Friday, February 23, 2018

[Review] Dear Klairs Supple Preparation Facial Toner , Best Hydrating Toner untuk Kulit Berjerawat


Hi semua, pertama-tama Adit ingin mengucapkan terimakasih untuk semua antusiasme teman-teman yang mampir ke blog Adit . 😊 Di tambah lagi beberapa update review dari kalian yang kulitnya membaik 😊. Aku senaaaangg banget, karena blog yang aku tulis sebagai tempat sharing ini ternyata memberikan benefit untuk reader 😊. Untuk kalian yang ingin aku membuat youtube channel, harap bersabar ya 😊 aku lagi coba godok, kira-kira kalau aku buat youtube channel, kontennya akan seperti apa. Gitu. Kalau kalian ada request perihal youtube channelku, tulis di comment ya 😊 . Nah, sebelum akhirnya youtube channelku published, sehubungan dengan sosmed lain, kamu dapat follow IGku : @Joshua_adityaa , karena, walaupun kontennya sebagian besar mengenai travel, aku suka post daily routine-ku atau memberi hint mengenai skincare yang sedang aku gunakan di Insta Story . 
Anyway, 
Hari ini adit ingin share sedikit mengenai salah satu hydrating toner andalan, yaitu Dear Klairs Supple Preparation Toner. Nah, mungkin ada beberapa dari antara kalian yang gak tau bahwa, toner itu ada beberapa jenis, ada yang sifatnya cleansing, exfo, atau yang sifatnya hydrating. Untuk yang exfo mungkin kalian sudah hafal, yaitu toner-toner yang mengadung AHA dan BHA (sekarang ada juga PHA yaitu polyhydroxy acid) .  Lalu, kalau yang hydrating itu seperti apa?

Sekilas mengenai hydrating toner, 
Hydrating toner adalah sejenis toner yang berfungsi untuk replenish our skin, untuk kemudian mempersiapkan kulit kita ke tahap selanjutnya. Biasanya hydrating toner sangat ringan di kulit, yang memiliki fungsi sebagai pH balancer , disamping juga meneutralize impurities yang ada di kulit kita. Itulah juga alasannya kenapa hydrating toner digunakan setelah exfo toner. Yaitu karena pada saat kita menggunakan exfo toner yang pHnya acidic , kita perlu me restore pH kulit kita ke kondisi normal dengan cara mengaplikasikan hydrating toner. 
Satu catatan penting, karena fungsinya yang sebagai hydrating agent, logikanya, hydrating toner harus tidak mengandung alcohol. Karena, alcohol striped our skin off, sehingga kulti kita malah menjadi dehidrasi. So, agak aneh kalau kemudian ada sebuah hydrating agent yang menggunakan alcohol sebagai solventnya.

Klairs Supple Preparation Facial Toner

Nah ini dia nih jagoan aku, Klairs Supple Preparation Facial Toner. Well, adit mau jujur, sebenernya ada 2 hydrating toner yang aku suka, yang pertama adalah NUXE ( aku sudah pernah mengulas toner ini di postingan yang lalu . kalau kamu mau baca, kamu dapat klik di sini ), yang kedua adalah Klairs ini. 
Kenapa aku suka Klairs, karena seperti yang adit bahas di atas, Klairs toner ini mampu membalance pH kulit kita, terutama setelah kita menggunakan produk yang agak acidic. Di samping itu juga, yang Adit rasakan, skincare yang aku gunakan setelahnya lebih terserap dengan baik jika aku menggunakan klairs hydrating toner ini terlebih dahulu.

Nah, hal lain yang aku suka dari toner ini related dengan beberapa ingredient yang terkadung di dalamnya , yaitu :
·         Phyto-oligo : merupakan salah satu moisturizing agent yang mampu mengatasi kulit kering, tapi gak bikin jerawatan . 
·         Wheat amino acids : merupakan anti inflammation agent . Penting banget . terutama untuk kita-kita yang kadang suka iritasi yang kulitnya tergolong sensitive.

Hal yang bikin aku paling jatuh hati adalah tingkat safety dari semua ingredient yang ada di dalam list yang hamper semuanya , menurut cosdna, skala 1 dari 9 ( hanya 2 yang skala 3 dari 9 ) which is totally safe ! 😊 untuk detailnya, kamu dapat klik di sini
Oh iya, satu lagi! Seperti halnya produk lainnya dari Klairs, toner ini juga memiliki alumunium seal yang tentu akan mengurangi kemungkinan produk terkontaminasi sebelum kita gunakan. Maaf, kemarin Adit lupa foto sealnya waktu unbox the product.

** Happy **

Results So Far 

Dari sekian banyak toner yang aku coba , hanya Klairs ( dan NUXE ) yang membuat aku terus bertahan. Problemnya, NUXE susah dicari. Kamu harus pergi ke Sephora, which is belum di semua kota ada, sedangkan di Tokopedia gak banyak yang provide NUXE. Lain halnya dengan Klairs yang relative lebih mudah ditemukan hampir di semua online shop di Indonesia.

I really really love how it makes my skin plumped and properly hydrated, just so .. much.

Oh iya, foto di atas itu adalah foto produk Klairs toner ukuran sample size yang bisa kamu dapatkan di tokopedia . Aku kemarin beli di toko andalan aku yaitu : para shop di tokopedia. 😊 . karena aku sering travel, PR banget kalau mesti bawa produk ukuran aslinya. Haha.. ukuran travel ini lebih praktis. Kalau abis, tinggal refill dari botol besarnya. Untuk kamu yang baru mau coba, aku sarankan beli produk ukuran sampelnya aja dulu . Lumayan, cukup koq buat 3 minggu – 1 bulan.

Well , that's all from me. 
Nantikan review lainnya hanya di Groom'it Like Adit ya temanz ! 
Ciao. 

Wednesday, February 7, 2018

[Review] Son&Park Beauty Water


Hi semua, 
Maaf lama baru update blog. 
Hari ini adit ingin share sedikit mengenai Beauty Water by Son&Park yang konon katanya merupakan salah satu brand yang multi tasking. Saking hebohnya dunia per-skincare-an, sampai ada cult-nya! Memang, beberapa waktu yang lalu Adit juga sempat lihat review produk ini di Get it Beauty. Mungkin karena itu, akhirnya produk ini jadi hype karena banyak yang tertarik untuk mencoba produk ini. Tapi, seperti apa sih sebenernya produk ini? Kemarin aku iseng-iseng search di Tokopedia, ada yang ukuran travel size. Jadi lumayan, gak terlalu menguras kantong selama proses uji coba dan review.
Yuk, kita simak berikut ini.



Son&Park Beauty Water


Son&Park sebenernya merupakan master artists, yang kemudian membuat formula satu produk yang multi tasking. Multi tasking di sini artinya, tidak hanya berfungsi sebagai cleanser, tapi juga sebagai exfoliator , yang juga mempunyai brightening agent, yang mampu membuat kulit lebih halus, tapi juga memberikan efek hidrasi ke kulit. 
Well, memang kalau kita lihat di ingredient listnya, produk ini mengandung : 
·         Willow bark dan ekstrak papaya untuk gentle exfoliator , sekaligus brightening agent 
·         Ekstrak lavender, rose water, dan ekstrak jeruk berfungsi untuk hydrating dan juga untuk mempersiapkan kulit kita sebelum kita menggunakan produk skincare lainnya. 
Selain fungsi di atas, beberapa beauty blog claimed bahwa produk ini  juga bagus untuk digunakan sebelum mengaplikasikan make-up untuk wanita, untuk refresher di siang hari , dan juga pada malam hari setelah cleansing untuk lebih mengangkat sisa kotoran yang mungkin menumpuk sepanjang hari. Ditambah dengan pH nya yang 4.5, produk ini mampu me-reset pH kulit setelah mencuci wajah. Konon katanya, bakteri jahat kulit tidak bisa hidup pada kulit yang pH nya sedikit lebih rendah daripada pH netral. So, secara tidak langsung dengan pH 4.5 tersebut, bakteri jerawat jadi sulit untuk berkembang biak. Ok! Sekarang kita lihat CosDNA resultnya.

Karena agak panjang listnya kamu dapat klik di sini untuk melihat secara detail cosdna result untuk beauty water. 

Seperti yang kita lihat pada ingredient listnya, ada beberapa hal yang kemudian menjadi sorotan Adit, yaitu : 
·         Alcohol denat : wew ! begitu aku membaca list ingredientnya dan melihat ada alcohol denat di dalamnya, aku langsung agak kecewa. Karena, seperti kita ketahui, alcohol denat bikin kulit kita kering. Long story short, gak suitable untuk kulit kering dan sensitive. CosDNA bahkan memberi skala 5 dari 5 untuk irritant potential.
·         Selain itu, produk ini juga mengandung paraben sebagai preservative-nya. Beberapa bahkan memiliki skala safety 7 dari 9 versi cosDNA, yang artinya, ingredient ini cenderung berbahaya.

Results 

Terlepas dari hype dan kontroversi sehubungan dengan beberapa ingredient yang ada di ingredient listnya, satu hal yang aku notice saat aku menggunakan produk ini antara lain :
·         Pada awal penggunaan , aku merasakan produk ini bagus ke kulit . Kulit bright in instant. 
·         Tapi kemudian, aku merasa pori-pori aku tiba-tiba koq membesar dan semakin membesar. 
It’s not good. Biasanya kalau aku gak cocok dengan satu produk atau kalau produk ini membuat kulitku kering atau over exfoliated, indikasi awalnya adalah pori-pori yang membesar, seperti yang dapat kamu lihat di bawah ini.


Akhirnya aku memutuskan untuk stop. Well, seperti yang aku prediksikan, pori-poriku berangsur-angsur menutup. 
So, I don’t know if you guys love the product but, I’m not a fan. Sorry.  😊
Nantikan review lainnya hanya di Groom it Like Adit ya. 
Ciao.