aman menurut cosdna 
  • tidak mengandung BHT, slah satu idient yang diperdebatkan saat ini sehubungan dengan potensi cancer yang mungkin ditimbulkan 
  • tidak lengket
  • tidak menyebabkan breakout 
Well, my conclusion says it all i guess. Bahwa, harga tidak selamanya menentukan kualitas produk skincare yang kita gunakan :)

Nantikan review lainnya hanya di Groom It Like Adit . Ciao !