Friday, November 23, 2018

[Review] The Reason Why I Don't Like Some By Mi 30 Days Miracle Toner (Indonesia)

Hi semua,
hari ini aku ingin update review-ku mengenai salah satu produk yang lagi hype banget, yaitu Some by Mi Miracle Toner. Mungkin dibanding skincare blogger lain, aku termasuk yang agak 'terlambat' review produk ini. Alasannya, karena, aku tipe yang gak langsung coba produk. Aku baca dulu kesana-kemari, di forum-forum, di blog-blog luar, mencari reference, baru kemudian mencoba produk. Alasannya, karena aku gak mau kemakan hype. :) Sedikit info saja, bahwa, disaat ada satu produk baru yang entah gimana caranya langsung banyak yang review dan reviewnya positif semua, kemungkinan besar, blog-blog tersebut diendorse, atau dibayar untuk me-review. Nama kerennya, pay per post. Oleh karena itu, aku lebih percaya diskusi-diskusi di forum, apabila itu terkait dengan review produk baru.
Balik lagi ke Some by Mi ini, ada alasan kenapa toner ini di claim sebagai miracle toner. Kalau dari yang aku perhatikan, baru produk ini yang memiliki ingredient 3 jenis acid secara bersamaan sekaligus tea tree. 3 jenis acid tersebut adalah : AHA, BHA dan PHA. Untuk AHA dan BHA mungkin kamu sudah familiar, karena banyak produk menggunakan 2 jenis acid ini, ada yang terpisah, ada yang menggunakannya bersamaan seperti cosrx AHA/BHA toner. Tapi untuk PHA, mungkin agak jarang terdengar. Oleh karena itu, pada postingan kali ini, aku akan membahas PHA terlebih dahulu dengan agak detail, lalu kemudian sedikit membahas mengenai AHA dan BHA, baru kemudian terakhir kita membahas mengenai tonernya.

PHA (Poly Hidroxy Acid)

Sedikit berbeda dengan 2 jenis acid lainnya, dimana kulit sensitif cenderung reaktif terhadap AHA dan BHA terutama yang konsentrasi tinggi, PHA merupakan jenis acid yang cenderung lebih aman. Alasannya, karena PHA memiliki struktur molekul yang agak lebih besar, yang kemudian mencegah acid tersebut untuk penetrate terlalu dalam. So, untuk kamu yang cenderung memiliki kulit sensitif, PHA mungkin dapat menjadi opsi buat kamu dalam proses exfoliating.
Hal yang menarik dari PHA ini adalah, bahwa ternyata, walaupun molekulnya tidak penetrate deeper, beberapa review mengatakan bahwa hal tersebut tidak mengurangi efektifitas dari acid tersebut. Sehingga, benefitnya tetap dapat kita rasakan, dengan resiko iritasi yang rendah.

AHA dan BHA (Alpha dan Beta Hydroxy Acid)

Singkat saja, AHA merupakan salah satu jenis acid yang mengefoliate the upper most skin layer. Yang, apabila digunakan terus menerus, dapat menjaga kulit kita tetap sehat, dan young-looking. Problemnya dengan AHA adalah, AHA sebenernya lebih cocok untuk orang yang kulitnya kering dan non-acne prone. Jadi, untuk beberapa kasus, AHA malah membuat kulit kita seakan-akan purging gak kelar-kelar.
Sedangkan BHA, merupakan salah satu jenis acid yang oil-soluble disamping juga penetrate deeper sehingga mampu mengurangi sebum build up apabila digunakan secara rutin, disamping juga karena dia exfo agent, dia mampu mengangkat sel kulit mati sehingga produk yang kita gunakan dapat terserap dengan lebih baik. BHA, cocok untuk kulit oily acne prone. Tapi, tetap kita mesti siap-siap bahwa mungkin akan ada proses purging di awal-awal penggunaan. 
Nah, setelah membahas mengenai ketiga acid tersebut, selanjutnya adalah diskusi produk.

Some by Mi Miracle Toner

Melihat beberapa claim pada produk ini, miracle toner ini digadang-gadang :
  • Mampu membuat kulit kita lebih radiant
  • Memiliki exfoliating ingredient yang ampuh dan efektif sehingga kulit lebih bersih
  • Punya efek mencerahkan dan memutihkan kulit 
  • Sebagai skin moisturizing
  • Mengandung tea tree sehingga ampuh membasmi jerawat 
  • Pore care
  •  Dan masih banyak lagi. 
Terlepas dari pelarutnya yang adalah air (water), apabila melihat ingredient listnya, toner ini memang mengandung banyak potent ingredients, seperti :
  • Whitening agent : niacinamide, dan papaya fruit extract 
  • Anti acne agent : salicylic acid dan tea tree extract 
  • Anti aging agent : niacinamide, lactobionic acid, adenosine dan citric acid 
  • Wound healing agent : sodium hyaluronate
Detailnya dapat kamu lihat di list COSDNA pada link berikut ini.
Melihat ingredient list tersebut, akhirnya setelah beberapa waktu, aku memutuskan untuk mencoba produk ini. So far aku menggunakan produk ini hampir 1 bulan, seperti yang digadang-gadang, bahwa kulit kita akan jauh lebih baik dalam waktu 30 hari.  Lalu hasilnya?



My Review about Some by Mi Toner 

Selama minggu pertama, yang aku rasakan adalah, noda di wajahku mulai memudar, which is good. Namun kemudian, masuk minggu kedua masalah lain muncul : whitehead. Penggunaan toner ini secara continuous selama kurang lebih 8 hari mulai memicu whitehead lebih banyak, sangat banyak bahkan, di daerah-daerah yang selama ini aku gak terlalu concern seperti  di jidat, atau di antara alis. 
Karena penasaran, aku coba terus, akhir dua minggu penggunaan, masalah lain muncul, jerawat besar. 1-2 biji sih, gak banyak, tapi kesel. Di tambah lagi, setelah 3 minggu berjalan, aku gak melihat perubahan yang berarti pada pori-pori ku. Well, pori-pori ku memang gak besar gimana, tapi karena claim produk ini adalah membuat pori-pori kita jauh lebih kecil, ekspektasiku seharusnya pori-poriku mengecil donk, tapi ini enggak juga. 
Untuk mencerahkan wajah, well, aku melihat tone kulitku sedikit lebih putih, tapi karena kulitku memang sudah putih pucat, jadi aku gak terlalu melihat improvement yang gimana banget juga. Tapi, kandungan niacinamide di dalam produk ini, ditambah dengan papaya extract, merupakan paduan yang cantik untuk mencerahkan wajah. So, dari segi mencerahkan, aku rasa toner ini cukup sukses. 
Menjelang akhir 30 hari, yang aku rasakan .. gak ada improvement yang berarti selain noda yang dulu lebih pudar, dan whitehead yang semakin banyakkkk. Dan kulitku jadi agak sensitive , kemerahan. Kzl. 

My Thought 

So, let me share my thought .. 
Memasukkan 3 jenis acid ke dalam satu produk menurut aku , not a smart move. Kenapa ? PHA merupakan jenis acid yang sengaja didesain untuk kulit sensitive yang gak cocok dengan AHA atau BHA.BHA. So, mencampur PHA dengan BHA ataupun AHA menurut aku , pointless. Karena PHA memiliki efektifitas yang sama dengan AHA dan BHA dari segi exfoliating, namun tidak mengiritasi kulit sensitive, apabila produk ini didesain untuk kulit sensitive, toner ini tidak perlu menggabungkan ketiga jenis acid tersebut, melainkan hanya memilih PHA saja sehingga aman untuk kulit sensitive.
Saat ini yang terjadi adalah, dengan adanya BHA dan AHA, walaupun produk ini mengandung PHA, produk ini tetap gak suitable untuk kulit sensitive. I think that’s the reason why my face starts to react as I continuously using the product. 
AHA, is not really suitable for acne prone skin. It is more suitable for acne prone skin. So, apabila produk ini memang ditujukan untuk mengatasi jerawat, seharusnya toner ini tidak memasukan AHA ke dalam ingredientnya. Yang terjadi adalah, AHA ini akan memicu whitehead. (siapa dari antara kamu yang jumlah whiteheadnya semakin banyak seiring dengan penggunaan produk ini?)
Pori-pori yang membesar bisa disebabkan oleh banyak factor, salah satunya adalah dehidrasi, selain memang beberapa factor lain seperti genetic, saggy skin , aging dll.  Produk yang terlalu menggunakan banyak jenis acid akan mengangkat layer kulit kita sehingga hydrating barrier kulit kita jauh berkurang. So, seharusnya, produk ini menambah beberapa ingredient lain yang mampu menghydrate kulit kita seperti aloe vera, atau zat lainnya. Saat ini, hanya ada 1 hydrating agent yang dimasukkan ke dalam kulit (yang aku kenal), yaitu sodium hyaluronate, yang mungkin, gak cukup untuk menahan bad reaction kulit terhadap exfo agent yang ada pada produk ini. 
Am I gonna repurchase ? no . Not recommended for sensitive skin especially. If you wanna try, you need to prepare for purging or whitehead popping up. :) Mungkin aku akan coba serumnya, we’ll see pada bahasan postingan aku berikutnya 😊 . Nantikan hanya di Groom it Like Adit.


Wednesday, November 14, 2018

[Review] The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA


Hi semua,
Beberapa waktu yang lalu, ada salah satu reader blog aku yang ‘negur’aku di DM ig, katanya kenapa aku uda jarang posting yang baru lagi? Haha 😅
Maaf ya, bukan aku melupakan blog ini, hanya saja memang, dengan waktu yang terbatas, dan akses yang terbatas ke blogger, akhirnya , mau ngetik, kelewat lagi, kelewat lagi.
Ditambah lagi, karena aku rencana mau mulai bikin video youtube, akhirnya, aku mikirnya, nanti aja deh skalian dibahas di youtube. Haha.
Tapi, berhubung youtube channel aku pun masih ngegodog konsepnya, aku akan mulai posting-posting blog lagi.

Anyway,
Sesuai dengan judul, postingan aku kali ini akan membahas tentang salah satu produk The Ordinary, yaitu Alpha Arbutin 2% +HA.
Bahasan kali ini akan cukup detail, mulai dari :
  • Apa itu Alpha Arbutin ?
  • Kenapa harus Alpha Arbutin ?
  • Fungsi dan benefit yang ditawarkan Alpha Arbutin ini untuk kulit kita ?
  • Apakah ada side effect-nya?
  • Sifatnya complementary atau contradictory dengan zat-zat apa saja , dan masih banyak lagi.

Secara simplenya, Alpha Arbutin (untuk berikut-berikutnya Adit akan singkat dengan AlpA), merupakan zat dasar yang berada di alam, yang termasuk dalam klasifikasi skin lightener, yang membantu untuk mengurangi noda di kulit kita, serta membuat kulit kita lebih cerah. Kalau kita perhatikan dengan detail, produk-produk yang menargetkan warna kulit yang tidak merata, pigmentasi, skin discoloration karena noda jerawat atau aging, biasanya menggunakan AlpA ini sebagai salah satu ingredient mereka. 
Seperti yang mungkin teman-teman rasakan, keberadaan spot, warna kulit yang gak rata ini memang bikin kesel. Seringkali, andaikanlah 80% kulit kita bersih, tapi 20%-nya ada noda, kita pasti akan berusaha, gimana caranya noda yang hanya 20 persen tersebut memudar. Atau, jangan 20% deh, misalnya hanya ada 2-5 noda jerawat aja, pasti kita akan berusaha gimana caranya, noda  jerawat tersebut memudar. Benar?

Kenapa? Karena, memang tidak dapat dipungkiri, kulit yang bersih bebas noda lebih enak dilihat dan membuat kita nampak lebih muda daripada kulit yang bernoda. Terlebih lagi pigmentasi kulit yang pada sebagian kasus, related to aging process. Oleh karena itu, keinginan untuk membuat kulit kita bebas noda jadi sesuatu yang amat sangat diinginkan. Terlebih lagi belakangan ini, dimana, social media posting menuntut kita untuk tampil catchy, untuk menarik like, dll. 

Nah, berdasarkan hal tersebut, zat-zat yang termasuk ke dalam kategori skin lightener mulai naik daun, termasuk di antaranya alpha arbutin ini. Sekilas saja, yang termasuk skin lightener ini ada banyak, seperti misalnya kojic acid, vitamin C serum, niacinamide, dll yang semua bekerja untuk memudarkan noda di kulit, dengan cara yang berbeda-beda. Terlepas dari banyaknya jenis zat yang termasuk kategori skin lightener, untuk postingan kali ini, Adit hanya akan bahas Alpha Arbutin. Mungkin nanti Adit akan buat satu postingan khusus yang membahas semua jenis skin lightener tersebut, termasuk pros and cons-nya, untuk menjadi bahan pertimbangan kamu dalam memilih skincare yang sesuai untuk kulitmu. 

Kembali ke Arbutin, AlpA bekerja dengan cara menghambat kerja salah satu enzyme tyrosinase yang berada di dalam melanocytes. Mungkin teman-teman sudah tahu, melanocytes merupakan sel-sel pada kulit kita yang memberikan pigmen dan mewarnai kulit kita, yang sangat erat hubungannya dengan produksi melanin. Melaninlah yang memberikan warna kulit, gradiennya dll. So, untuk kulit yang pigmented, seperti halnya bekas jerawat, di lokasi tersebut, jumlah melaninnya jauh lebih banyak daripada melanin di tempat lainnya. Dengan kata lain, apabila kita dapat menahan kulit untuk memproduksikan melanin, kita dapat secara efektif mencerahkan area tersebut dan mengurangi noda yang ada. 

Kenapa Harus Alpha Arbutin? 


Lain halnya dengan hydroquinone, salah satu zat yg sering digunakan banyak dokter untuk mengurani tampilan noda, tapi dengan resiko rusaknya jaringan kulit apabila digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yg lama, AlpA merupakan zat yg terdapat secara alamiah pada beberapa jenis tanaman, seperti misalnya bearberry dan mulberry. AlpA juga dapat ditemukan di dalam blueberry, cranberry, gandum dan brberapa jenis pir. Bearberry, sejak jaman dahulu digunakan oleh bangsa Eropa sebagai salah satu anti bacterial agent, terutama karena kandungan arbutin tersebut. 

yang membedakan Arbutin ini dari hydroquinone kimiawi adalah, bahwa arbutine terdiri dari rangkaian hydroquinone dengan rantai gula. rantai gula inilah yang kemudian bertindak sebagai safety valve. sehingga kulit tidak terekspose hydroquinone dalam jumlah yg terlalu besar pada saat yang bersamaan. 

Apakah Alpha Arbutin Aman Digunakan?


Adalah hal yang penting untuk diingat bahwa, Alpha Arbutin akan berubah bentuk menjadi hydroquinone pada kondisi alkali. atau dengan kata lain, pada pH tinggi. oleh karena itu. penggunaan Alpha Arbutin harus digunakan pada kondisi kulit yang normal atau slightly acidic. Pada kondisi kulit yg slightly acidic, alpha arbutin aman digunakan. 

Apakah yang Ditawarkan oleh Alpha Arbutin? 


ini cukup menarik. alpha arbutin, apabila digunakan secara rutin selama paling tidak 4 minggu. akan mampu mengurangi tampilan noda, termasuk diantaranya : bekas jerawat, freckles, membuat kulit menjadi radiant dan lebih cerah. lain halnya dengan exfoliating agent yang juga mampu memudarkan bekas jerawat namun ada resiko purging, karena cara kerjanya yang berbeda dengan exfo agent, alpha arbutin tidak menyebabkan purging, karena memang AlpA ini bekerja dengan cara menghambat produksi melanin, bukan “mengangkat” noda tersebut seperti exfo agent. 

nah setelah bahasan mengenai AlpA, berikutnya yuk kita bahas mengenai produk The Ordinary ini. 


The Ordinary Alpha Arbutin 2% + HA 



Lain halnya dengan produk yang menggunakan Arbutin sebagai whitening agent yang rata-rata hanya 1 % saja, the Ordinary memiliki kandungan AlpA 2%, which is 2 kali lebih tinggi dari produk lainnya. 

Ditambah lagi, bahwa produk ini memiliki pH 4.85-4.9, sehingga mampu menjaga Alpha Arbutin agar tidak berubah bentuk menjadi hydroquinone. 

Disamping itu, produk ini juga aman digunakan untuk kulit sensitif karena tidak mengandung alkohol dan tidak mengandung silikon. kalau kamu alergi terhadap kacang-kacangan atau gluten, kamu dapat sedikit bernapas lega karena produk ini juga nut and gluten free :) yay! 

Cara Penggunaan: 

Yang selalu Adit lakukan adalah :
  • Memastikan kulit dalam kondisi yang bersih. 
  • Lalu setelah membersihkan wajah, Adit menggunakan prep essence sebelum akhirnya menggunakan niacinamide zinc The Ordinary juga. Aku beri jeda antara prep essence dengan niacinamide zinc. 
  • Setelah zinc ini, aku menggunakan alpha arbutin. Namun sebelumnya, aku memastikan produk niacinamide zinc tsb sudah benar-benar terserap sempurna. 
Beberapa petunjuk lain menyarankan untuk menggunakan alpha arbutin terlebih dahulu baru zinc. Aku pernah coba, tapi somehow kulitku jadi agak lengket.Secara logika, karena alpha arbutin ini mengandung HA yang merupakan moisture lock agent, produk yg mengandung HA sebaiknya digunakan later, sehubungan dengan fungsinya sebagai moisture lock tsb. (untuk niacinamide zinc, aku pernah membahas produk ini beberapa waktu yang lalu. kamu dapat lihat detailnya di sini.) Untuk alpha arbutin ini aku sudah habis 1 botol, dan so far, menggunakan urutan produk seperti adit uraikan di atas memberikan benefit bagi kulitku. Kulitku merespons produk-produk yang aku gunakan, termasuk alpha arbutin yang menghilangkan bekas spot diwajahku dalam waktu yang cukup cepat.

Namun demikian, salah satu hal yang mungkin menjadi kelemahan dari produk ini adalah, bahwa produk ini tidak terlalu efektif kalau problemmu adalah erythema. 

Beberapa waktu yang lalu aku mengalami luka di wajah, yang meninggalkan red mark, dan somehow red mark tersebut gak kemudian berubah menjadi hitam, pink terus. iIilah yang dinamakan erythema. Given the fact that the healing process is progressing, alpha arbutin kelihatannya gak terlalu efektif dalam mengatasi erythema. masuk akal sih, karena cara kerjanya kan memecah melanin, sedangkan erythema kan gak pigmented, so, sangat dimengerti. 

Untuk erythemanya itu sendiri, aku sekarang sedang mencoba menggunakan dermatix ultra. nanti aku review terpisah ya :) Tapi overall, i loveee arbutin so much, especially the one from The Ordinary ini. 

Kalau ada dari kamu yang ingin bertanya lebih jauh atau mungkin ingin share pengalaman kamu menggunakan produk ini? leave comment di bawah ini ya :) 

jangan lupa juga follow my instagram @joshua_adityaa. 

nantikan bahasan berikutnya hanya di Groom it Like Adit :)