Wednesday, November 22, 2017

[Review] St. Ives Oatmeal Scrub and Mask

Hi semua,
hari ini Adit ingin share sedikit mengenai salah satu rutinitas mingguan baru Adit, scrubbing.
Well, mungkin kamu sudah familiar, bahwa , ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengangkat sel kulit mati , seperti misalnya :
  • scrubbing : dimana kita menggunakan lotion pembersih wajah yang berbulir, sehingga pada saat diaplikasikan ke wajah, bulir-bulir tersebut 'menggosok' wajah kita . Jadi ini sifatnya, mekanis. 
  • menggunakan exfoliating toner : lain halnya dengan scrubbing, exfoliating toner berisi exfo agent seperti AHA, BHA yang membantu melepaskan sel kulit mati di wajah kita, sehingga, walaupun tanpa digosok, sel kulit mati akan terangkat. 
  • perawatan ke skin clinic : di skin clinic, ada beberapa treatment yang berfungsi untuk membersihkan kulit kita dari kotoran yang menumpuk di permukaan, seperti microdermabrasion, atau peeling dengan exfo agent tapi dengan konsentrasi yang cukup tinggi, sehingga harus dipandu oleh dokter. 
Kenapa exfoliation itu penting ? 
Jawabannya, karena dengan melakukan exfoliation, kulit mati dan kotoran yang berada di lapisan permukaan paling atas , terangkat. Dengan demikian, skincare yang kita aplikasikan ke wajah kita jadi lebih mudah terserap oleh kulit.  Di samping itu, kulit kita yang semula kusam karena ada kotoran menumpuk, menjadi bersih :) 

Well, 
kalau sebelum-sebelumnya aku cerita tentang penggunaan exfo agent , 
hari ini aku mau share sedikit mengenai penggunaan facial scrub. 

Jadi, beberapa waktu yang lalu kulit aku agak kering. Mungkin karena aku mengalami perubahan cuaca yang cukup ekstrim . Jadi sudah 3 bulan ini aku pindah kerja , yang kemudian mengharuskan aku bolak balik ke lapangan di Tarutung. Di sana cuacanya cukup ekstrim, udaranya dingin, tapi mataharinya terik, jadi kalau siang , panas. kalau malam dingin , suhu udaranya cukup rendah. Nah , di Jakarta , temperature nya panas, udaranya lembab. Karena bolak balik ini lah, akhirnya kulitku "bingung", dan kadang-kadang extremely kering sampe flaxy di wajah ( terutama dekat bibir dan pipi ) dengan fine line yang keliatan jelas, eh tapi nanti ada jerawat , walupun cuma satu dua tapi kesel aja karena kondisi kulit ga stabil. 

Karena menggunakan exfo agent terlalu sering itu tidak disarankan, 
untuk kulit yang flaxy akhirnya aku menggunakan facial scrub , yang fungsinya notabene hanya untuk mengangkat kulit yang flaxy tsb , sehingga gak terlalu obvious banget flaxy nya. 
Setelah baca sana sini, akhirnya pilihanku jatuh pada St. Ives Oatmeal Scrub and Mask ini.

Oh iya, sebelum kita lanjut bahas mengenai produk ini, untuk kamu pengguna Instagram, kamu dapat follow instagramku @Joshua_adityaa . Walaupun kontennya sebagian besar tidak berhubungan dengan skincare, aku suka memberi hint mengenai daily routine-ku di instastory :)
Next, kita lanjut ke St.Ives Oatmeal. 

St.Ives Oatmeal Scrub and Mask 


Jujur, awal nya, aku pikir harganya berapa gitu, karena packagingnya besar. 
Begitu kemudian aku lihat harganya cukup affordable, aku agak underestimate produk ini :) haha. 

tapi, karena banyak review yang positif , akhirnya aku coba juga. Terutama , setelah melihat hasil dari COSDNA yang ''├žukup' baik. 

Cukup di sini, artinya, in general, semua hijau, dengan 2 kuning dan 1 merah. 
2 kuning tersebut untuk viscosity controlling agent dan fragrance, sedangkan 1 merah itu untuk : Methylisothiazolinone , yaitu preservative agent. 

Tapi, good newsnya , produk ini mengandung : 
  • anti inflammatory agent : yaitu oatmeal ( nama kerennya avena sativa meal ) 
  • dan honey sebagai moisturizer alami 
Detailnya dapat kamu liaht di bawah ini : 


Results 

Kalau kamu ingin produk yang 'wow' yang secara ekstrim bikin kulit cling, mungkin bukan produk ini yang kamu cari. Nah, tapi, kalau kamu ingin produk yang cukup embut untuk digunakan 3 kali seminggu, yang fungsinya mengangkat kulit kering mu, tanpa perlu pusing dengan purging-purging, aku rasa produk ini suits you. 

Yang aku rasakan setelah 1.5 bulan menggunakan produk ini memang, produk ini tidak menyebabkan purging , karena memang gak mengandung exfo chemical . Bulir-bulir yang digunakan untuk scrub berasal dari cangkang walnut, jadi bukan sesuatu yang sifatnya chemical sama sekali. 
Dan, karena memang aku ingin menggunakan produk yang efektif mengangkat kulit kering di wajah, buat aku pribadi, produk ini cukup satisfactory . apalagi dengan kandungan honey nya. 

So, in term of scrubbing, scrub ini aku gunakan sebagai pelengkap exfo routine aku dan i'm happy :) 
Memang aku belum pernah menggunakan produk ini sebagai masker, karena buat aku untuk masker agak terlalu berat. Kalau diantara kamu ada yang pernah menggunakan produk ini sebagai masker, please share pengalaman kamu di kolom comment :) 

Oh iya, 
satu hal yang mungkin perlu Adit ingatkan, bahwa, 
scrubbing tidak boleh digunakan kalau kulit kamu kering yang sampai merah-merah, apalagi pada kondisi kulit kering yang sampai irritated. 
Kalau kulitmu lagi kemerahan dan irritated, kamu harus tunggu sampai kemerahannya mereda, dan tidak ada iritasi , baru kamu boleh melakukan aktifitas scrubbing ini . :) 
Begitu juga kalau  kulitmu sedang sun burnt. Seperti kulit aku saat ini. 
kemarin aku jalan-jalan ke Seoul, kondisi temperaturenya rendah banget, terakhir-terakhir sampe 1 deg C , dengan matahari yang terik. Akhirnya aku menghitam dan burnt. haha .. :) 
( nanti aku share deh itinerary dan spot-spot asik di sana untuk kamu belanja barang barang fashion dan skincare di blog ya :) ) 

Last but not least, jangan over do ya :) Scrubbing paling sering digunakan 2-3 hari sekali. 
Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit. 

No comments:

Post a Comment